
" Papa beneran kan tidak bercanda papa merestui hubungan kami "
" Iya nak papa sama mama merestui hubungan kalian papa sungguh menyesal harus kehilangan anak papa satu-satunya hanya karena papa tak mau menerima gadis yatim piatu itu untuk keluarga ini, papa sungguh menyesal karena mengutamakan kehormatan yang berujung menyedihkan akibat kehilangan permata yang selama ini papa jaga sama mama "
" Pah maafkan Martin yang sudah durhaka sama papa "
" Tidak nak, papa yang minta maaf sudah membuat dirimu dan istrimu menderita selama ini, papa tau apa yang selama ini kamu lakukan nak tapi papa hanya diam tak bisa apa-apa maafkan papa nak, papa tak bisa menerima takdir jodoh yang sudah tuhan berikan untukmu sekarang pulanglah nak bawa anak dan istrimu semua kami akan menyambutnya dengan penuh suka cita "
" Pah " Martin berasa kelu di lidahnya ketika mendengar semua ucapan papanya.
" Nak papamu sudah tua, sebentar lagi pensiun perusahaan tidak ada yang mengurusnya jadi ku mohon nak pulang lah demi kami orang tua mu, maaf kan kami nak "
" Tidak pah Martin dan Tina yang bersalah sudah durhaka sama kalian maafkan kami pah maafkan kami "
__ADS_1
" Tak ada yang perlu di maafkan, kamu tak bersalah dimana istrimu papa mau bicara langsung kepadanya "
" Pah Tina dia sudah pingsan lama sekarang dia habis melahirkan dan terjadi pendarahan, Martin butuh uang pah buat bawa Tina kerumah sakit "
" Apa kenapa kamu tidak bilang sedari tadi Martin, cepatlah bawa sekarang istrimu butuh perawatan yang intensif papa akan ke tempatmu sekarang juga biar papa yang urus semuanya "
Klik panggilan di putuskan
Martin pun menggendong istrinya keluar dari rumah bidan itu dan memanggil sebuah taxi untuk membawanya pergi kerumah sakit.
Seminggu setelah kejadian naas menimpa Martin dan Tina kini mereka di bawa pulang oleh orang tua Martin kerumahnya.
Semenjak itu Tina di perlakukan baik sebagaimana menantu umumnya mamanya tak lagi membencinya melainkan sangat menyayangi Tina seperti dirinya menyayangi Martin.
__ADS_1
Dua bulan kemudian bidan yang mencuri anak Martin telah di tangkap oleh orang-orang suruhan keluarga Martin.
Disebuah gedung tua yang sudah tak berpenghuni Wulan bidan yang mencuri bayi Martin di sekap.
Dia ketakutan karena merasa gelap dan pengap. Suara langkah terdengar menggema di ruangan tersebut, hati Wulan semakin berdegup kencang dan gemetar bahkan keringat di tubuhnya sudah mengalir di bajunya yang terlihat minim itu.
Wulan bidan muda yang tergila-gila harta dia rela melakukan apa saja bahkan hal yang mustahil pun dia lakukan demi harta.
" Wahhh Wulan Sari nama yang sangat cantik, secantik wajahnya " Suara itu terdengar merdu dan lembut namun bukan berbunga-bunga bagi Wulan yang mendengarnya perasaannya berkecamuk badannya pun bergetar karena takut dan panik ketika melihat siapa orang yang kini ada di hadapannya.
" Wulan dulunya yang aku tau kau seorang bidan yang sangat ramah " Martin mendekatkan wajahnya ke wajah Wulan dia mengelus pipinya lalu menekan kedua pipinya dengan satu jari ibu dan telunjuknya.
" Cepat katakan dimana putriku atau wajah cantik mu ini akan aku rusak hingga kau tak bisa mendapatkan lagi harta yang kau mau dengan wajah mu ini "
__ADS_1
Bersambung...