Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 80


__ADS_3

" Hemm orangnya sekarang ada di depanku "


Hana bingung dia celingukan mencari kasana kemari tapi tak menemukan orang lain disana selain dirinya dan Mikayla.


" Jadi maksudmu orangnya aku, aku pemilik kamar ini gitu "


" Hemm " Mikayla mengangguk sambil tersenyum.


" Jangan ngaco kamu Kay kapan aku ada uang buat beli apartemen semewah ini, yang kemaren ajah cicilannya belum lunas apalagi yang ini "


" Iya benar itu, udah lah jangan ngebantah ini pin nya, sekarang ini adalah apartemen milik mu dan kita bisa bertetangga kamu lihat disana " menunjuk ke arah pintu kamar yang masih tertutup.


" Itu kamarku, kita bisa bertemu tiap hari iya bukan "


Hana tak menjawab dia masih menganga tak percaya akan dirinya saat ini, mimpi aku semalan tuhan. Begitulah fikirannya saat ini.


" Tapi Kay akukan gak membeli apartemen ini, aku gak ada uang sungguh "


" Hussst jangan bicara begitu, ini hadiah dari kakak buat kamu karena kamu udah lulus tes berat itu, dia tak mau siswa secerdas kamu harus tinggal di tempat tak berkwalitas seperti itu, kata kakak itu akan menurunkan kadar isi otak mu yang cerdas " sambil menghempaskan tubuhnya disebuah ranjang yang ada di kamar tersebut.


" Wah perkataan kakakmu terlalu sadis ya, tapi makasih ya bilangkan sama dia sungguh aku tak tau harus bilang apa sekarang sungguh seakan-akan semuanya adalah mimpi bagiku "

__ADS_1


" Yasudah kamu melihat-lihatlah nanti kalo sudah mampir ke kamarku yah " Mikayla melangkah pergi


" KAY Tunggu... " Hana mengejar Mikayla yang sudah ada di ambang pintu.


" Apa? " Mikayla berhenti dan menoleh ke arah Hana.


" Itu Kay aku boleh minta anter ke departemen yang kemaren "


" Ngapain kesana barangmu sudah dipindah kesini semua " Mikayla bicara seakan dia mengerti isi pikiran Hana.


" HAH " Hana menganga tak mengerti apa maksud Mikayla


" Iya coba cek saja, di kamar sebelah sana " menunjuk keruangan yang belum Hana datangi. Hana menoleh ke arah yang Mikayla tunjuk.


Hana tak menjawab dia langsung berhambur meninggalkan Mikayla memastikan setiap omongan Mikayla benar. Mikayla hanya geleng kepala dan meninggalkan Hana di apartemennya yang baru.


Sampai di kamar Mikayla membersihkan dirinya di kamar mandi


Ketika Mikayla mencari-cari pakaian dia mendapati ponselnya mendapatka panggilan dari papanya.


" Hallo pah? " Mikayla mengangkat telpon papanya.

__ADS_1


" Hallo sayang, bagaimana kamu suka dengan apartemennya? "


" Iya pah suka banget, oia papa tau temen Kayla sama kak Rani di kasih apartemen juga loh jadinya aku seneng banget pah, bikin tambah betah tinggal disini dengan tetangga yang aku kenal " Mikayla meritakan banyak hal tentang dirinya dan Hana selama ini.


" Hmm syukurlah kalo kamu betah dan senang disana, papa kangen Kayla "


" Iya pah, Kayla juga kangen papah, papa sehat-sehat ya disana "


" Iya sayang Kayla juga, belajar yanh giat supaya pulang bisa jadi dokter kaya mamah "


" Pasti pah, udah dulu pah Kayla mau ganti baju habis mandi "


" Ok ok sayang, bye Kayla "


" Bye papa.. Mmmuah sayang papa "


Panggilan berakhir.


Alen hanya tersenyum bahagia mendapati anaknya sayang kepadanya.


" Tuan waktunya meeting " ucap Kenzo yang sedari tadi menunggu Alen yang tengah bersibuk ria telfonan dengan putrinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2