Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 9


__ADS_3

Semua perkiraan Mikayla terhadap mama mudanya itu sangat lah betul yang tak lain dia adalah Elena, gadis cantik bak selebriti yang menikahi pria paruh baya yang telah memiliki satu anak berumur dewasa seperti dirinya. Dengan alasan karena papa Mikayla adalah seorang pengusaha sukses yang kaya raya, Elena hanya memanfaatkan kekayaan Ferdinan yang tak lain adalah papa Mikayla.


Mikayla tampak berlinang air mata ketika menceritakan semua kejadian yang telah menimpa nya selama ini, Rafa pun hanya mengelus rambut Mikayla lembut.


" Sabar ya, maafkan aku harus pergi meninggalkan mu saat itu, maaf tidak bisa menemanimu disaat kamu berduka, sedangkan kamu slalu menemaniku saat suka maupun duka " Rafa merasa bersalah dia menyeka air mata di pipi Mikayla,


" Sudah lah gak papa ini sudah takdir tuhan, mungkin tuhan sedang merindukan mamaku, dan menginginkannya di sisinya. Dan untukmu, aku memakluminya kok "


" Aku berturut duka cita ya atas kematian mama mu, semoga beliau bahagia disisi tuhan amin "


" Amin yasudah aku makan dulu yah " Mikayla memakan nasi yang sudah tersedia di meja karena tadi pelayan telah menaruhnya.


Mikayla menyantap makanan dengan rasa yang begitu pahit, walaupun rasa sebenarnya sangatlah enak karena itu makanan favorit nya. Seperti sulit di telan, perut yang tadi terasa amaat lapar sekarang menjadi kenyang begitu saja. Dengan sangat terpaksa dia menghabiskan makannya dengan alasan tak mau membuang makanan cuma-cuma karena itu rezeki dari tuhan yang tak boleh ia buang. Selesai menghabiskan makan dan minum nya dia beranjak dari duduknya.


" Raf aku duluan ya, Mama Elen takut khawatir " walaupun sebenarnya sangatlah tidak mungkin karena dia begitu tidak perduli kepada Mikayla.


" Baiklah hati-hati dijalan, oia Kay tunggu dulu " menarik tangan Mikayla.

__ADS_1


" Ada apa Raf " Mikayla menoleh ke arah Rafa dan menatap tangan Rafa yang tengah memengangi lengannya.


" Eh maaf hee.. (melepaskan tangannya dari lengan Mikayla) Besok ada waktu ngak? aku kangen sama kamu, dan besok lusa aku akan berangkat kuliah keluar negeri. Mau kan temani aku jalan-jalan sehari saja buat perpisahan kita " mohon Rafa dengan mengatupkan kedua tangannya di dada.


" Huffft baik lah, sepulang sekolahku kita ketemu di taman kota ya, aku pulang sekitar ljam 2 habis ganti baju dirumah aku akan menemuimu. "


" Baiklah, pastikan datang ya aku tunggu disana "


Mikayla hanya menjawab dengan gerakan tangan membentuk O yang tandanya ok! sambil berlalu menghampiri kasir membayar pesanannya beserta mengambil pesanannya untuk di kasih kepada pak Tito security dirumahnya.


Mikayla melajukan motornya dengan cepat, 15 menit kemudian sampai lah dia di depan rumahnya. Pak Tito membukakan pintu pagarnya untuk Mikayla.


" Makasih non, Maaf merepotkan nona "


" Gak papa pak, Mama belum pulang pak? sepertinya mobilnya gak ada "


" Iya non belum, Nyonya tadi tidak bilang apapun kepada saya non "

__ADS_1


" Oh yasudah pak gak papa, yasudah pak saya masuk dulu. Makan sana cepat pak keburu gak enak nanti makananya "


" Baik non terimakasih non "


" Iya sama-sama pak marik pak "


" Ngeh non " Pak Tito menutup kembali gerbang rumahnya.


Mikayla memarkirkan motornya digarasi rumahnya, tak terlihat disana mobil milik Elena hanya mobil keluarga dan mobil Mikayla saja terparkir rapi.


" Kemana Elena jam segini belum pulang " melihat arah jarum jam di tangan nya


Hari yang mulai sore menampak kan warna merah menyala, menyinari rumah megah milik keluarga Mikayla. Mikayla membuka pintu rumahnya, terlihat barang mewah namun tak tampak kehidupan yang bahagia di dalamnya. Mikayla menuju kamarnya lalu membenamkan diri di sofa duduk cantik sambil mendengarkan lagu kesukaan nya, sembari mengulang kembali pelajaran sekolahnya.


Mikayla adalah murid rajin dan berprestasi di sekolahnya bahkan di sebut bintang sekolah yang kebangaan para guru.


Malam mulai larut, Mikayla membuka pintu kamarnya dia melihat keseliling rumah masih tetap sama, sepi hanya ada Mikayla disana.

__ADS_1


Mikayla memasuki dapur, lalu memasak mie instan dan telur goreng tak lupa sayur yang sudah tersedia di lemari es. Mikayla membuat dua porsi untuk pak Tito dan dirinya karena dia tau jika pak Tito tidak ada yang mengantar makanan kecuali jika ada bi Rina sang asisten rumah tangga Mikayla.


Bersambung....


__ADS_2