
" Raf kamu dimana sama Kay sekarang?" suara telpon dari Revan.
" Saya di kamar hotel kak, sepertinya Kay kurang enak badan dia minta istirahat kak " Rafa menutupi kebenaran nya karena tak mau di momen bahagia ini di rusak dengan kabar duka walau sudah lama kejadiannya.
" Kok bisa? yaudah kami mau kesana di kamar mana kalian " tanya Revan yang bingung kenapa bisa Mikayla sakit padahal tadi terlihat baik-baik saja.
Tak selang beberapa menit Revan Rania Hana dan Jordan mendatangi kamar yang di bilang Rafa.
" Kayla sakit apa Raf, padahal tadi dia terlihat baik-baik saja apa ada yang kalian sembunyikan kenapa wajah dan matanya Mikayla bengkak seperti habis menangis " tanya Rania yang melihat wajah sendu Mikayla yang kini terlelap dalam tidurnya karena kelelahan menangis.
" Sebenarnya tadi dia bertemu Alex, terus bertemu istrinya dan itu terjadi karena dia menemukan anak mereka yang buta memanggil mama papanya lantas setelah anak itu bertemu dengan kedua orang tuanya dan tak lain dia Alex dan Erina sahabatku lalu Mikayla bertanya dimana Raisha dan siapa Erina? dan Erina pun memperkenalkan diri serta mengatakan jika Raisha sudah tiada dan itu membuat Mikayla syok dia menangis sepanjang jalan kesini dari tadi sekarang dia tertidur aku tak tega membangun kannya maka dari itu ku katakan bahwa dia sedang tak enak badan tolong jangan beritahu om Alen dan tante Vio serta orang tua yang lain biar mereka tidak khawatir "
" Apa? Raisha sudah tiada, kapan itu " tanya Rania terkaget mendengarkan penjelasan Rafa karna sejatinya dia dulu juga dekat dengan Raisha ketika Mikayla masih duduk di bangku SMP.
__ADS_1
" Entah kami tak sempat bertanya langsung ku ajak pergi Mikayla yang masih terlihat syok " Rafa mengangkat bahunya.
" Emm yasudah besok lusa kita kunjungi makam nya karena aku merasa kehilangan juga sama anak itu yang juga sudah ku anggap sebagai adikku dulu, Rafa kau temani dulu Mikayla kami mau kembali ke Aula pesta biar tidak ada yang curiga nanti kalau ada yang bertanya tentang kalian aku bakal bilang jika kalian sudah beristirahat karena kelelahan mengurus acara pesta " kata Revan dan mengajak pergi Rania beserta Hana dan Jordan yang hanya terdiam karena bagi Hana dia tak mengetahui jelas tentang Raisha dan bagi Jordan dia tak mengerti ucapan mereka.
" Baiklah terimakasih " ucap Rafa.
" Heh Raf ingat jangan macam-macam jangan mendekat kepada Mikayla kalian masih belum menikah lo ya.. " Hana mengingatkan status Rafa dan mengingatkan Rafa untuk tak mengambil kesempatan dalam kesempitan karena kondisi Mikayla sedang tertidur.
" Maaf ya nona Hana saya adalah pria terhormat dan pasti akan berperilaku terhormat huh kamu tuh cepat-cepat menikah sepertinya tunanganmu itu sudah tidak bisa menahan lagi " lirik Rafa kepada Jordan dan membuat Jordan mengeryit bingung.
" Sudahlah sana pergi kamu tanyakan saja sama Hana " jawab Rafa dan mendorong keduanya keluar dari kamarnya lalu menutup pintu.
" His ngeselin sekali kamu Raf, awas aku aduin kamu ya sama Mikayla "
__ADS_1
" Honey, what's going on, I'm confused? ( Sayang ada apa ini aku bingung tau) "
" It's quiet let's get out of here (Sudah diam ayo kita pergi dari sini) " Hana pun menggandeng lengan Jordan dan meninggalkan kamar itu.
Jam menunjukkan pukul 07:35 Wib dan masih terlihat para tamu seperti tak ingin pulang dari tempat itu, tawa senang pun terlihat apalagi di tambah pemberian kado dari Rania kepada mertuanya yang tak lain Viona yang kini menjadi pengantin wanita Alen.
" Ehem tes tes... Hallo selamat malam semuanya apa kabar saya lihat semuanya bahagia dan baik-baik saja ya dan saya harap begitu selalu untuk pasangan mempelai malam hari ini yang tak lain adalah mertuaku mama Viona sendiri yang sudah saya anggap ibuku dan juga Om Alen yang sudah saya anggap papaku sendiri dan kini berstatus menjadi ayah mertuaku, Bahagia mengatakan itu. Mama papa ku saya dan Rafa tak memiliki kado terindah dimalam ini tapi kami akan memberikan kalian kado yang kami harap bisa dirawat bersama-sama dengan penuh cinta dan kasih sayang dari kalian begitu juga untuk mama Tina dan papa Martin karena kado ini adalah emas berharga bagiku yang tak lain adalah bayi yang kini sedang berkembang dalam rahim ku " Rania berhenti sejenak dan mengelus perutnya yang masih terlihat merata.
" Kuharap kalian orang tuaku dapat menerima kehadiran bayi kami dengan sangat bahagia terimakasih " Dan Raniapun meng akhiri pengumumannya mengenai kehamilannya.
Semua orang bertepuk tangan dam mengucapkan selamat untuk Rania dan Rafa tak luput juga dengan Tina dan Martin serta Alen dan Viona memeluk Rafa dan Rania mengucapkan selamat untuk keduanya
" Selamat sayang semoga anak kalian lahir dengan selamat kelak aku mencintai kalian " Viona mencium kening Rania dan Rafa.
__ADS_1
" Thank you mom " kata Rania bahagia karena mendapat sambutan yang hangat kepada bayinya dan mereka pun dimalam itu sangat bahagia hingga hari semakin larut dan para tamu pun pamit undur pulang.
Bersambung...