
" Kanker? kanker serviks? bagaimana bisa? tapi selama ini Raisha baik-baik saja tuan, dokter itu pasti ngaco ngak ngak aku gak terima " Rosmala meraung sejadinya tak terima dengan apa yang sudah dia dengar tadi.
" Sudah mah, tenang dokter belum memvonisnya kan hanya memperediksi saja, mari kita berdoa bersama untuk keselamatan putri dan cucu kita " Henry menenangkan istrinya yang mulai bersikap brutal.
" Cucu? bagaimana dengannya kak? apa dia selamat kak? " Rosmala seketika Menyeka aira matanya dan menanyakan kondisi anak yang ada dikandungan Raisha
" Dia baik-baik saja, untung saja Raisha begitu peduli dengan anak yang di kandungan nya jadi dia rutin mengonsumsi obat penguat kandungan. Berdoalah untuk keduanya semoga mereka selamat semuanya " jawab Deby yang mulai sedikit tenang walau masih diiringi sedikit sesegukan.
" Iya semoga tuhan mendengar semua doa dan harapan kami untuk Raisha dan kandungan nya " Rosmala mengatupkan kedua tangannya lalu diusap di dadanya.
Yang lain hanya mengangguk dan kembali hening.
*****
Kamar Mikayla.
" Alex kemana ya? gak aktif juga nomernya. Pertama sibuk, setelah sibuk panggilan menunggu habis itu gak aktif. Ngapain sih tuh anak tumbenan gitu dia "
Mikayla yang kelelahan dia pun terjerumus dalam mimpi indah nya dan melupakan soal Alex karena badannya sungguh menikmati tidurnya malam nya.
*****
__ADS_1
Rumah sakit.
Raisha sudah dipindahkan ke ruang rawat berkelas Vip. Suasana hening, hanya isak tangis yang terdengar.
Rosmala dan Deby saling berpegangan tangan saling menguatkan diri masing-masing, terima tak terima itulah takdir yang harus mereka terima.
Usai dokter mengatakan bahwa Raisha mengalami koma saat ini, semua orang yang mendengar nya menjadi syok dan histeris.
" Kak malang benar nasib putriku, kapan Alex bisa melihat cintanya kak serta memaafkan dosanya. Aku tak mau putri ku mati dengan mengeban dosa nya kepada Alex serta membawa cinta yang tak terbalas "
" Tidak Ros, jangan bilang sedemikian aku tak mau hal itu terjadi aku akan berusaha membuat Alex melihat kearah nya "
Tok.. Tok.. Tok.. Suara pintu di ketok.
" Iya sus saya ayahnya " Henry bangun dari duduknya menuju seorang suster yang mengunjungi mereka.
" Mari pak ikut saya, dokter ingin bicara dengan bapak "
" Baiklah dok " Henry melangkah mengikuti arahan suster tadi.
" Tunggu " Rosmala menghentikan langkah Henry.
__ADS_1
" Ada apa mah? " Henry menoleh kearah Rosmala.
" Mama ikut pah " Rosmala berlari kecil menyeimbangi langkahnya sejajar dengan suaminya.
Suami istri itupun beriringan menuju ruang dokter. Raisha pun dijaga oleh kedua mertuanya yaitu orang tua Alex Deby dan William.
Sesampai di ruang dokter, Pasutri tersebut langsung dipersilahkan masuk kedalamnya dan mereka pun duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter.
" Keluarga ibu Raisha? " tanya dokter tersebut memastikan bahwa mereka orang tua Raisha karena klyg pertama dia temui bukan lah mereka melainkan mertuanya.
" Iya kami orang tua kandungnya dok " jawab Rosmala
" Yang tadi? "
" Itu mertuanya dok " jawab Henry
" Oh yasudah gak papa yang penting keluarga, ini pak buk tolong dibaca hasilnya nanti saya akan jelaskan kepada kalian " menyerah kan amplop putih yang berisi kan hasil tes Lab Raisha.
" Apa maksudnya ini dok, Raisha positif kanker? " Terkejut Henry dengan bacaan yang ada didalamnya.
" Tenang pak, mari saya jelaskan perlahan "
__ADS_1
Bersambung...