Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 78


__ADS_3

Resepsionis itu terdiam tak mau angkat bicara


" Urusan kalian berdua selesaikan di ruangan saya. Dan untuk tuan muda anda sudah di tunggu tuan William di ruangannya, saya permisi " Edward menunduk ke arah Alex sebagai tanda hormatnya.


" Eh tunggu om " Alex menghentikan langkah Edward


" Iya tuan, ada apa lagi " Edward menoleh ke arah Alex.


" Dimana ruangan papa? " tanya Alex dengan wajah polosnya yang tak menyadari bahwa ucapannya itu membuat semua orang yang mendengarnya terkejut apalagi lelaki yang sudah memukulnya tadi begitu kaget dan terdengar suara menyesal dibibirnya.


" Astaga dia anaknya direktur, matilah aku sudah menghantam nya tadi " begitulah kata dari si lelaki yang habis berkelahi dengan Alex.


Banyak karyawan yang ada disana heboh dan berbisik-bisik apalagi para karyawan wanita yang memang sudah terpesona ke wajah Alex kini semakin berminat untuk mendapatkan hati Alex.


" Gila dia anak pak Willi, cakep banget ya " seru karyawan wanita yang memuji ketampanan Alex.


Edward yang menyadari hal itu langsung membubarkan para karyawan yang masih ber kerumun di Tkp.


" Sudah kalian bersantai nya, mau saya pecat? " ucap Edward dengan tatapan tajamnya.


" Eh maafkan kami pak, tidak pak jangan pecat kami " merekapun berhambur kembali ke pekerjaan masing-masing.

__ADS_1


" Ayo kalian berdua ikut saya, sekertaris Adel tolong antar tuan muda ke ruangan direktur "


" Baik pak " wanita bernama Adel membungkuk serta mengawal Alex untuk menemui William.


Edwardpun membawa pria dan resepsionis tadi yang sudah berhasil membuat suasana kantor memanas tadi dan kini telah kembali stabil seperti biasanya kecuali dua orang yang kini harus masuk ke dalam lubang neraka bagi mereka berdua.


" Silahkan tuan, bapak direktur ada didalam " Abel melangkah pergi usai mengantar Alex kedepan ruangan William.


Tok tok tok....


Alex membuka pintu


" Pah ini Alex " Alex menongolkan kepalanya di ambang pintu .


Alex melangkah masuk kedalam namun dia bingung kenapa disana ada papanya Raisha juga sedang duduk di sofa.


" Duduklah dimari Lex " William menepuk sofa di sebelahnya.


Alex hanya mengiyakannya lalu ikut duduk bersama ayah dan mertuanya.


" Alex ada apa dengan wajahmu, kenapa memar? " tanya Henry yang tengah memandangi wajah Alex.

__ADS_1


" Oh ini, tadi dibawah ada kesalah pahaman tapi om Edward sudah mengatasinya. Om kenapa bisa disini? "


" Om? oh saya ada hal penting dengan papamu " jawab Henry dengan suara kakunya


" Oh gitu, papa suruh kesini ada apa pah? "


" Alex papa tegasi sekali lagi dia mertuamu bukan lagi orang lain mertua sama halnya orang tua jangan panggil dia om panggi dirinya papa " tegas William yang mengetahui raut wajah sakit hati Henry atas perlakuan Alex pada nya.


" Pah tapi... " Alex membantah


" Gak ada tapi Lex cepat minta maaf kepadanya "


" Hmm baiklah, maafkan saya pah " Alex dengan penuh hati berat dia meminta maaf dan memanggil sebutan papa ke pada Henry.


" Tidak papa Lex, papa tau dan mengerti dengan mu. Papa harap kamu perlahan-lahan bisa menerima semua ini dengan ikhlas " jawab lembut Henry kepada Alex yang hanya menunduk tak menjawab lagi.


Suasana jadi hening, kini Alex hanya diam membisu dan mulailah William mengatakan apa yang ingin di katakan kepada Alex.


" Alex papa mau bicara serius sekarang denganmu "


" Bicara ajah pah, gak usah pake acara kaya orang mau di itrogasi ajah " Alex menjawab santai.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2