
Di dalam UGD Mikayla di lakukan pemeriksaan, tak selang beberapa menit seorang dokter keluar.
" Permisi keluarga Ms. Mikayla (dengan bahasa inggris) " seorang dokter menemui Rafa.
" Iya dok, gimana dengan Kayla (juga dengan bahasa inggris ya soalnya author gak terlalu faseh bahasa inggris hehe) "
" Begini tuan, dia mengalami pendarahan di kepalanya karena terbentur benda keras, dan menyebabkan luka serius tapi kami sudah menanganinya dengan menjahit luka dan mentransfusi darah ketebuhnya, lalu maaf di pipi nona itu kenapa lukanya cukup dalam dan lebar dan kami harus menjahitnya mungkin dia akan punya bekas luka di pipinya yang tidak bisa menghilang dan terus membekas "
" Dia habis di culik dok, jadi apa ada cara untuk menghilangkan bekas luka di pipinya itu "
" Ada, bisa dengan obat tapi hanya sedikit menyamarkan saja itu tak begitu efektif, yang lebih efektif harus oprasi plastik agar kembali seperti semula "
" Lakukan saja dok, apa Kayla sudah bangun? "
" Belum, baiklah kami akan melakukan prosedur nya untuk melakukan oprasi kepadanya kalau begitu saya permisi dulu "
" Baiklah dok terimaksih, tapi maaf tunggu dulu dok apa saya bisa menemui nya? "
Dokter yang hampir meninggalkan Rafa pun menoleh kebarahnya.
" Oia pak silahkan " Dan dokter itupun berlalu.
Rafa pun membuka pintu dan melangkah menuju dimana Mikayla di rawat.
__ADS_1
Dengan perban di kepala dan tempelan kasa di pipi sungguh membuat Rafa miris melihatnya.
Dalam keheningan, tiba-tiba ponsel Rafa berdering.
" Hallo " Rafa mengangkat telpon.
" Boss musuh sudah ada di markas, barang milik nona Kayla dan uang milik boss sudah ada di tangan kami "
" Bagus, lakukan lah pekerjaan kalian aku akan kesana setelah urusan disini selesai "
" Siap boss "
Panggilanpun di akhiri, lalu Rafa kembali fokus ke arah Mikayla. Kini mata Mikayla mulai terbuka perlahan, dan Rafa menyadari hal tersebut lalu memanggil dokter.
" Rafa ini dimana? aku takut "
" Tenang Kay, ini dirumah sakit " Rafa menenangkan Mikayla.
" Dok ada apa dengannya kenapa dia seperti ini " Rafa melihat kengganjalan terjadi pada Mikayla.
" Sebentar kami akan periksa lagi " Dokterpun memeriksa kondisi Mikayla.
Setelah memeriksanya, dokter pun memahami apa yang terjadi pada Mikayla.
__ADS_1
" Begini pak, Nona Mikayla mengalami trauma dan syok atas apa yang terjadi padanya kami akan melakukan terapi untuknya agar tidak trauma lagi "
" Baiklah " Rafa mengangguk
" Oia mengenai operasi plastiknya akan kami lakukan tiga hari lagi setelah luka mengering "
" Baiklah dok terimakasih " dan dokter itupun berlalu setelah memberikan perawatan dan penjelasan kepada Rafa.
" Kay makan dulu ya, bentar minum obat "
Mikayla hanya mengangguk dan menurut tanpa banyak membantah.
Tiba-tiba ponsel Rafa berbunyi.
" Hallo Raf kamu dimana sekarang? Kayla menghilang sejak kemaren kami disini nyari'in " Suara Hana terdengar nyaring di telinga Rafa lalu menjauhkan ponselnya.
" Hey kecilkan suaramu, aku bisa tuli bisa dengar suara mu "
Hana dan keluarganya sedang panik berkumpul di apartemen Mikayla, yang kebetulan hari itu semua berkumpul mengikuti acara wisuda Rania yang sudah selesai.
" Bentar Raf? Rafa siapa yang kamu maksud " tanya Revan kepada Hana.
" Oh ini Rafa, dosen kita sama dari Indonesia katanya sih temennya Kayla waktu di sekolah dasar dulu " jelas Hana.
__ADS_1
Bersambung...