
Mikayla yang mendengar penjelasan dokter dia langsung syok dan tak sadarkan diri.
" Astaga Kay " Rafa langsung menyanggah tubuh Mikayla dan mengendongnya menuju UGD.
Hana dan Rafa kini menemani Mikayla di ruangan itu.
" Kay sadarlah " panggil Hana yang cemas akan kondisi Mikayla.
Setelah 15 menit menunggu kesadaran Mikayla akhirnya Mikayla pun sadar dengan kepalanya yang ia pegangngi terus lantaran sangat sakit.
" Han dimana papa " tanya Mikayla yang langsung sadar dan teringat ayahnya.
" Om Alen masih di ruang Icu tapi kata dokter 2 jam lagi akan di pindah ke ruang rawat, kamu istirahatlah dulu, oia kamu belum makan sama sekali tah sejak tadi pagi? "
" Aku tidak papa Han, aku tak ada selera makan aku mau ketemu papa Han "
Rafa yang baru masuk dan mendapati Mikayla telah sadar dia pun tersenyum bahagia lalu menghampiri Mikayla.
" Kay kamu sudah sadar, ini aku bawakan makanan kesukaan mu steak ayam sama lalapan kata dokter perutmu kosong, jadi aku belikan kamu makan, dimakan gih " Rafa menyodorkan makanannya
__ADS_1
Mikayla menggeleng.
" Makasih Raf sudah perhatian tapi tidak aku tidak ada selera makan aku mau ketemu papa sekarang "
" Tidak bisa Kay kamu harus makan dulu, nanti aku antar kalo kamu sudah makan "
" Terserah tapi aku tidak mau makan "
" Kaylaa kumohon ya sedikit saja " Rafa memohom
" Iya Kay makanlah dikit nanti kamu sakit sapa yang mau jaga om Alen " bujuk Hana
" Baiklah aku makan tapi Rafa tolong kamu keluar aku ingin berdua dengan Hana "
" Tapi Kay... " " Baiklah aku keluar habiskan makanmu " Rafa pun melangkah lesu meninggalkan ruangan Mikayla.
Setelah Rafa keluar Hana pun membantu menyiapkan makanan untuk Mikayla.
" Makanlah Kay, habiskan jika perlu aku akan menemanimu selalu " ucap Hana.
__ADS_1
Mikayla menatap sahabatnya itu penuh arti lalu di tariklah tangannya Hana dan jatuhlah Hana pada pelukan Mikayla dan kini Mikayla menangis sejadinya di bahu Hana.
" Hana you is my best friend thanks for all aku sungguh aku tidak tau lagi hendak menangis kepada siapa lagi, kecuali kepadamu Han, aku kecewa kepada semua orang yang selama ini aku kira menghargai dan menyayangiku Han, aku sungguh kecewa terutama pada papa Han, tapi papa kenapa harus seperti itu Han aku bingung Hana bingung sekarang "
" Tenanglah Kay menangislah aku akan selalu ada untuk mu tapi sekarang kamu harus sehat sudah ayo makan dulu, apa kamu mau aku suapin " Hana mencoba menenangkan kondisi Mikayla walau sebenarnya dia tidak tau apa yang sedang terjadi pada temannya itu.
" Han terimakasih ya, maaf aku selalu membuatmu susah selama ini " Mikayla menghapus air matanya dan melepas pelukannya.
" Jangan seperti itu kamu sudah ku anggap seperti adikku jadi ku mohon kau teruslah bersabar dan harus kuat kita tidak tau rencana tuhan mungkin ini akan menjadi yanh terbaik untukmu, ingat Kay, masih ada pelangi setelah badai "
" Iya Han terimakasih ya " Mikaylapun menenangkan diri dan memakan sedikit demi sedikit makanan yang sudah di belikan Rafa hingga habis.
Setelah menghabiskan makannya dan meneguk air minum, Hana pamit keluar sebentar untuk menanyakan kondisi Alen kepada Rafa.
" Kay kamu disinilah dulu aku akan menemui Rafa dan bertanya keadaan papa mu, lalu aku akan kembali dan mengantarmu ke om Alen "
Mikayla hanya mengangguk mengiyakan ucapan Hana.
Bersambung...
__ADS_1