
" Bukan begitu maksudku, awalnya aku ingin kasih surprise saja tapi sekarang dokter sudah memberi tahunya ya udah gak jadi hehe.. Maaf ya sayang " Raisha memandang Alex penuh sayang.
" Iya gak papa, yang penting sehat semua " Alex hanya tersenyum masam melihat ke arah Raisha.
" Yasudah bu, mari periksa dulu " Dokter Erina menunjuk ke arah ranjang tempat pasien di periksa, dan Raisha pun mengikutinya lalu berbaring di atas nya.
Dokter mengalisa semua perkembangan bayi baik-baik saja mulai dari gerak dan detak jantung nya bahkan berat dan ukurannya semuanya baik.
" Bu Raisha obatnya di rutin kan tiap hari di minum dan jangan lupa susunya juga, sering-sering jongkok dan berjalan santai supaya bayi ketika hendak lahiran bisa cepat lahir, oiya satu lagi kalian bisa menggunakan cara dengan berhubungan badan itu pun bisa membantu mempercepat proses persalinan nantinya "
" Benarkah dok? "
" Iya benar asalkan dengan gaya tertentu saja " Dokter Erina menjelaskan semuanya secara detail hingga selesai.
" Baiklah dok terimakasih semuanya, kalo bsgitu kami permisi selamat sore "
" Iya buk, sore ". Pintu ruangan tertutup, Alex dan Raisha pun pulang ke rumahnya.
Sesampai dirumah, Raisha senyum-senyum sendiri dengan tangan yang masih setia dengan tangan yang bertengger di lengan Alex.
__ADS_1
" Sayang kamu pasti lelah yuk istirahat di kamar " ajak Raisha
" Tidak Rai ini masih sore aku mau... "
" Sayang kenapa tetap panggil Rai, bukannya kamu sudah janji gak akan panggil nama ku seperti itu " Raisha memonyongkan mulutnya kesal.
Alex menghela nafas panjang dan berdecak kesal di hatinya.
" Hmn iya Raisha sayang maaf ya " dengan terpaksa Alex harus membujuknya, dan begitulah dihari-hari sebelumnya berpura-pura sayang kepada Raisha.
" Awas jangan ulangi lagi ya "
" Yaudah ayo kekamar, aku ingin tidur sore ini capek sekali tubuhku " Raisha menarik Alex yang terlihat enggan untuk mengikuti ke mauannya.
Sesampai di kamar, Raisha langsung memasuki kamar mandi. Tak selang beberapa menit ada suara teriakan terdengar di dalamnya.
" Sayaaaang " Raisha berteriak memanggil Alex yang tengah sibuk dengan ponselnya.
" Ada apalagi sih " Alex menggeruntu pelan, sambil menaruh ponselnya di meja lalu menghampiri Raisha yang memanggilnya tadi.
__ADS_1
Alex membuka pintu kamar mandi, lalu melihat ke arah Raisha yang tak memakai sehelai benang di tubuhnya.
" Astaga Raisha " Alex menutupi wajahnya, karena Raisha menyemprorkan air di badan Alex dengan shower.
" Raisha hentikan, kamu bohongi aku ya " Alex terus menutup wajahnya supaya air yang Raisha semprotkan tidak mengenai hidung dan matanya.
" Kenapa panggilnya Raisha "
" Duh ya tuhan, iya maaf sayang sudah hentikan jangan semprot lagi "
" Gak mau, biar sekalian kita mandinya bareng " Raisha terus menyemprotkan air ke tubuh Alex hingga badan Alex basah kuyup.
Raisha menarik tangan Alex menuju kedirinya, dan kini mereka berhadap-hadapan.
Alex menatap wajah Raisha bukan Raisha yang muncul tapi Mikayla, bagi Alex wajah Raisha berubah menjadi Mikayla yang sangat ia rindui selama ini.
Alex tak bisa bicara apa saat Raisha menyentuhkan bibirnya ke bibir Alex, Raisha mendalami ciumannya dan membangkitkan nafsu Alex yang sedang menganggap diri Raisha adalah Mikayla. Dibawah siraman air mereka berciuman dengan tangan Raisha menggelantung di leher Alex dan tangan Alex yang perlaham menyentuh pinggang Raisha, namun ketika Alex tersentuh dengan perut Raisha yang buncit dia pun tersadar dan terkaget.
Bersambung...
__ADS_1