Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 138


__ADS_3

Sesampai di halaman depan rumah Mikayla terdengar suara ribut di dalamnya.


" Kay kurang apa papa ini sama kamu hah? "


" Tidak ada pa, terimakasih atas semua belas kasih mu tapi maaf pah, Kay sungguh kecewa sama papa " Mikayla pun melangkah dengan membawa kopernya.


" Tunggu Kay mau kemana kamu " tegur Rafa yang kini sedang berhadapan dengan Mikayla.


" Pergi Raf, ini bukan urusan mu " Mikayla mendorong Rafa.


Hana hanya bisa diam menonton karena dia melihat gurat kesedihan di wajah Mikayla, namun entah apa itu Hana tidak tahu alasannya hanya terdiam.


" Kay aku mohon, jangan pergi kemanapun " panggil Rafa dan membuat Mikayla menoleh geram


" Apa hak mu melarangku, aku bukan siapa-siapa mu Raf "


" Tidak Kay aku tunangan mu sekarang "


" Hah tunangan " Mikayla pun melangkah maju dengan senyum sinisnya. Lalu dengan sigap dia memberikan cincin pertunangannya itu ke dalam genggaman Rafa.

__ADS_1


" Aku tidak pernah menyetujui hal itu Raf, dan maaf aku sama sekali tidak mencintaimu "


" Aku tau itu, tapi kenapa tadi kau mau menyematkan cincin ini di tangan ku Kay " menunjukkan jari nya yang melingkar cincin.


" Itu karena paksaan papa yang kini sudah membuatku kecewa " melihat kearah papanya yang menangis namun tak bisa berucap sepatah katapun.


" Jadi mulai sekarang aku bukan bagian keluarga ini, lebih baik aku hidup seorang diri jika bersama papa aku hanya di jadikan bonekanya "


" Tidak Kay papa tidak bermaksud " seru Alen dengan pelan.


Alen yang melangkah hendak mendatangi Mikayla namun tiba-tiba dadanya terasa nyeri dan sakit dan membuat dirinya sesak hingga tak sadarkan diri.


Hana yang sedari tadi di belakang Alen langsung menyanggah tubuh papa Mikayla dan membuat Hana berteriak ke arah Mikayla yang hendak melangkah pergi menuju mobilnya.


Dan sontak membuat dua orang itu terkejut melihat kondisi Alen dan menghampirinya.


" Han ada apa ini Han kenapa papa bisa begini " tanya Mikayla dengan wajah khawatir akan papanya.


Karena sejatinya hubungan ayah dan anak tak bisa di pisahkan walau pernah saling menyakiti.

__ADS_1


" Aku juga tidak tau "


" Sudah ayo bawa om Alen kerumah sakit " Rafa mengangkat tubuh Alen dengan minta di bantu oleh para penjaga.


Sesampai di rumah sakit, Alen langsung di tangani tenaga medis yang paling baik karena dia merupakan pemilik dari rumah sakit tersebut.


30 menit menunggu akhirnya dokter yang menangani Alen keluar dari ruangan perawatan.


Mikayla yang melihat itu, sontak langsung berdiri dan menuju ke arah dokternya.


" Gimana dok papa saya baik-baik sajakan? "


" Kondisi tuan Alen kritis penyakitnya kambuh "


" Penyakit? emang papa ada penyakit apa selama ini dia sehat "


" Maaf sebenarnya beliau manyuruh saya untuk merahasiakannya selama ini nona, namun karena keadaan nya sekarang kritis sekarang jadi saya harus memberi tahukan penyakitnya "


Dokter itu terdiam lalu mengatakannya.

__ADS_1


" Sebenarnya beliau mengidap penyakit kanker lambung, dengan sebab karena sistem kekebalan tubuhnya melemah kerena penyakit HIV yang di tularkan oleh istrinya Elena yang kini sedang mengidap penyakit seperti itu dan juga di tularkan oleh seorang lelaki yang bernama Darwin dan itu temui setahun kemaren setelah tuan Alen merasakan gejala aneh yang ada ditubuhnya lalu beliau memeriksanya kepada saya dan setelah tau hal tersebut awal nya dia syok dan meminta untuk merahasiakannya kepada nona " tutur dokter itu dengan jelas dan sangat terperinci.


Bersambung...


__ADS_2