
Mikayla tetap diam tak menjawab.
" Ok kalo tetep marah aku cium ya disini saat ini juga " Alex pun mendekati wajah Mikayla.
" Enak saja, cium tuh setir. Siapa suruh gak ada kabar dari kemarin apalagi tadi Alfin yang peke jemput segala. Sepenting apa sih urusanmu sampe gak hubungi aku bahkan gak sekolah, mana Raisha juga gak ada kesepian tau disekolah sendirian " Mikayla langsung nyerocos ngomel tanpa menarik nafas dia mengeluarkan semua unek-unek di kepala nya yang sedari semalam ia tahan.
" Iya sayang maafin aku yah, aku janji kok gak bakal tinggalkan kamu lagi " Alex memeluk kepala Mikayla.
" Ah udahlah janji nanti gak ditepati adanya dosa kamu nanti "
" Iyadeh maaf, sekarang ikut aku ya buat ganti rugi kekesalan mu "
" Kemana? "
" Sudah duduk cantik saja, nanti nyampe bakal tau juga kemana " Alex pun melajukan mobilnya dengan kecepatan maxsimal.
Sesekali dua orang itu saling lirik dan tersenyum sama-sama mengangumi kerupawanan wajah pasangannya dan tangannya pun tetap bergandengan walaupun di dalam mobil.
Setengah jam kemudian sampailah mereka di sebuah pantai, dimana disana terdapat sebuah rumah-rumahan yang terdapat meja dan dua kursi didalamnya.
" Wow so sweet sekali, ini kamu yang rencanain " ujar Mikayla yang terkagum dengan suasana yang tenang disana.
Mereka pun makan bersama dan bermain di pesisir pantai mulai dari kejar-kejaran seperti layaknya anak-anak kecil dan melukis nama di pasir, sungguh menyenangkan bagi Mikayla yang sudah lama tak merasakan kebahagiaan seperti itu sebelumnya kecuali dulu ketika ibunya masih ada.
__ADS_1
Hari mulai sore, Mikayla di antar pulang oleh Alex.
" Dah makasih ya, lain kali ajak aku kesana lagi "
" Tentu tuan putri "
" Baiklah hati-hati dijalan " Mikayla dan Alex saling melambai, lalu Alex melajukan mobilnya.
Mikayla masuk ke dalam rumah, seperti biasa rumah sepi seakan tak berpenghuni kecuali para pelayan yang hanya sibuk di jam tertentu saja.
" Huh lelahnya " Mikayla menyosori rumahnya dan menaiki tangga menuju kamarnya.
Ceklek.. Mikayla membuka pintu kamarnya. Dia membersihkan dirinya di kamar mandi, sehabis mandi dan menggati pakaian dia rebahan dan memainkan ponselnya.
" Sungguh manis sekali dia baru sadar aku kalo dia tampan dan aku cantik hahahaha.. " Mikayla tertawa dengan pendapat nya sendiri namun tiba-tiba panggilan video call dari Alex tampak di layar ponselnya. Mikayla dengan cepat mengangkat nya.
" Lagi liatin hasil foto kita tadi " ujar Mikayla sambil senyum-senyum seorang diri.
" Kenapa aku kece kan, pasti kamu kangen iya kan ayo ngaku "
" Diih Gr kamu, yang paling tampan itu papaku kamu nomer dua "
" Huhuhu sedihnya tapi gak papa calon mantu harus selalu mengalah sama calon mertua hahahaha "
__ADS_1
" Iih apaan sih "
" Udah gak marah ya "
" Ngak kok, marah terus cepet tua tauk "
" Bener gak mau tau alasannya "
" Sudahlah aku yakin kamu setia sama aku "
" Uhh so sweet banget Kaylaku makin sayang deh, makasih ya sayang pengertian nya "
Dan mereka pun Asyik berbincang.
******
Jam menunjuk kan pukul sepuluh, Alex yang hendak tidur dia di kagetkan suara nada pesan dari Raisha.
' Besok sepulang sekolah aku mau kamu temani aku jalan-jalan, okey ingat tidak ada kata penolakan '
Dan pesan vidio masuk di hpnya, ketika dia membuka nya dia sungguh malu dan murka melihat tingkah gilanya disana Alex merasa kan sebuah kesialan dimulai hari itu.
Tanpa membalas pesan Raisha ia segera menghapusnya semua pesan beserta vidionya sendiri.
__ADS_1
Dan setelah hari itu Alex di sibukkan oleh keinginan Raisha sehingga mengesampingkan Mikayla dengan seribu alasan yang tak pernah Mikayla tolak dan selalu percaya kepada setiap perkataan Alex. Karena Alex tak mau jika dirinya di permalukan dan dirusak nama baik dirinya bahkan keluarga nya sekaligus atas ancaman yang Raisha berikan padanya.
Bersambung....