Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 118


__ADS_3

" Wah aku akan ikut berpartisipasi kak nantinya "


" Tentu "


Dan suasana dalam mobil sungguh damai dan tenang hingga mobil berhenti di Villa tempat Rania tinggal.


Setelah masuk merekapun di duduk menyantai di ruang keluarga, sambil bercerita dan menikmati cemilan yang sudah di sediakan.


*****


Di tempat Alex, kini dia mulai sibuk dengan pekerjaan yang sudah di berikan ayahnya, yaitu mengurus anak cabang dari perusahaannya.


" Hallo iya mah ada apa? "


" Oh Alex nanti kalau pulang jangan lupa belikan susu sama pempers nya Ansel ya "


" Iya mah " Lalu panggilan pun terputus dan Alex melanjutkan pekerjaannya.


Ansel Alexi Wiliam nama bayi yang Alex berikan untuk putranya, yang kini sudah berumur 2 bulan gelak tawa yang di hasilkan bocah itu membuat sang nenek Deby yang sedang bermain dengannya kini merasa bahagia.


Di dekapan sang nenek Ansel begitu bahagia, dan Raisha yang hanya terlihat merenung tak bisa merasakan kebahagian ter sebut.


" Mah " panggil Raisha.


" Iya ada apa? " Deby menoleh ke arah Raisha yang hanya duduk saja melihatnya.

__ADS_1


" Mama jangan benci sama kondisi Raisha yang sekarang ya "


" Mana ada orang tua benci sama anak nya, sudah lah yang penting kamu tetap sehat seperti apapun kondisi mu mama akan tetap mendukung mu Rai "


" Ma Raisha malu dengan Raisha yang sekarang "


" Ssstt.. Sudah diam jangan ngomong begitu lihat anakmu jadikan dia semangat hidup mu okey "


Raisha hanya mengangguk setuju, namun dia tetap bersedih karena melihat kondisi badannya yang mulai tidak fit ditambah rambut yang lama semakin lama merontok dengan banyak karena pengaruh dari kemoterapinya.


Setiap hari Raisha harus berperang melawan penyakitnya, dan posisi Alex pun sekarang sangat berarti baginya. Alex yang memiliki hati lembut dia menelateni mengurus Raisha walau sebenarnya tak ada rasa sayang hanya iba saja yang ada di hati Alex.


Malam telah datang, Alex kini sudah pulang dari kantornya sebelum pulang Alex mampir ke sebuah toko swalayan untuk membeli apa yang sudah di pesankan mamanya. Setelah apa yang dia butuhkan sudah terpenuhi Alex pun pulang menyusuri jalanan.


Alex pun berhenti, di dekatnya lalu membuka jendela nya dan siapa yang dia dapati yang tak lain adalah Luna mantannya.


" Luna, sedang apa kau disini tengah malam sendirian "


" Alex, kau Alex sungguh aku sangat beruntung sekali Alex tolong aku sekarang, aku di usir dari rumah Lex tolong beri aku tumpangan "


" Hah??? "


" Iya Lex kumohon, ajak aku pulang kerumah mu "


" Tapi Lun aku "

__ADS_1


" Tidak Lex kumohon, apa kamu tega tinggalin aku di sini kalo aku kenapa-kenapa gimana "


Alex terdiam, lalu tak berpikir panjang dia pun membukakan pintu mobilnya yang terkunci lalu menyuruh Luna masuk kedalamnya.


Luna yang mengerti maksud Alex dia pun segera mungkin membuka pintu mobil tersebut.


Setelah Luna masuk Alex pun melajukan mobilnya dengan kecepatan maximal.


" Alex "


" Hm "


" Boleh aku numpang beberapa hari dulu di rumah mu "


" Berapa hari? "


" Sampai aku punya pekerjaan "


" Terserah, yang penting kamu jangan buat keributan dirumah dengan Raisha "


" Alex kamu sungguhan nikah sama tuh jalang "


Alex tak menjawab dia terus melajukan mobilnya, Luna yang melihat ekspresi Alex pun terdiam mengerti bahwa dia tak suka dengan orang yang banyak bicara sepertinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2