
Walaupun William sudah paruh baya tapi kekuatan tubuhnya masih sama dengan Alex putranya, karena kebugaran dan kesehatan tetap dia jaga selama ini dengan olahraga dan makan teratur dengan makanan yang sehat.
" Pelan-pelan pah " Deby membuntut dibelakang William.
William pada hari itu begitu mengigat akan kejadian Tania putrinya yang dulu pernah keguguran dan tak ada yang membantu nya membawa kerumah sakit karena suaminya sedang bekerja menjadi pilot di pesawat yang sedang melandas keluar negeri.
Dan pada hari itu pula William harus memberikan semangat untuk putrinya yang kehilangan anaknya dan sampai saat ini belum pula mendapatkan karunia anak lagi.
" Semoga anak ibu ini selamat " begitulah batin William yang tak ingin kehilangan cucunya untuk yang kedua kali.
1 jam perjalanan kini mobil mereka sudah berhenti di teras rumah sakit yang 5 jam tadi saat Raisha pulang dari tempat tersebut dengan badan yang sehat dan kini kembali lagi dengan kondisi kritis nya.
Raisha kini sudah di tangani dokter di ruang UGD, tak selang beberapa lama dokter keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
" Dok gimana kondisi cucu dan menantu saya mereka baik-baik saja kan " terperanjat Deby menghampiri dokter berkerudung itu.
" Alhamdulillah bu bayi tetap selamat, untung saja pasien rutin mengonsumsi obat penguat kandungan yang sudah di berikan dokter Obgyn kepadanya "
" Terus bagaimana dengan Raisha? "
" Untuk saat ini pasien masih kritis dan kami melihat ada kejanggalan pada pasien, kami masih melakukan tes lab pada pasien karena menurut prediksi kami pasien kemungkinan besar sedang menderita kanker serviks yang sudah lama pasien derita namun tidak pasien sadari sama sekali "
" Makasih dok, tolong bantuannya " William mengerti perasaan istrinya saat ini, dia pun memapah Deby untuk duduk di kursi tunggu yang sudah tersedia.
Orang tua Raisha pun tiba, mereka datang karena tadi mendapat panggilan dari Deby yang mengabari bahwa Raisha ada di rumah sakit.
" Bagaimana kak kondisi Raisha, kenapa kakak menangis " Begitulah Ros ibunya Raish menyapa akrab kepada Deby temannya dan Deby lebih tua sedikit dari Rosmala.
__ADS_1
" Ros kamu sudah datang, syukurlah. Raisha sekarang butuh kamu sebagai ibunya karena doa mu lah yang di ijabah tuhan, maafkan dia Ros, dia anak yang baik Ros aku tak mau kehilangan dia Ros. Raisha sudah aku terima dalam keluarga ku begitupun dengan William dan sekarang ku harap Alex dapat menerimanya. Begitu melas nasibnya selama ini, kau memusuhi nya dan Alex mengacuhkanya sebagai seorang suami. Aku... Aku.. " Deby berbicara tertatih tatih.
Rosmala menggeleng dan menangis mendengar semua pengakuan Deby akan anaknya yang sangat menderita selama ini.
" Tidak kak, tidak. Cukup kak jangan diteruskan, aku tak kuasa mendengarnya. Sudah lama aku memaafkan nya kak, tapi apa yang terjadi saat ini kepada Raisha kenapa kakak bicara sedemikian " Ros mengguncang pelan bahu Deby yang terus menangis.
" Sudahlah nyonya anda yang sabar saja, tenang kan diri kalian semoga tak terjadi apapun kepada Raisha " William menenangkan dua ibu-ibu itu untuk tidak menangis.
" Ada apa sebenarnya tuan William kenapa kak Deby sampai seperti ini "
" Sebenarnya, tadi doktek menganalisa kemungkinan besar Raisha sedang menderita kanker serviks sudah lama dan sekarang dokter masih melakukan tes lab pada darah Raisha untuk mengetahui hasil yang sebenarnya "
Bersambung....
__ADS_1