
" Rafa, kenapa dengan Mikayla kenapa dia tidak menjawab sapaan kami apa dia marah " tanya Alen dan membuat Rafa terdiam bingung hendak bilang atau tidak atas perbuatannya yang membuat Mikayla bersemu merah.
" Emmm... Anu Om itu dia " Rafa gagu dalam berkata.
" Sudahlah om jangan tanya anak muda sekarang gak kira jawab toh dianya juga gak kira bicara jujur sama kalian " ucap Hana yang datang di balik pintu dapur dengam membawa nampan berisi cemilan di atasnya.
" Maksudmu Han? " tanya Tina yang mewakili semua pikiran orang di tempat itu.
" Hmm tanya sendiri sama Rafa tan saya gak bisa jawab hahahahaha saya permisi dulu mau siap-siap " Hana pun menaruh nampan itu dan berpamitan keluar untuk kembali ke apartemen nya.
" Han tunggu " Rafa memanggil Hana karena ia merasa ada yang tidak berea dengan ucapan Hana.
" Apa masih Raf, mau penjelasan apa dariku hah? " Hana meledek Rafa
" Apa yang kamu tau tadi kenapa kamu bicara seperti itu kepada para orang tua di dalam "
"" Pikir aja sendiri, kamu ngapain coba tadi di kamar ku dengan Kayla " Hana sambil memainkan bola matanya kekanan dan kekiri.
__ADS_1
" Kau melihatnya, yang mana kamu melihat kami " Rafa membulatkan matanya
" Aku melihat semuanya bahkan mendengar semuanya " Hana memanyun kan mulutnya.
" Astaga Hana kenapa kau jadi penguntit sekarang menyebalkan sekali " Rafa meremas rambutnya dan menghempaskan dengan kasar.
" Enak saja kamu yang menyebalkan tauk, udah buat dosa di rumahku tanpa ijin lagi "
" Berbuat dosa apa Han " tiba-tiba ada suara yang menyelip diantara keduanya.
" Ya tuhan apa yang harus aku jawab " batin Rafa yang sedang bingung hendak menjawab karena dia tidak mau menjadi bahan omelan dari Rania.
" Rafa cepat jawab kenapa bengong " Rania mulai kesal.
" Oh maaf kak, Rafa ada hal penting, hallo Jordan " Rafa pun menghindar juga dari Rania dengan meniru ide dari Hana.
" Kurang ajar kalian membohongiku biar saja aku akan mencari tau sendiri " Rania pun pergi dengan kesal karena dia tau jika Hana dan Rafa berusaha menghindarinya.
__ADS_1
*****
Ditempat lain disebuah rumah sakit Ansel melakukan pemeriksaan berlanjut karena seperti mengalami ke anehan pada penglihatannya,
" Bagaimana dok, apa anak saya baik-baik saja, gak mungkin buta dia kan dok? " tanya Alex dengan khawatir sambil memangku dan memeluk anak kesayangannya itu.
" Maaf tuan, tuhan sedang menguji tuan muda dan anda tuan muda mengalami kecacatan permanen, kecuali ada donor mata maka kami siap untuk membantu meng oprasi mata tuan muda Ansel " ucap dokter tersebut sambil lalu memberikan secarik kertas berisikan hasil tes pemeriksaan dari Ansel yang selama ini dijalaninya.
Alex hanya berkaca-kaca melihat ke arah putranya yang tak bisa menatapnya atau seperti orang yang bertatapan kosong.
" Dia masih umur 4 setengah tahun apa iya harus menderita, tuhan mohon angkatlah penyakitnya ini hamba tidak tahan melihat nya tuhan " doa Alex di dalam hatinya.
" Yang sabar ya tuan Alex, lihat tuan muda Ansel terlihat selalu ceria dia pasti menerima keadaannya yang sekarang "
" Iya dok, oia dok mohon di usahakan ya carikan pendonor mata yang terbaik saya akan bayar berapapun nilai uangnya saya usahakan ada selalu demi anak saya, saya rela lakukan apapun untuknya " ucap Alex sambil mendekap Ansel.
Bersambung....
__ADS_1