Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 18


__ADS_3

" Mikayla "


" Apa? "


" Kamu sudah ada pacar belum? "


" Gak ada "


" Kalo gitu mau ya jadi pacarku "


" Gak mau "


" Kay aku janji bakal turuti apapun yang kamu mau "


" Eh pangeran denger ya.. " menjeda ucapannya


" Pangeran? siapa pangeran? " Alex mengernyitkan dahi karena ucapan Mikayla.


" Kamu? namamu pangeran bukan? " Mikayla menjawab dengan wajah polosnya.


" Hah aku pangeran? kataku namaku pangeran? hahahahha " Alex tertawa ketika Mikayla mengatakan bahwa dirinya bernama pangeran, sekarang giliran Mikayla yang menjadi bingung


" Kenapa kamu tertawa bukankah namamu memang pangeran, tadi saja siswi itu bilang kalau kamu pangeran nya mereka, dan sering juga aku dengar dari mulut Raisha menyebut namamu pangeran "


Alex pun gemas dengan sikap Mikayla, dia mengacak-acak rambut Mikayla lalu mencubit hidungnya.

__ADS_1


" Aw sakit tau " Mikayla mengelus hidungnya dan merapikan rambutnya.


" Kay kamu tuh cantik tapi ketinggalan sekali ya, ngapain aja kamu selama ini hah, cuma belajar tok ya. Degarkan ya namaku tuh Alex tapi banyak siswi yang menyukai ku karena ketampanan dan kekayaanku jadi mereka sering memanggil ku pangeran dan itu hanya julukan saja dari para fans ku " ujar Alex dengan sangat percaya diri.


" Hweekk, kamu tampan dih PD sekali "


Mereka terus berbincang dan bercanda, membuat Mikayla melupakan segala masalah di kepalanya.


**********


Alfi tengah berjalan menyusuri lorong sekolah, hendak menuju Alex dan Mikayla berada namun dia di hentikan oleh Raka temannya


" Fin gawat Fin ! " Ucap Raka tergesa-gesa


" Ada apa? ngomong dong yang bener "


" Kita mau kemana pelan-pelan dong " Alfin berjalan dengan cepat karena seretan dari Raka. Lalu mereka terhenti di sebuah kerumunan para siswa yaitu di area parkir sekolah.


" Eh ada apa kenapa pada kumpul disini? " Tanya Alfin yang terlihat bingung dengan para siswa disana.


" Tuh lihat " menujuk ke satu titik, dimana disana terlihat motor Mikayla sudah rusak parah dan ban motor nya sudah berlainan dengan badannya.


" Astaga apa yang terjadi? kenapa bisa begitu? " Alfin menutupi matanya.


Alfin langsung merogoh isi sakunya, dia mengambil benda kecil yang bernama hp. Alfin disana mencari sebuah nama Alex yang ia simpan dalam kontak di hpnya, lalu menghubungi nya.

__ADS_1


Alex yang tengah asik bercanda dan menghibur Mikayla, kesal dengan sebuah nada yang berbunyi dari hp miliknya.


" Siapa sih yang berani ganggu aku? " Lalu dia mengambil hp di sakunya. Alfin begitulah tulisan yang tertera di layar hpnya.


" Ada apa? sudah ku bilang jangan ganggu aku sekarang " ujar Alex kesal.


" Maaf Lex tapi ini penting, menyangkut Mikayla "


" Ada apa memangnya, Mikayla sekarang dengan ku dia baik-baik saja " Mikayla mengeryit kenapa Alex menyebut namanya, ada masalah apa lagi ini? begitulah artian dari kebingungan nya.


" Iya aku tau itu tapi sekarang kamu sama Mikayla cepatlah kemari di parkiran sekolah aku tunggu " Alfin mematikan sambungan nya.


" Kurang ajar dia mematikan telpon nya duluan " Alex terlihat kesal karena ketika ia hendak bicara namun Alfin sudah memutuskan sambungan telponya terlebih dahulu.


" Ada apa, kenapa sebut namaku tadi " tanya Mikayla.


" Sudah, aku juga gak tau ayo sekarang ikut aku " Alex langsung berdiri dan menarik lengan Mikayla.


" Hey jangan tarik-tarik gitu dong, sakit tau " Mikayla memprotesi sikap Alex dia berusaha melepaskan pegangannya. Namun apalah daya, Alex hanya melonggarkan tangannya namun tidak melepaskan pegangannya pada tangan Mikayla.


Banyak mata jahat yang melihat kejadian tersebut, tak lain dari fans Alex yang menatap iri dan benci terhadap Mikayla.


Mikayla menyadari hal tersebut namun dia tak menghiraukan nya, bukan urusanku itulah slogan yang selalu ia pegang teguh dalam prinsip hidup nya yang tak suka bercampur tangan dengan orang yang merasa tidak penting dalam hidupnya.


Sesampai di tempat tujuan Alex, Mikayla terbelalak kaget melihat apa yang telah terjadi di depan matanya. Motor kesayangan, kenang-kenangan dari mama satu-satunya kini hancur terlihat jelas di depan matanya. Entah tangan jahat siapa yang berani melakukan nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2