Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 122


__ADS_3

Semua sudah dalam posisi yang di rencanakan, Rafa masuk ke gedung seorang diri dan mengikuti arahan yang sudah dikatan penculik itu.


Tepat gelap, hanya ada satu ruangan yang terlihat berderang cahaya lampu kuning yang terlihat remang.


" Boss target masuk ke perangkap " ucap salah satu orang yang sedang mengawasi Rafa di balik cctv.


" Bagus apa dia sendirian "


" Iya boss dia membawa sebuah tas dan sekarang masuk kedalam "


" Ok "


Rafa masuk kedalam dan dia pun melihat kesegala arah, lalu ponselnya berbunyi dan dia mengangkatnya.


" Dimana kamu? "


" Hahaha sabar tuan muda, kau masuklah keruangan sebelah barat itu "


Rafa pun masuk kesebuah ruangan gelap dan melihat ke segala arah tak mendapati satu orang pun


" Kau dimana hah, cepat jangan main-main dengan ku "

__ADS_1


" Baiklah tuan muda letakkan tasmu di keranjang itu sekarang juga "


Rafa menoleh ke segala arah dan mendapti sebuah keranjang lalu dia pun menghampiri keranjang itu lalu menaruh tasnya di dalam keranjang.


" Wah kerja sama yang indah tuan muda " pria itu muncul dari arah belakang Rafa dengan membawa Mikayla yang meronta minta di lepas.


" Emm.. Emm... Emm " Mikayla menggeleng ke arah Rafa.


" Diam kamu " bentak penculik itu.


" Hey kamu lepaskan dia sekarang juga "


" Baiklah, setelah saya periksa uangmu " lalu orang itu memberi kode ke arah bawahannya, bawahannya itu mengannguk dan melangkah mengambil uang yang Rafa bawa tadi sebagai penebus Mikayla.


Lalu boss penculik itu menyerahkan Mikayla dengan cara mendorongnya. Mikayla pun terjatuh ke pelukan Rafa, Rafa pun membuka semua tali yang mengikat tangan dan kakinya serta membuka lakban yang ada di mulutnya sambil mendekap Mikayla yang sedang menangis, Rafa menenagkan Mikayla. Namun ketenangan itu terhenti ketika suara bom waktu mulai terdengar.


Tiit..Tiiit...Tiitt...


" Astaga disini ada bom Kay "


" Raf itu kurang 5 menit lagi " Mikayla syok dan kaget.

__ADS_1


" Tenang ada aku Kay " Rafa menyambungkan kembali panggilan yang dia gunakan sedari tadi dengan bodyguardnya.


" Boss posisi sudah aman sekarang kami berhasil menyergap para penculik ini "


" Bagus, tapi sekarang aku ada masalah bom itu terus menyala apa diantara kalian ada yang tau mengenai bom "


" Iya bos, saya akan sambungkan kepada ahlinya " lalu panggilan beralih dan hal itu memang sudah direncakan.


" Hallo tuan, sekarang tuan harus.... " dia menjelaskan semuanya dengan vidio call Rafa mudah menjinakkan bom tersebut sampai bom itu tidak aktif lagi karena arahan dari sang ahlinya.


" Akhirnya selamat ayo Kay kita keluar " Rafa menghampiri Mikayla, Mikayla tak menjawab dia merasa pusing dan merasa gelap pandangannya buram lalu dia pun pingsan di pelukan Rafa.


" Kay bangun Kay " Rafa menepuk pipi Mikayla, lalu dia pun sadar ada luka sedikit lebar di pipi Mikayla bekas sayatan dari penculik itu dan terlihat jelas pula darah mulai mengering di dahi Mikayla yang terlihat kotor karena darah.


" Ya tuhan kenapa begini " Rafa pun segera menggendong Mikayla keluar dari ruangan.


Di luar pabrik sudah tak terlihat lagi orang-orang yang berjaga karena para bawahan yang sudah Rafa atur sebelumnya berhasil menyergap dan melumpuh kan pihak lawan.


Tanpa hiraukan ke adaan dia langsung membawa Mikayla dengan mobilnya.


Mobil Rafa kini terparkir di tempat parkir rumah sakit terdekat dengan TKP.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2