
1 Minggu kemudian
Sebuah pesawat jet pribadi mendarat mulus disebuah lapangan hijau yang lebar. Rafa turun dengan di ikuti oleh beberapa pengawal di belakang yang sudah menunggu kedatangannya.
Di perjalanan dalam mobil Rafa mengamati ponselnya yang mana berisi kan sebuah foto-foto Mikayla yang sudah dia salin sebelumnya dari memori ponsel milik Mikayla yang bisa di bilang mencuri diam-diam walaupun sudah di ganti dengan yang baru.
" Imutnya... " Rafa senyum-senyum seorang diri terus memandang satu persatu foto Mikayla dan tanpa dia sadari ternyata mobil sudah berhenti di sebuah mansion mewah.
Mobil di bukakan Rafapun keluar dari dalamnya, lalu datanglah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan bugar menyambut kedatangan Rafa.
" Wah... Wah.... Wah... Anak mama sudah besar ya makin ganteng " Tina mama Rafa menyentuh pipi anak kesayangannya.
" Mama, Miss you " Rafa memeluk mamanya.
Mereka pun masuk kedalam dengan bergandengan tangan. Sesampai di dalam papanya sudah duduk menunggu dengan orang-orang yang belum Rafa kenal.
__ADS_1
" Papa.. " Rafa mendatangi papanya, dan papanya pun berdiri menyambut kedatangan anaknya.
" Gimana kabarmu nak " Tanya papanya
" Baik, pah siapa mereka? " Rafa melihat ke arah orang-orang yang sedang duduk berasama keluarganya
" Oiya ini papa perkenalkan dia tante Viona (menunjuk ke arah wanita yang sedang duduk dengan mamanya ) dan disebelahnya itu Rania kakak kandung mu dengan tunangannya Revan "
Rafa bingung kenapa bisa ada kakak kandung padahal menurutnya dia hanya anak tunggal dan pertama bagi orang tuanya tapi sekarang di hadapannya ada seorang wanita yang di bilang kakak kandung, Rafa menoleh ke arah papanya dengan tanda wajah seakan meminta penjelasan untuknya.
26 tahun yang lalu papa dan mama Rafa Tina dan Martin adalah sepasang suami istri yang baru menikah setelah usia pernikahan mereka pas 1 tahun Tina mengandung seorang bayi perempuan namun kejadian naas menimpa mereka bayi yang Tina baru lahirkan dicuri oleh seorang bidan bayaran yang sudah membantu Tina melahirkan.
" Pah bayinya mana, kenapa bidannya belum juga masuk usai bawa bayi kita " Tanya Tina kepada Martin yang menemaninya.
" Mungkin masih di bersihkan mah tunggu yah, papa mau samperi " Tina mengangguk dan Martin pun pergi meninggalkan istrinya seorang diri dengan alasan untuk mendatangi bidan yang sudah membantunya.
__ADS_1
Martin yang sudah dekat dengan ruangan bidan merasa curiga.
" Kenapa sepi, dimana orang-orang ini "
Martin pun makin curiga karena tak bisa mendengar suara bayi menangis. Dengan langkah cepat dan tanggap Martin membuka sebuah ruangan yang tertutup dan alhasil tak ada orang disana hanya meja kosong yang disampingnya terdapat lemari ber isikan entah apa saja Martin tak perduli.
***Maaf sebelumnya pak Martin bayi anda saya bawa dengan sangat terpaksa karena saya butuh bayi anda untuk saya jual ke orang yang sangat membutuhkan dan saya juga butuh dana untuk keperluan saya.
Ttd. Wulan***.
" Kurang ajar dasar wanita sialan kamu lihat saja nanti " Hati Martin seakan teriris ketika membaca surat dari bidan yang sudah mencuri bayi pertamanya.
Dia memporak porandakan semua yang ada disana hingga hancur, dengan tangis dan air mata dia mengenang semua pengorbanan yang sudah dia dan istrinya lakukan untuk kelahiran bayi yang di tunggu-tunggunya selama ini.
Bersambung....
__ADS_1