
Hari perhari telah berlalu kini hubungan Rafa dan Mikayla semakin membaik dan semakin dekat Mikayla sudah melupakan Alex sepenuhnya dan itu sangatlah membahagiakan bagi Rafa.
Hari ini adalah hari dimana Mikayla sangat sibuk dengan Hana, Rania, Rafa, Revan dan Jordan yang kini sudah menjadi tunangan Hana setelah kemaren saat di london dia bertemu dengan orang tua Hana dan di saat itu pulalah Jordan melamar Hana dan mengadakan pesta untuk mengesahkan pertunangan mereka.
" Kay kayaknya ini kurang bagus " ucap Rania yang sedang menilai tata dekorasi pelaminan di gedung itu.
" Sudah kakak lakukan yang terbaik, Kay sama Rafa mau ke bagian catering dulu mau lihat sampai dimana mereka bekerja oia Hana dimana? "
" Emm tadi dia pamit ke toilet, itu Jordan " Revan menunjuk ke arah Jordan yang sedang duduk mengamati orang bekerja merias gedung besar itu.
Rafa yang menoleh pun langsung menghampiri Jordan dan berbicara kepadanya, setelah Jordan terlihat mengiyakan ucapan Rafa, Rafa pun kembali kepada Mikayla dan, Rania serta Revan.
" Ada perlu apa sama mereka " tanya Rania dngan tatapan mengintimindasi.
" Gak ada cuma saja aku suruh dia antar undangan setelah kedatangan Hana tar lagi yasudah kalo gitu Rafa pergi dulu ya kak sama Kayla "
" Oh itu yaudah sana hati-hati oia kalo ada carikan kakak mangga ya kayaknya kakak pengen buah mangga "
__ADS_1
" Siap, " kata Rafa biasa,
Namun berbeda dengan Mikayla
" kakak hamil? " tanya Mikayla serius dan itu membuat Revan dan Rafa membelalakan mata.
" Hah ada-ada ajah, aku cuma pengen ajah emang yang boleh makan mangga cuma bumil enggak juga kan? "
" Yah juga sih, tapi aneh lo kak? " tanya Mikayla dengan menggaruk dengkulnya yang tidak gatal.
" Emang kenapa kalo hamil toh ada bapaknya kan " ucap Rania sambil melirik ke arah Revan.
" Hisss apaan sih, sudah cepat sana kalian berangkat jangan buat aku menunggu lama hingga ileran aku gak suka itu " ucap Rania mengibaskan tangannya menyuruh Mikayla dan Rafa lekas bergegas.
" Kakak beneran hamil ta kak? " ucap Rafa masih tak berkutik dari tempatnya dia masih kepo atas kakaknya.
" Rahasia tuhan, sekarang kamu sana cepat pergi nanti kabar itu akan segera juga kalian denger " ucap Rania dengan segera mendorong Rafa dan Mikayla agar tak terlalu banyak bertanya kepada Rania.
__ADS_1
Rafa dan Mikaylapun melangkah pergi.
" Sayang kamu hamil? " tanya Revan lagi, dan tidak Rania jawab hanya dengan senyum dan meninggalkan Revan.
" Sayang tunggu mau kemana kamu? " tanya Revan sambil berlari mengejar istrinya.
" Raf kamu merasa aneh gak sama kak Rani? " tanya Mikayla yang ada di dalam mobil saat ini bersama Rafa.
" Iya aneh, tapi sudahlah gak guna juga nanti bakal tau juga apa kebenarannya, sekarang kita harus berfikir dapat mangganya dimana ini aku gak tau sekarang kan belum musimnya kalo kakak beneran hamil aku gak mau punya ponakan ileran hiss menyusahkan sekali? " ucap Rafa sedikit frustasi karena pesanan kakaknya yang menyulitkan.
" Hiiis Rafa kok gitu sih " jawab Mikayla dengan mulut mengkerucut.
" Ada apa sayang, kenapa wajahnya di tekuk gitu, jelek tau? " ucap Rafa sambil menoleh sekilas kearah Mikayla.
" Kesel ajah " jawabnya ketus
" kenapa bisa sayang??? aku ada salah apa coba? " tanyanya lagi
__ADS_1
Bersambung...