
Deby membelalakan mata menyaksikan apa yang terjadi pada anaknya, mulutnya menganga dan membisu.
" ALLLLLEEEEEXXXXX apa yang kalian lakukan "
Alex terperanjak bangun terkaget karena mendengar teriakan dari mamanya, dan begitu pun Luna.
" Astaga apa yang terjadi " Alex terkejut melihat kondisi dirinya yang tak berbusana bersama Luna.
" Alex.. Apa yang kalian lakukan? " isak tangis dari mulut Raisha tak bisa menggambarkan betapa hatinya terluka.
Sedangkan Luna hanya terdiam menunduk, dengan acting menangis walau sebenarnya hatinya tertawa bahagia, dengan rencananya yang sudah di mulai.
" Mah ambilkan Luna baju cepat suruh dia keluar, dan kalian semua keluar sekarang juga " Alex membentak sangat marah pada kondisinya saat itu.
Setelah Luna di berikan baju dia pun keluar bersama Deby, tapi tidak dengan Raisha dia jatuh pingsan karena tak kuasa menahan rasa syok dan sakit hatinya.
" Raisha " Deby terkejut.
__ADS_1
" Sudah ma, biarkan dia bawa wanita kurang ajar sekarang juga " Alex begitu marah melihat wajah Luna yang telah menjebaknya.
" Alex kenapa kau bicara begitu " Luna membela dirinya.
" Diam kamu keluar " bentak Alex kepada Luna, dan Luna pun di bawa paksa keluar oleh Deby.
" Sialan aku dijebak semalam, dia memberikan obat diminuman itu " Alex mendengus kesal.
Alex pun bangun kembali menggunakan pakaiannya yang berserakan, ketika selesai dia melihat ada noda merah di seprai tersebut, dia menghampiri lalu merabanya.
Awalnya dia marah pada diri sendirinya karena sudah merusak wanita untuk yang ke dua kalinya.
Lalu meninggalkan Raisha di kamar tersebut, dia mencuci muka di kamar mandi dan keluar menemui keluarganya yang sudah menunggu kedantangan Alex.
" Luna cepat katakan apa mau mu kamu menjebakku semalam aku ingat aku semalam di ruang kerja kamu beri aku minuman lalu kepalaku pusing setelah meminumnya dan aku pun terlelap dalam tidurku " ucap Alex langsung pada poinnya
" Tidak Lex, sungguh setelah kau mengusirku keluar aku pun pergi kekamar namun ketika aku hendak memejamkan mata kamu datang mengetuk pintu, kamu datang dengan wajah gusar dan memaksaku melakukan apa yang kamu mau, sungguh Lex kesucian yang aku jaga selama ini telah kamu renggut semalam huhuhu " Luna mengarang cerita yang tidak pernah terjadi dengannya dan Alex.
__ADS_1
" Bohong itu tidak mungkin " Alex menggeleng tak mempercayai ucapan Luna.
" Alex apa yang kau lakukan kenapa kau mempermalukan kami terus terusan " ucap William dengan wajah kecewanya
" Tidak pah, ini tidak seperti yang papa kira dia menjebakku "
" Sudah lah Lex kamu jangan terus membela dirimu terus menerus papa capek mendengarnya "
" Tidak saya benar om tante, saya ada buktinya kok coba periksa di kamar ada bercak darah milikku disana "
" Astaga kenapa kau begitu percaya diri sekali Luna " ucap Raisha yang baru keluar dari kamar Luna dengan menggenggam sesuatu di tangannya.
" Apa maksudmu Rai aku tidak berbohong " Luna tampak terlihat gelisah karena takut Raisha mengetahui kebohongannya
" Sepertinya cara main mu kurang bagus Lun, kamu melupakan sesuatu yang tidak kamu sadari kalau kau bermain dengan orang yang salah " ucap Raisha membuat semua orang memandangnya penuh tanda tanya atas apa yang dia ucapkan.
" Jangan berbelit-belit apa yang kau maksud hah??? " suasana semakin mencekam Luna semakin gelisah.
__ADS_1
Bersambung...