Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 140


__ADS_3

Setelah memastikan kondisi papa Mikayla, dan memberi tahukan Rafa bahwa Mikayla menghabiskan makannya, Hana pun menuju kembali ke ruangan Mikayla.


" Kay, apa kamu sudah baik-baik saja " tanya Hana yang melangkah menghampiri Mikayla.


" Iya Han, aku sudah sehat ayo antar aku ke papa "


" Om masih di Icu tunggulah dulu, kau istirahatlah sebentar nanti kalau om Alen sudah pindah aku akan mengantarmu "


Mikayla memang merasakan mengantuk di matanya lalu dia menyetujui ucapan Hana


" Baiklah kamu tidurlah, aku mau cari makan dulu ya, laper nih " seru Hana sambil lalu memegang perutnya.


" Astaga Hana kenapa baru bilang, tau gitu kita makan berdua tadi " sontak Mikayla mendengar seruan Hana yang lapar.


" Ngak gak papa biar Rafa kemari temeni kamu ya "


" Gak usah Han aku males dengannya, lebih baik sendiri dulu sudah sana jalan ntar kamu pingsan juga gantiin aku di sini "


" Gak juga ya, yaudah aku pergi dulu ya "


Mikayla mengangguk lalu Hana pun meninggalkan Mikayla, namun sebelum meninggalkan rumah sakit untuk cari makan Hana pamit terlebih dahulu kepada Rafa karena akan meninggalkan Mikayla sendirian diruangannya.

__ADS_1


Setelah kepergian Hana Rafa menengok Mikayla di balik pintu karena dirinya tau jika kehadirannya akan membuat Mikayla kesal.


Jam menunjukkan jam 1 malam, setelah Rafa selesai mengurus kepindaha kamarnya Alen papa Mikayla dia pun menghampiri tempat Mikayla, dimana disana ada Hana sedang tertidur menemani Mikayla.


" Han bangun " bisik Rafa membanguni Hana.


Hana menggeliat dan merasa ada yang banguni dia pun bangun.


" Ada apa Raf " suara Hana dengan khas baru bangun tidur.


Rafa pun menarik tangan Hana keluar dari ruangan Mikayla yang sedang tertidur.


" Apaan sih Raf aku ngantuk masih, jangan bilang ya kamu mau goda aku "


" Dih Rafa kaya jaman gak canggih telpon ajah napa? "


" Masalahnya hp aku lawbat mana gak ada charger lagi, nah sekarang kamu pulang kerumahku kan sudah tau deket kok dari sini bilang ke mama terus suruh bawakan aku besok baju ganti ok " sambil lalu menyerahkan kunci mobilnya ke tangan Rafa.


" Lah kenapa bukan kamu yang pulang itukan rumahmu "


" Alah Hana banyak bicara dah, emang kamu ya pendek akal aku ini mau ambil hatinya Mikayla tau "

__ADS_1


" Fiuh, kasian dah cinta bertepuk sebelah tangan, yauda lah aku pergi dulu dasar merepotkan sekali " Hana meninggalkan Rafa.


" Terserah kamu ngatain aku apa, yang penting aku akan terus berusaha jadi yang terbaik untuk mu Kay " Rafa tersenyum melihat kepergian Hana lalu masuk ke dalam kamar Mikayla.


" Kay semoga tuhan menjodohkan kita " ucap Rafa dalam hatinya.


Rafa pun melangkah mendekati ranjang pasien, dan duduk di kursi yang ada di dekatnya.


Rafa memegangi tangan mulus Mikayla, lalu pun dia tertidur di atasnya.


Matahari telah bersinar, membuat Mikayla merasakan panasnya yang masuk dari celah jendela lebar yang kebetulan tidak tertutup tirainya.


Mikayla merasakan tangannya berat untuk di angkat, dan ternyata disitu ada seseorang yang sedang menidurinya.


" Rafaaa... " panggil Mikayla, Rafapun terbangun.


" Aw.. " Rafa merasakan sakit di punggungg nya karena semalaman dia tertidur tengkurep.


" Eh Kay kamu sudah bangun " Rafa menyipitkan matanya karena silau.


" Dimana Hana kenapa kamu tidur disini? " Mikayla mencari keberadaan Hana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2