Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 29


__ADS_3

Mobil yang Mikayla tumpangi kini ada di depan sekolah. Banyak siswa memperhatikan Mikayla, karena bagi mereka itu bukan hal biasa jika Mikayla di antar oleh mobil mercy kecuali dia datang dengan Alex dengan mobil sportnya yang terkategori mahal, walaupun sebenarnya lebih mahal dari mobil mewah milik pribadi Mikayla.


Hari-hari sebelumnya Mikayla selalu minta diturunkan dari mobil asisten ayahnya itu di tinkungan dekat sekolahnya karena tak mau terkesan seperti teman-teman lainnya yang di antar jemput dengan mobil mewah dari keluarga nya.


Dengan niatan Mikayla ingin menutupi kehidupan mewahnya agar terhindar dari teman yang selalu memanfaatkan kekayaan dan kepolosan nya, dia berharap hanya orang tertentu saja yang dia percayai dapat menjadi teman nya, Namun salah kini dia sudah dikhianati oleh orang orang tersebut.


" Kenapa paman berhenti disini sih, bukankah paman sudah tau kalo aku biasanya berhenti di tikungan sana " Protes Mikayla di dalam mobil.


Mikayla kesal akan perbuatan asisten ayahnya itu yang berpura-pura lupa bahkan tak menjawab pertanyaan Mikayla, asisten itu hanya tersenyum dan membukakan pintu mobilnya untuk Mikayla sambil membungkukkan badan padanya.


" Paman tak usah seperti itu, malu tahu kelihatannya " ucap Mikayla sambil menatap kesegala arah dimana para siswa menatapinya dengan berbisik bisik dengan teman di sebelahnya entah apa yang mereka bisiki Mikayla tak bisa mendengarnya namun bisa mengetahui arti dari tatapan matanya.


" Maaf nona, ini memang yang seharusnya. Masuklah nona saya masih ada kepentingan yang harus saya selesaikan di sekolah ini "


" Terserah tapi hanya untuk hari ini tidak untuk lain kali " Mikayla melangkah pergi dengan sangat kesal menuju kelasnya.


Si asisten hanya mengangguk dan tersenyum kearah Mikayla lalu melajukan kakinya menuju ruang kepala sekolah.


" Alex? kamu disini? " Tanya Mikayla yang mendapati Alex tengah duduk dikursi milik Mikayla.

__ADS_1


" Iya sayang, maaf ya hari ini gak bisa jemput dan antar pulang kamu lagi " sendu suara Alex dengan perasaan yang begitu bersalah.


" Gak papa kok Lex, aku memahami kok maksud mu " Duduk Mikayla di kursi yang sehabis Alex tempati.


" Ayo ke kantin Kay, lama kita gak makan bareng "


" Okey aku simpan tas dulu ya " Mikayla menyimpan tasnya di dalam loker meja.


Dengan bergandeng tangan mereka menuju kantin, namun tetapi langkah mereka terhenti ketika suara Raisha memanggil dari belakang.


" Kayla "


" Eh Raisha dari mana kamu "


" Eh iya kami mau ke kantin, sakalian yuk kalo mau ikutan gabung " ajak Kayla dengan wajah polosnya membuat Raisha begitu sumringah dan sangat menyetujui usulan Mikayla.


Berbeda dengan Alex wajahnya menjadi resah dan marah akan kehadiran Raisha diantara mereka.


" Boleh kan Lex? aku ikutan dengan kalian " tanya Raisha dengan wajah liciknya.

__ADS_1


" Terserah " Alex hanya melangkah maju mengandeng cepat tangan Mikayla.


" Alex ada apa? pelan dong sakit tau tangan ku "


" Maaf ya sayang aku gak bermaksud kok nyakiti kamu, hanya keburu saja sampe kantin " Ujar Alex dengan sedikit melonggarkan pegangannya.


" Hemm laper pake banget tah kamu lex? "


" Hehe ya begitulah "


Mereka pun sampai di kantin dan memesan menu sarapan sesusai kesukaan mereka.


" Lex mana teman mu yang slalu buntutin kamu kok gak nongol " ujar Raisha yang sok akrab dengan Alex.


" Gak tau "


" Iiih judes amet sih "


" Sudah diam ganggu saja kamu "

__ADS_1


" Alex jangan gitu diakan tanyanya baik-baik kok malah kamu seperti marah saja " timpal Mikayla dengan menegur sikap Alex.


Bersambung...


__ADS_2