
" Hallo papah " Mikayala mendapatkan panggilan vidio call dari papanya Alen.
" Sayang bagaimana sekolahmu tadi? "
" Kayla dapat teman baru pah orangnya seru loh, dia cantik berkerudung juga pasti hatinya juga cantik Kayla yakin itu "
" Cantik? tapi bagi papa Kayla lah yang paling cantik di dunia ini selain mama dan nenek Kayla "
" Papa bisa ajah, papa gimana disana pasti sehat terus kan pah?
" Iyalah sayang papa akan sehat terus asal Kaylanya papa terus bahagia disana "
" Papa udah makan? "
" Udah sayang, papa tutup dulu ya telfon nya kerjaan papa masih banyak. Kayla yang rajin ya belajar nya "
" Iya pah, sampai nanti pah byeee "
__ADS_1
" Byeee " panggilan pun berakhir, Mikayla menaruh hp di nakasnya lalu membersihkan diri di kamar mandinya.
******
Diruangan Alen.
" Apa? tadi bukannya laporan yang aku minta sudah selesai? " Alen menatap bingung pada asistennya Kenzo, karena kehadiran nya Alen harus memutuskan panggilan nya dengan putri yang dia rindukan.
" Benar tuan laporan sudah saya selesaikan, tapi maaf tuan ini mengenai Alex. Saya sudah mendapatkan semua informasi tentang nya dan sekarang sudah saatnya tuan memisahkan nona darinya karena hal ini sungguh diluar batas pikiran saya selama ini "
" Ada apa dengannya? kamu serius sekali. Jujur saja aku tak begitu memusingkan anak itu tapi jika bersangkutan dengan Kaylaku aku harus memikirkan caranya apapun itu demi kebaikan putri ku "
Kenzo menyerah kan sebuah Amplop coklat berukuran sedang yang berisikan foto-foto Alex Raisha beserta keluarga nya, dan juga Flashdisk berisi rekaman Cctv tempat yang mereka datangi kecuali didalam rumah mereka. Serta Laporan yang berisikan beberapa hal yang menceritakan semua kesimpulan yang ada di foto dan di dalam Flashdisk tersebut secara detail dan akurat.
Semua itu Kenzo dapat dari orang suruhannya yang ia bayar untuk memata-matai Alex dan Raisha beserta keluarga mereka yang di anggap mencurigakan dan tidak mau sampai Mikayla sakit hati karena mengetahui perbuatan mereka. Sebelum Mikayla tau terlebih dahulu cerita yang sebenarnya
Alen berniatan memberitahukannya terlebih dahulu Alen, supaya nanti ia lebih bisa mengendalikan hati anaknya dan menuntun anaknya menuju kebahagiaan walau pahit di awal itulah alasan Alen melakukan hal tersebut.
__ADS_1
*****
Dirumah sakit
Raisha saat ini sedang di periksa oleh dokter.
" Permisi ibu Raisha, suami anda dimana? saya ada hal yang perlu dibicarakan dengannya.
" Itu dok disofa " menoleh kearah Alex yang sedang terlihat asyik dengan ponsel ditangannya tanpa menghiraukan Raisha yang kini sedang di periksa dokter.
Dokter melihat dengan hanya menggeleng kepala atas sikap Alex yang tak perduli terhadap istrinya, begitulah pikiran dokter tersebut saat ini.
" Permisi pak, maaf mengganggu apa anda suami dari ibu Raisha " dokter menghampiri Alex dan bertanya.
Alex pun menoleh kearah arah dokter tersebut, lalu memasukkan ponsel ke saku celananya lalu ia berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan dokter tersebut.
" Hy dokter cantik, anda memanggil saya? " Alex menggoda dokter Obgyn tersebut, sehingga nampak rona merah di wajahnya.
__ADS_1
Bersambung....