
Kepala pelayan itu pun terbelalak matanya saat mendengar nama Elena lalu dia pun segera menarik lengan Viona perlahan untuk mengajak bicara di dalam.
" Ada apa buk? kenapa aku di ajak kemari "
" Nyonya sebaiknya kita bicar disini saja "
" Mengenai apa buk? "
" Nyonya sebenarnya... " Pelayan itu bercerita semua perbuatan dan perlakuan Elena ketika ada Alen dan ketika tak ada Alen. Dia menceritaka semua keburukan yang selama ini dia tau mengenai Elena.
Viona sungguh tak percaya akan hal itu, benar semenjak Alen menikah dengan Elena yang terlihat dimata Viona adalah kebaikan dan ke akraban dari sosok Elena yang ternyata sangat buruk di belakang.
Memang Elan tak pernah berbuat salah yang membuat Viona marah kepadanya sebelumnya namun ketika mendengar semua pengakua kepala pelayan itu Viona menjadi begitu emosi.
" Bagaimana dengan Kayla? "
" Nona Kayla, dia dulu nya sebelum masih pergi keluar negri dia cuek dan tak mau tau tentang mamanya itu dan begitupun dengan nyonya Elena yang sampai sekarang tak mau tau juga tentang nona Mikayla, yang dia tau hanya bersenang-senang apalagi saat tuan gak ada seperti ini, dijadikan kesempatan olehnya nyonya "
__ADS_1
" Astaga kenapa kamu tidak memberitahukan nya pada kakak, kenapa diam saja " Viona menggeleng dengan marah.
" Kami takut, kami di ancam akan di bunuh keluarga kami di kampung olehnya mohon nyonya merahasiakan ini dan tidak memberi tahukan bahwa saya yang sudah menyampaikan ini semua kepada nyonya, karena saya yakin nyonya bisa membantu keluarga ini dari orang jahat itu " ucap pelayan itu seperti berharap, karena baginya dia begitu menyayagi keluarga Alen yang sudah dia anggap seperti keluarganya sendiru karena kebaikan dan keramahan Alen dan Mikayla membuat mereka para pelayan betah dan nyaman bahkan menyayangi keluarga tersebut.
" Hahahahaha " Terdengar suara tawa nyaring membuat Viona menoleh ke arahnya.
Viona yang emosi membuat dirinya tak bisa menahan amarah ingin memarahi Elena, namun tangan nya tercegat oleh pelayan itu.
" Kenapa? " tanya Viona.
" Tidak nyonya sebaiknya nyonya jangan gegabah, ikuti saran saya " lalu pelayan itu berbisik di telinga Viona.
Namun tiba-tiba datang lagi seorang pelayan menuju dapur dengan langkah tergesa-gesa.
" Hey ada apa " tanya kepala pelayan itu
" Saya di perintahkan ambil minuman dan cemilan kak sama nyonya Elena "
__ADS_1
" Biarkan nyonya Viona yang membawanya "
" Tapi kak "
" Sudah kamu jalani saja tugasmu sana cepat ambil dan serahkan padaku " tegas Viona membuat pelayan itu hanya mengangguk.
Tak selamg beberapa lama, pelayan itu membawa nampan sebuah nampan yang berisikan 2 gelas jus dan cemilan.
" kenapa dua gelas " Viona bingung, namun dua pelayan itu hanya diam tak menjawab,
Viona menoleh ke arah kepala pelayan dan hanya anggukan saja yang di beri karena tak mau mengatakan siapa teman Elena yang sebenarnya.
Viona pun tak menghiraukan setelah bertanya akan di antar kemana pelayan itu mengarahkan ke kamar Elena lalu Vionapun melangkah pergi menuju kamar Elena.
Sesampai di depan pintu kamar Elena yang tak tertutup rapat Viona mendengar percakapan antara Elena dan seorang yang terdengar seperti suara lelaki.
" Sayang kapan akan menikahiku aku bosan dengan lelaki tua itu " ucap Elena dengan nada memanja.
__ADS_1
" Tenaglah sayang biarkan dulu berjalan semestinya suatu saat nanti kalo aku berhasil menguasai harta wanita itu pasti kamu akan bahagia dengan anak-anak kita " jawab lelaki yang terlihat hanya punggunya saja.
Bersambung...