Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 127


__ADS_3

" Kurang ajar kamu " Raisha menangis mendengar ucapan Luna yang kini telah berlalu meninggalkannya yang masih duduk di lantai.


Raishapun menangis dia merasakan sakit hati yang begitu perih saat ini.


" Tuhan apakah ini hukumanku, aku harus apa agar engkau mau memaafkan diriku dan mencabut hukuman ini semua " Raishapun menangis dengan duduk di lantai.


Tiba-tiba suara pintu terbuka.


Cekrek... Rosmala bertamu kerumah anaknya.


Dia terkaget mendapati putrinya Raisha sedang tersungkur menangis di lantai.


" Ya tuhan ada apa dengan mu nak " Rosmala menghampiri Raisha.


" Mama, Raisha gak kuat dengan semua ini "


" Kenapa sayang ayo bangun kita ke kamarmu sekarang juga cerita sama mama " Rosmala membantu membangunkan Raisha.


" Dimana anakmu sama mertuamu, nak apa yang terjadi "


" Mama deby keluar, Ansel di titip kan sama wanita gila itu "


" Kurang ajar dimana dia sekarang "

__ADS_1


" Entah ma, cepat ambil Ansel, Raisha gak mau anak Raisha di asuh wanita sepertinya "


" Baiklah kamu tunggu disini mama akan mencarinya "


Rosmalapun meninggalkan Raisha di kamarnya, dia menyusuri ruangan dan terdengar suara tangis bayi.


" Hey kau ini iblis atau apa hah " Rosmala marah saat melihat cucunya Ansel menangis sedang kan Luna tak peduli dengan Ansel melainkan sibuk dengan ponselnya.


" Wah mamanya pelakor udah datang " Luna segera menggendong Ansel erat


" Kurang ajar kamu ya, berikan Ansel kepadaku cepat "


" Enak ajah, anak ini adalah kunci aku buat dapatin hati keluarga ini dan menyingkirkan Raisha putri pelakormu itu "


" Hey jaga mulutmu, putriku tidak pernah mengambil laki orang, hey wanita iblis kamu harus tau Alex tak akan pernah luluh oleh mu cepat berika cucu ku sekarang juga "


Merekapun berebut Ansel, Luna mendekap erat Ansel dan Rosmala berusaha membuka dekapan Luna pada Ansel.


Ansel yang merasa kesakitan dan ketakutan dia pun menangis sejadinya, dan kebetulan William pulang dari kantor bersama Alex dan berlari ke arah Ansel yang sedang menangis histeris.


" Ada apa ini " tegur William.


Luna yang menyadari itu dengan sigap dia menyerahkan Ansel dan mulai ber acting.

__ADS_1


" Oh tuan, maafkan saya yang tak bisa menjaga Ansel nyonya ini membiarkan Ansel seorang diri hingga menangis tadi saya minta tapi tidak di perbolehkan padahal niat saya hanya ingin menenangkan Ansel yang sedang marah saja "


" Kemarikan Ansel biar aku yang jaga " Alex mengambil alih Ansel, dia begitu ragu akan ucapan Luna yang secara dia sudah tau jika Luna adalah palakon yang paling sukses jika berbohong.


" Baiklah kalau begitu saya permisi, maaf nyonya Ros saya tak bisa menemani anda "


" Iya tuan tidak papa "


Kini tinggalah mereka berdua Rosmala dan Luna.


" Lihat Alex tak menghiraukan ucapan mu " ledek Rosmala kepada Luna


" Hahahaha... Jangan bahagia dulu, kamu tau aku tak akan lama lagi akan menggantikan posisi anakmu yang gak berguna itu " Luna meninggalkan Rosmala dengan gelagat sombong dan percaya dirinya.


Malam telah larut kini semua orang sudah tertidur, Luna sedang membuat sebuah minuman di dapur dengan mencampur sesuatu di dalamnya sebuah senyum licik tersungging di wajahnya.


" Ayo sayang kita bermain sekarang "


Luna membawa nampan ke tempat dimana Alex saat ini berada.


Tok tok tok... Luna mengetok pintu ruang kerja Alex.


Tanpa ada aba-aba Luna masuk kedalam.

__ADS_1


" Maaf Lex mengganggu, kamu sepertinya sibuk " dengan suara yang di stell se halus mungkin.


Bersambung...


__ADS_2