
" Iya England sudah lama kakak kuliah disana berkat bantuan dari mami Viona "
" Universitas dimana kak? saya kemaren baru di angkat menjadi dosen disebuah universitas terkenal disana "
" Dosen wow amazing Raf, kakak kuliah di University of Oxford jurusan kedokteran "
" Yakin disana "
" Yaps "
" Aku juga mengajar disana kak "
" Oh ya "
" Hemmm "
Meraka pun berbincang di ruang keluarga layaknya keluarga yang begitu harmonis dan akrab walau sebenarnya bagi Rafa itu adalah pertemuan pertama antara dirinya dan keluarga Viona bahkan kakaknya yang baru dia ketahui.
Gelak tawa mengiringi keindahan suasana yang terjadi di ruangan itu.
Hari sudah malam suasana rumah di keluarga Rafa yang tadinya ramai kini kembali damai hanya ada Tina Martin orang tua Rafa dan penghuni baru menurut Rafa yaitu kakaknya Rania.
Di sebuah taman Rania mengajak adik nya berbincang sekaligus mendekat kan diri sebagai seorang kakak.
__ADS_1
" Raf.... " panggil Rania kepada Rafa yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya
" Hemm... " Jawab Rafa simple dan tak menoleh sedikitpun kepada Rania yang memanggilnya.
" Kakak boleh ngak curhat sama kamu? atau cerita gitu, kakak ingin tau komen mu gimana "
" Iya silahkan kak "
" Dih formal sekali, gak ada buangannya sam Revan "
" Kakak gak suka tunangan sama dia? "
" Eeeeehhh kata siapa kamu dia itu loh full Romance, very cute, very Sweety, full like it deh pokoknya "
" Diih lebay "
Rafa tak menjawab dia hanya menghela napas panjang saja.
" Kenapa gak mau "
" Kalo bisa sih ngak, kakak terlalu cerewet semoga istri Rafa nanti gak kaya kakak mama ajah pendiam, kakak mirip siapa ya emmm ( berfikir mengingat sese orang ) aha kakak mirip nenek loh dulu "
" Nenek? "
__ADS_1
" Iya nenek, kaka mirip nenek "
" Nenek, seperti apa wajah dan sifat nenek sama kakae Raf kakak ingin tau kamu ada foto ngak "
" Hemm " Rafa menyodorkan ponselnya memperlihatkan sebuah foto dimana dirinya sedang bersama kakek dan neneknya.
" Enak ya Raf masih bisa merasakan punya kakek sama nenek dulu " wajah Rania bersedih muram ketika memandang sebuah foto di ponsel Rafa yang terlihat indah di pandang.
Dimana Rafa dan yang kecil imut sedang gendong di punggung Abi kakeknya dan disebelahnya ada Arumi neneknya sedang tertawa bersama.
" Huh menyebalkan sini ponselnya, aku paling benci wanita menangis kaya kakak " Rafa mengambil ponselnya walau hanya alasan saja karena sebenarnya dia tak mau kakaknya mendapati ponsel Rafa yang galeri nya penuh dengan foto Mikayla.
" Ih Rafa pelit deh " Rania yang awalnya bersedih dia berubah menjadi kesal karena sikap Rafa kepadanya.
Kling.. Bunyi pesan dari ponsel Rania, dia pun membuka dan membacanya dalam hati.
***Hana: Kaak kemana gak ada kabar. Hana kangen, Mikayla sekarang sering menyendiri dan tidur lebih awal tiap malam jadinya aku kesepian.***
" Ada apa lagi nih bocah " Rania menggeruntu seorang diri dan Rafapun mendengarnya namun tak menghiraukannya.
***Aku: Kenapa lagi tuh anak, lagian aku telpon nomernya gak aktif kamu ada nomernya ngak? ***
***Hana: Gak tau kak, dia berubah jadi gak semangat gitu sekarang. Hehehe masalah nomer Hana juga gak punya kak, bermula dari ponselnya yang hilang Hana lupa minta nomer barunya.***
__ADS_1
Rania pun asik chating dengan Hana melupakan ke inginannya untuk bercerita lagi pada Rafa.
Bersambung...