Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 168


__ADS_3

" Dimana Erina Pak? " tanya Rafa celingukan mencari keberadaan seseorang.


" Oh nona Erina baru saja keluar, maaf tuan ada perlu apa? saya bantu sampaikan sama nona nanti atau lewat telpon sekarang jika itu perihal penting "


" Emm sebenarnya tidak penting sih pak, cuma aku ada mau tanya sesuatu oia kalo boleh tau pohon mangga di belakang masih ada ngak pak? " tanya Rafa to the point langsung ke intinya.


" Oh itu masih tuan, dan sekarang sudah berbuah tapi masih muda kenapa tuan? "


" Oh bentar ya pak aku telpon kakak dulu soalnya dia tadi bilang ngidam pengen mangga tapi akunya cari keliling di pasar gak nemu buah mangga pas ke ingat disini ya aku langsung tancap gas sapa tau ada " ucap Rafa sedikit berbohong agar tak malu kepada Boby.


Boby pun tersenyum.


" Baiklah tuan, kalo begitu saya pamit sebentar kedapur untuk mengambil minum buat tuan dan nona muda "


" Ah iya pak, makasih " Boby pun berlalu meninggalkan Rafa dan Mikayla.


" Raf aku bingung dimana ini, rumah siapa ini ? " tanya Mikayla mengeluarkan isi kepalanya sedari tadi.


" Bentar ya sayang, tanya nanti akhiran sekarang kita fokus sama mangga dulu ini kakak mana kok gak angkat telponku " Rafa berusaha menghubungi Rania.


Setelah beberapa menit panggilan pun terhubung.


" Kak, aku gak nemu mangga yang mateng cuma ada mangga yang mentah dan masih muda "

__ADS_1


" Ah benarkah, aku mau Rafa iya bawakan yang banyak buat kakak ya " ucap Rania dari sebrang dengan nada kegirangan.


" Kakak yakin, gak takut kecut? " ucap Rafa dengan nada khawatir


" Ah Rafa, kakak memang mau yang seperti itu, udah ya kakak sibuk kakak tunggu mangganya ok bye " Rania mematikan panggilannya.


" Kakak aneh dia seneng banget aku bilang adanya cuma mangga muda? " ucap Rafa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Mungkin dia beneran hamil "


" Yah semoga saja, biar tambah dewasa dia biar gak kayak anak kecil terus capek liatin aku kalo lagi manja sama kak Revan "


" Dihh segitunya kamu ajah sering gitu ke aku " balas Mikayla tak terima jika Rania di jelekkan oleh Rafa.


" Sayang jangan gitu dong, berarti kalo kak Rani hamil sebentar lagi kita bakal punya ponakan dan aku jadi om kamu tante "


" Kenapa senyumnya gitu sayang kayak yang marah saja "


" Ya marah lah, orang dari tadi bingung, kamu malah bahas yang lain " Mikayla memanyunkan bibirnya.


" Ini nih yang buat aku gemes terus " cubit Rafa di pipi Mikayla.


" Aw sakit tau " Mikayla menyentuh pipinya dan mengelusnya.

__ADS_1


" Iya maaf sayang, baik aku jelasin yah. Ini rumah milik sahabatku Erina kami seperti saudara tapi karena aku belajar di Inggris di waktu yang lama makanya kami gak pernah ketemu dan hanya sekarang ini aku berkunjung kemari tapi sayang Erina gak ada, dia pasti marah gara-gara aku gak undang dia kepesta pertunangan kita " dan Rafapun menjelaskan tentang hubungannya dengan Erina.


" Tuan, nona muda silahakn ini minum dulu " Boby datang dengan di ikiti pelayan wanita yang membawa nampan berisikan jus beserta cemilan dan buah.


" Terima kasih pak, oia boleh aku bicara dengan Erina apa pak Bob bisa menghubunginya sekarang " tanya Rafa sambil meneguk sedikit jus yang tersuguhkan karena dia merasa haus.


" Oh baik tuan, tunggu sebentar " Boby pun mengeluarkan ponselnya dari saku dan menghubungi majikannya.


2 menit kemudian panggilanpun tersambung.


" Hallo " suara perempuan terdengar dari balik ponsel Boby.


" Hallo Er, ini aku Rafa " ucap Rafa yang kini sudah memegang ponsel milik Boby.


" Rafa, ini kamu? kamu dirumahku sekarang " Erina langsung mengenali suara Rafa.


" Iya Er, aku sama tunanganku, kamu dimana? " tanya Rafa sambil melirik ke arah Mikayla yang sedang menikmati cemilannya dan setia mendengar obrolan Rafa.


" Oh benarkah, sayang sekali aku mau pergi keluar kota ada hal penting dan sekarang sudah di bandara dan parahnya lagi 30 menit lagi pesawat akan lepas landas, ada apa memangnya Raf? " ucap Erina yang kini sedang duduk di bangku pesawat bersama Alex dan juga Ansel mereka hendak melakukan pemeriksaan atas mata Ansel di luar negri namun Erina menutupinya untuk sementara ini.


" Oh begitu yah, gak papa kok aku gak begitu penting cuma saja aku kesini mau minta mangga mu boleh kak Rani ngidam, aku nyari'in kesana kemari gak nemu pas ingat kesini aku langsung dah samperi rumahmu tapi kamu gak dirumah, tapi gak papa aku gak butuh kamu aku hanya butuh manggamu boleh " tanya Rafa dengan wajah tersenyum karena dia sedang memikirkan wajah Erina yang kini sedang merah memanas karena marah.


" Kurang ajar kamu Raf, karena yang ngidam kak Rani jadi kalo gitu aku ijini coba kalo pas nanti istrimu kubiarkan kamu mampus di omeli nanti ya " suara menggelengar membuat Rafa harus menjauhkan ponselnya dari telinga

__ADS_1


" Iya deh maaf, baiklah Erina terbaik kau lah segalanya terimakasih atas izinnya hati-hati dijalan awas kena marah orang teriak-teriak kaya tarzan hahahahaha " Rafa pun mematikan panggilanya sebelum Erina kembali meneriakinya.


Bersambung....


__ADS_2