
Rafa pun terkejut melihat siapa yang di maksud orang itu.
" Kay Kayla... " Rafa memanggil nama Mikayla.
Kayla yang mendengar ada suara yang memanggilnya dia pun mencari nya namun sayang tak bisa melihat karena matanya tertutup kain hitam.
Penculik Mikayla itu pun membuka kain penutup yang di ikatkan ke mata Mikayla.
" Lihat gadis ini, sungguh cantik dan imut " Sentuh penculik itu ke wajah Mikayla
Mikayla pun menggeleng keras dan menolak untuk di sentuh.
" Emmm... Emmm... Emmm "
" Diam atau mulutmu aku robek "
Rafa yang menyaksikan hal tersebut pun emosi.
" Hey pencundang apa mau mu hah? kenapa kamu menculik nya kami tak ada masalah dengan mu "
__ADS_1
" Oooow tenang tuan muda tampan mari kita runding dulu, aku dapat apa yang aku mau dan kamupun mendapat apa yang kamu mau "
" Apa mau mu hah? cepat katakan lepaskan dia sekarang juga "
" Emm.... Emmm.... " Mikayla menggeleng keras ke arah Rafa.
" Oh manis, kamu masih melawan hah berarti kamu butuh pelajaran, kamu kira aku main main hah? rasakan ini " Lelaki itu sedikit menggores luka di pipi Mikayla yang Mulus.
Mikayla tak bisa menjerit menahan sakit yang diraskannya, yang bisa dia lakukan hanya menangis, dan dia pun terdiam kaku dan merasa pusing karena luka di kepalanya terus mengeluarkan darah karena benturan yang dia alami saat kecelakaan tadi tak mendapatkan pemeriksaan.
" Heyyy kurang ajar sekali kamu apa yang kamu lakukan, cepat katakan apa yang kamu mau dan lepaskan sekarang juga Mikayla "
" Diamm, cepat katakan apa maumu hah? lepaskan sekarang juga dia "
" Tenang tuan muda dia masih baik kok sekarang cuma mungkin karena dia kelelahan sekarang lagi tidur ini gadis, sungguh sayang jika aku.... " penculik itu sambil tertawa terbahak-bahak
" Kurang ajar cepat katakan apa mau mu? "
" Baiklah tuan muda kau sungguh peduli pada kekasihmu ini aku sungguh senang orang yang sepertimu, mari kita lihat sanggupkah kamu memberi apa yang aku mau "
__ADS_1
" Apa yang kamu mau? "
" Aku mau kau beri aku uang 5 M sekarang juga di lokasi yang sudah saya siapkan untuk mu dengan syarat kau jangan membawa orang lain termasuk polisi mengerti "
" Hey berani sekali kamu ya "
" Waktumu terus berjalan tuan muda atau lihat ini " penculik itu menunjukkan bom waktu yanh sudah siap meledak kapan saja dengan sisa waktu kurang lebih 2 jam.
" Kurang ajar sekali kamu, cepat katakan dimana lokasinya "
" Baiklah datang ke jalan Xxxx, disana ada pabrik kosong masuk lah keruangan yang masih menyala ingat jangan lupa jangan sampai ada orang yang tau termasuk polisi atau tidak nyawa kekasihmu ini akan tiada saat ini juga "
Rafa tak menjawab dia memutus kan panggilannya, lalu menyusun rencana secepat mungkin agar para penculik itu tak bisa melarikan diri dan bisa di tangkap.
Semua posisi sudah di atur sebaik mungkin, Rafa masuk dengan mobilnya ke sebuah halaman yang seperti di katakan penculik tadi, sesuai rencana uang yang dia bawa hanya akan di jadikan umpan untuk penculiknya.
" Wah ternyata ini memang sudah di rencanakan " Rafa berbicara melalu handsat yang dia pasang di telinganya untuk bisa memberi arahan pada bodyguard nya yang mulai menyusup ke dalam.
Bersambung...
__ADS_1