
" Raisha bagaimana bisa seperti ini, bagaimana dengan kandungan mu? " Tanya Deby dengan begitu panik karena tak mau kehilangan cucunya yang kedua kali yaitu anak dari Tania putri pertamanya yang keguguran dan menyebabkan dirinya sampai sekarang sangat sulit mempunyai anak lagi.
" Mama, Raisha begitu bersyukur mah diberikan kandungan yang begitu kuat sehingga anak ini saat ini masih bisa bertahan di kandungan Raisha " Raisha begitu bahagia sambil membelai perut nya yang sudah sedikit menonjol karena usia kandungnya hampir 5 bulan.
" Syukurlah, sudahlah kamu ambil cuti kuliah dulu atau kuliahnya dirumah aja biar nanti mama yang cari guru terbaik buat kamu, mama gak mau terjadi apa-apa lagi dengan cucu mama ingat mama gak akan maafin kamu kalo kamu sampai kehilangan bayi itu "
Raisha hanya menunduk dia tau bahwa dirinya tak begitu difikirkan di keluarga Alex melainkan yang paling dijaga saat ini hanyalah bayi yang di kandungannya saat ini Ketika Raisha terus memandang perutnya sambil mengelus dia sedikit merasakan gerakan didalamnya sungguh hal itu yang membuat Raisha bahagia dan menjadi teman galaunya selama ini karena diacuhkan oleh Alex .
" Mah dia gerak " dari saking senangnya Raisha, dia spontan memberi tau Deby mertuanya.
" Benarkah? " Deby mendekat ke samping Raisha lalu memegang perut Raisha.
__ADS_1
" Sehat terus ya, cucu oma jangan nakali bunda ya sayang, oma begitu rindu ingin segera melihat wajah mu nak " Deby berbicara dengan perut Raisha seolah dia berbicara langsung dengan bayi yang dikandungan Raisha.
" Iya oma " Raisha menjawab dengan suara yang ia buat seperti anak kecil.
" Terimakasih mah, sudah merawat Raisha selama ini " Raisha berkaca-kaca dia begitu terlihat memprihatin kan di mata Deby.
Deby diam tak menjawab dia hanya mengangguk dan tersenyum lalu tanpa sengaja ia menoleh kearah pintu dimana ada Alex berdiam diri di pertengahan pintu. Alex terdiam dia tak punya Expresi dan begitulah dia setiap hari kecuali dengan Mikayla dia yang hanya bisa tersenyum.
" Sudah tadi mah, mama udah lama disini " Alex melangkah masuk keruangan Raisha lalu duduk disofa yang tersedia.
" Bagaimana dengan anakku Raisha apa kau coba mau membunuh nya atau kau mau balas dendam padaku dengan cara membunuh anakku " Alex bicara dengan nada begitu kesal karena kecerobohan Raisha
__ADS_1
" Alex kenapa kau bicara begitu, aku gak ada niatan seperti itu pada anak kita Lex. Tadi bener aku kesandung bangku di kelas untung ada Alfin yang lekas bawa aku kemari " menoleh kearah Alfin yang juga sudah duduk di samping Alex. Alfin tak menjawab dia hanya memonyongkan mulutnya saja seakan dia mencibir Raisha.
Malang benar nasib Raisha tidak ada orang yang peduli padanya termasuk kedua orangtua nya yang juga mulai acuh kepada nya. Namun semua fasilitas mewah dan semua kebutuhan tetap diberikan oleh keluarga Alex apapun yang Raisha mau pasti Alex dan keluarga nya turuti tanpa ditolak kecuali dia meminta cinta kepada Alex dan keluarganya mungkin itu sangat mustahil kecuali cinta itu datang dengan sendirinya dihati mereka.
******
Mikayla di Villa nya
Mikayla setelah turun dari mobil ia pun melajukan kakinya kedalam Villa, lalu menuju kamarnya sendiri. Dia kini masih seorang diri karena Rani sedang kerja di rumah sakit yang ada di kota tersebut.
Bersambung...
__ADS_1