Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 169


__ADS_3

" Raaaffaaaa, dasar ngeselin tau gitu gak aku kasih " Erina mengomeli ponselnya.


" Ada apa sayang? " tanya Alex yang merasa istrinya itu terlihat kesal.


" Ini sayang Rafa temanku ngeselin dia kerumah sekarang sama kekasihnya mau minta mangga tapi malah ngatain hmm dia memang gitu dari dulu sering buat aku esmosi "


" Emosi sayang kalo esmosi tuh di Alfamart adanya mau dibelikan itukan kesukaan mu? "


" Es krim mochi kalee huh kalian sama ajah " Erina memanyunkan bibirnya.


Cup... Satu kecupan mendarat di bibir Erina.


" Maaf jangan marah dong sayang, biar makin cantik " goda Alex yang sedang memangku Ansel.


" Ihhh gemes deh, kamu ya selalu bisa buat hati ku mencair " Balas Erina dengan mencubit hidung Alex.


" Aw sakit sayang tambah panjang nih hidung ntar " memegangi hidungnya.


" Iya kamu kan pinokio "

__ADS_1


" Aku gak pernah bohong sama kamu loh kok gitu "


" Udah-udah jangan ribut ntar Ansel bangun lagi kasian dia sepertinya capek " Erina pun mengakhiri bercandanya dengan Alex.


Alex pun mengiyakan ucapan Erina dia sambil lalu mengecup kening putranya dan pesawatpun lepas landas meninggalkan bandara.


" Makasih ya pak bantuannya, oia kalo gitu kami pamit dulu " Rafa pun berpamitan setelah mendapatkan mangganya.


" Akhirnya dapat juga ini mangga " ucap Rafa yang kini sudah duduk di kursi kemudinya bersama Mikayla.


" Raf, kamu dari tadi bilang kakak ngidam emang kakak bener hamil ya? "


" Haiisss Kayla sayang kamu kemana ajah dari tadi hah kok gak nyambung-nyambung " ucap Rafa sambil lalu mencubit pipi temben Mikayla.


" Ngak kok itukan sudah jadi milikku sekarang "


" Ngomong apaan sih Raf " Mikayla terlihat malu dan berusaha menutupinya dengan memainkan ponselnya.


Setelah satu jam berkeliling, mereka pun berhenti di sebuah mall terbesar di pusat perbelanjaan yang ada di kota tersebut.

__ADS_1


" Ngapain kemari Raf? " tanya Mikayla setelah turun dari mobil


" Sayang yuk kita makan siangnya disini dulu, setelah ini kita belanja dan cari kado pas buat om dan tante Vio besok " ucap Rafa sambil menggandeng tangan Mikayla untuk masuk kedalam.


" Ah itu benar juga okay kau pinter juga ternyata kok aku lupa ya tentang kado untuk mereka kira-kira apa ya? "


" Buatkan ajah cucu ntar mereka bahagia " ucap Rafa santai dengan wajah datar seakan dia bicara tak mengundang amarah Mikayla.


" Kamu ya dari tadi ngomongnya ngeselin mulu tau... Kesel aku " Mikayla mencubit pinggang Rafa.


" Eh eh iya sayang maaf aku kan cuma kasi solusi aja tapi salah ya hehehehe sorry mrs. " Rafapun meringis kesakitan namun tak seberapa karena yang mencubit adalah Mikayla dan itu membuat dirinya bahagia.


Mereka pun berkeliling mengitari mall makan dan berbelanja dan pulang.


Sementara di negara lain tepatnya di Jepang Pesawat kini telah mendarat dengan sangat sempurna di bandara. Alex, Erina dan Ansel yang ada di gendongan Alex sedang berjalan menyusuri bandara hingga mereka di jemput oleh sebuah mobil yang sudah di sediakan untuk mereka selama di Jepang.


Di dalam mobil Alex mendudukan dirinya disamping Erina dan di tengah adalah Ansel dia tersenyum bahagia setelah beberapa tahun lalu sebelum kepergian Raisha untuk selamanya Alex merasa mati rasa tanpa gairah untuk hidup karena dia merasa selalu di timpa rasa kecewa benci dan bersalah selalu di tambah dia tak bisa melupakan Mikayla kekasih yang membuat dirinya lupa akan segalanya.


Hingga datanglah Erina yang pertama berperan sebagai baby siter Ansel yang dia angkat dulu semenjak Ansel berumur 1 tahun karena Alex harus fokus dalam bekerja dan merasa Ansel membutuhkan seorang ibu, dan dengan cara diam-diam dia menghubungi Erina dan menyuruh Erina menjadi pengasuhnya ketika dia sedang sibuk dengan alasan Alex tak mau membuat orang tua nya lelah menjaga Ansel walau mereka telah memaksanya.

__ADS_1


Tak lain dengan orang tua Raisha yang memang tak bisa merawat Ansel karena kesehatan Raisha yang sangat lemah, dan Alex pun tak mau menyulitkan nya lagi dengan merawat Ansel mereka pun di perintahkan untuk fokus pada kesehatan Raisha namun 2 tahun kemudian tuhan berkehendak lain dan menjemput Raisha pulang dan meninggalkan dunia untuk selamanya.


Bersambung....


__ADS_2