
Rafa yang sebelumnya gerogi dia kini memberanikan diri untuk menyentuh tangan Mikayla.
" Kay " Rafa menggenggam kedua tangan Mikayla ke depan dadanya.
Mikayla hanya diam berkaca-kaca melihat dan mendengar Rafa yang sedang bicara di depannya.
" Kay aku yang ada di depanmu sekarang ini adalah tunanganmu, dan kita akan menikah sebentar lagi, aku tau kamu masih belum ada rasa kepadaku aku tau itu " Rafa mencium punggung tangan Mikayla.
Deg... Perasaan Mikayla tiba-tiba berubah dia tetap diam seakan tak bisa berkutik dia seperti patung yang hanya diam ketika ada orang yang menyentuhnya.
Mikayla merasakan detak jantung yang sangat kencang dan itu tidak pernah terjadi sebelumnya begitu pun saat dulu ia pacaran dengan Alex orang yang paling dia cintai.
" Kay aku tau di hatimu masih ada nama orang lain yang melekat, aku tau kau tak bisa berpaling dari bayang-bayang wajahnya tapi Kay apakah kamu mau menghancurkan dunia anaknya itu yang tiada berdosa harus merasakan ke egoisan kamu dan Alex " Rafa langsung bicara pada intinya.
Namun pikiran Mikayla saat itu benar-benar berubah ciuman di tangannya tadi seperti hipnotis bagi Mikayla seketika pula dia tiada rasa benci kepada Rafa dan melupakan Alex.
__ADS_1
" Alex " Mikayla membuka mulut nya dengan mengucap nama Alex kekasihnya atau lebih tepat mantan kekasih.
" Iya Alex, apakah kau bisa melupakan sedikit demi sedikit tentang Alex Kay,? apakah kau bisa menggantikan aku di posisi Alex yang sangat melekat dengan hatimu "
Mikayla terdiam, dia tak bisa menjawab
" Kay aku sungguh menyayangimu aku akan memberi lebih cintaku dari pada cinta Alex kepada mu "
" Kay lupakan dia, dia sudah berkeluarga dan memiliki anak, ayo kita juga bangun sebuah keluarga yang sangat indah sehingga orang tua kita bangga kepada kita Kay "
Mikayla masih setia diam seribu bahasa, karena tak ada kata yang bisa dia sangkal dari Rafa itu semuanya benar dan tak bisa Mikayla pungkiri adanya.
Hanya tatap mata yang mereka lakukan saat ini, memandang satu sama lain. Jantung Mikayla berdentang cepat dan seakan mau keluar.
" Ada apa Raf? " Mikayla membuka mulut saat Rafa mulai tak bisa mengendalikan dirinya untuk mendekat kepada Mikayla.
__ADS_1
" Kay aku sungguh mencintai mu, bisa kah kau menerimanya sepenuh hati pelan-pelan Kay aku akan bersabar dan terus berusaha untuk membuatmu mencintaiku "
" Tapi Raf aku "
" Sstttt... Aku tau semuanya aku bisa mengerti tapi mari kita jalani semua ini aku yakin cinta perlahan akan tumbuh di hati mu Kay "
" Entahlah Raf, ini sangat sulit bagiku " Mikayla menunduk lesu dia merasa iba namun hatinya masih belum bisa melupakan Alex.
Rafa pun tersenyum, dan mengangkat dagu Mikayla lalu menatap manatap kedua matanya.
" Kay lihat dua mataku, apa ada kebohongan terlihat didalamnya? aku benar sungguh mencintai mu "
Air mata Mikayla menetes ia sungguh tak bisa memungkiri perasaannya yang sedang kacau antara suka dan tidak kepada Rafa.
Mikayla memang menyukai Rafa tapi dari segi seorang teman saja tidak ada sedikitpun rasa cinta dihatinya untuk Rafa namun entah kenapa hatinya sekarang sedang tak bisa menahan emosi dia bingung hendak mengucap kata apa kepada orang yang selama ini selalu ada dalam suka maupun duka.
__ADS_1
Bersambung...