Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 175


__ADS_3

Mikayla yang merasa mules dia berpamitan untuk ke toilet dan diapun meninggalkan area pesta.


Setelah selesai dari toilet Mikayla berjalan santai melewati trotoar kecil yang ada di hotel itu dia mendapati seorang anak kecil sedang menangis sambil duduk.


" Mama, papa, Huhuhuhu " isak tangis anak itu terdengar sampai telinga Mikayla, dan Mikaylapun menghampirinya.


" Sayang... " Mikayla menyentuh lengan anak itu dan berhasil menengadah kearah Mikayla.


Mikayla menatap anak itu aneh seakan tatapannya kosong, dan anak itu berhenti menangis lalu meraba pipi Mikayla.


" Mama.. " ucapnya yang terlihat bingung.


Mama? batin Mikayla bingung.


Apa dia mengalami kebutaan dia tak bisa melihat aku siapa? dan merasa aku ibunya oh kasihan sekali kau berwajah tampan sayang tapi kau sedang buta. Mikayla memeluk anak itu menenangkan nya untuk sementara.


" Mama aku takut ma " ucapnya lagi dan membuat Mikayla tersadar.


" Sayang aku bukan mama mu, dimana mama mu nak? "


Anak itu pun menjauh melepas pegangannya ketika dia tau jika di depannya bukan mamanya.


" Siapa kamu, " tudingnya tapi tak kearah Mikayla dan membuat hati Mikayla terenyuh.

__ADS_1


" Sayang jangan takut aunty orang baik sini gedong aunty, dan akan aunty carikan mamamu nak " Mikayla kembali mendekat


" Tidak mama bilang Ansel tak boleh percaya kepada orang asing begitu saja karna belum tentu dia baik di tambah Ansel tak bisa melihat pasti kau hanya berbohong lalu kau menculik Ansel dan membunuh Ansel lalu... " anak itu terdiam ketika Mikayla memotong ucapannya


" Lalu kau di bedah dan di jual organ tubuh mi begitu " lanjut Mikayla yang membuat anak itu mengangguk.


Polos sekali anak ini Batin Mikayla yang tersenyum menghadapi kejujuran Ansel.


" Tidak sayang aunty orang baik kalau aunty berbuat jahat aunty akan masuk neraka dan di benci tuhan sekarang ayo aunty gendong Ansel dan membawa Ansel kembali sama papa mama "


" Aunty ngak bohong kan? Aunty janji? "


" Iya sayang ayo sini raih tangan aunty lalu peluk aunty pegang yang erat ya " ucap Mikayla lalu menuntun Ansel ketubuhnya untuk di gendong.


" Ansel itu namamu? " tanya Mikayla sambil mengajak Ansel ngobrol.


" Iya sayang, oia kalau boleh tau siapa mama papa mu? "


" Mama ku Erina kalo papa ku Alex ya begitu lah yang aku tau aunty "


Deg... Hati Mikayla berdebar mendengar nama Alex terucap dari mulut anak itu.


Mikayla terhenti dan dia melogo melihat seseorang seperti kebingungan.

__ADS_1


Alex... Mikayla melihat Alex yang sedang seperti orang bingung, lalu menoleh ke arah Mikayla dan dia juga tercengang.


Apa ini anak nya Alex, tapi dia bilang mamanya Erina bukan Raisha.. Siapa Ansel ini Batin Mikayla yang tampak bingung.


" Aunty kenapa berhenti? Aunty jangan macam-macam ya nanti Ansel bilangin sama papa loh ya " kata Ansel yang kembali bicara karena takut di bohongi Mikayla.


" Ansel sayang " ucap dari kejauhan seorang lelaki yang tak lain adalah Alex mendekat ke arah Mikayla dan Ansel.


" Papa... " Ansel kegirangan mendengar suara papanya memanggil lalu meminta turun dari gendongan Mikayla dan Mikaylapun menurunkannya.


" Ansel.. Papa khawatir sayang, Ansel kenapa pergi dari pengawasan bibi sayang bibi sama mama cariin Ansel kemana-mana "


" Iya pah maaf Ansel tadi gak tau mau kemana Ansel takut pa tapi untung ada aunty ini yang mau bantuin Ansel " tunjuk Ansel sembarang arah walau tak tepat kearah Mikayla tapi tujuannya kepada Mikayla.


" Kay.. " ucap Alex sambil menoleh ke arah Mikayla.


" Dia anakmu " Mikayla tersenyum getir.


" Sangat tampan seperti dirimu, namanya juga bagus dan dia pintar tolong awasi dia jangan kau buat dia bersedih gak tega aku melihat dia menangis seperti tadi "


" Iya terimakasih dan maaf untuk semuanya "


" Tidak ada yang perlu di maafkan, semuanya sudah tuhan yang atur, oia dimana Raisha dan kenapa dia bilang kalo mamanya Erina siapa dia maaf aku merindukan sahabatku bukan berniat mencampuri keluargamu " ucap Mikayla yang terlihat getir tapi berusaha tetap tenang menyaksikan lelaki yang dulu di cintainya kini sudah menggendong anak dan itu pula anak sahabatnya.

__ADS_1


" Raisha... " Alex terhenti karena seperti ada orang yang menyebut namanya


Bersambung...


__ADS_2