
Raisha menggeleng
" Kenapa? dia kan sahabatmu kenapa kau tak memberitahunya itu pasti akan membuat dirinya ingin segera bertemu denganmu "
" Saya malu om, jika harus bercerita tentang kondisi hina ku "
" Malu? Raisha kamu tau Mikayla itu sangat menyayangi kamu, apapun kondisi mu akan dia terima begitulah katanya. Dia setiap menelpon om pasti bertanya tentangmu, bahkan mengharap om untuk mencarimu, karena kamu tak pernah lagi menghubunginya sekarang "
" Maaf kan saya om " Raisha tertunduk malu dan bersedih, dia malu akan dirinya yang sudah berkhianat kepada Mikayla sahabatnya sendiri.
" Sudah lah jangan bersedih niat om kemari ingin melihat kondisi mu, apa kamu sudah baik-baik saja " Alen mengelus punggung Raisha.
" Iya om Raisha sudah baikan " Raisha menghapus air matanya dan bersender di ranjang nya.
" Apa kau mau om menghubungi Kayla, dia sungguh sangat merindukan mu "
" Tidak om jangan, dia pasti akan bersedih melihat kondisiku " Raisha meraih tangan Alen yang hendak merogoh ponsel di sakunya.
" Baiklah kalo begitu " Alen mengurungkan niatnya yang hendak menelpon Mikayla.
" Terimakasih om mengerti dengan Raisha "
" Iya gak papa, kalo begitu om pamit dulu ya, semoga lekas sembuh dan anaknya semoga sehat terus sama ibunya sampai lahiran " Alen berpamitan.
" Iya om terimakasih "
" Cepat sembuh nona Raisha, ini ada buah dari kami makanlah supaya lekas sehat " Alen menaruh keranjang buah yang berisi buah-buahan sehat dan manis, lalu merekapun berpamitan dan meninggalkan ruangan Raisha.
__ADS_1
******
Tempat Mikayla
" Iya Lex, iya ini aku sudah makan kamu mau aku suapin "
" Hahaha, ya gak bisa lah ntar ajah kalo pulang ya? "
" Ehmm, kamu dimana kenapa ramai sekali? "
" Lagi di club malam nih "
" Oh ngapai di tempat kaya gituan? kamu mabuk ya? "
" Bener gak bohong? "
" Iya iya sayang aku juga kangen "
" Kapan kamu liburan Kay? "
" Liburan? "
" Gak tau kapan? "
Merekapun asyik bertelfonan dengan bercakap-cakap yang sangat lama hingga lelah bicara merekapun mengakhiri panggilannya.
" Hooammm ngantuk sekali " Mikayla memejamkan mata nya.
__ADS_1
Mikayla pada saat itu merasa ada disebuah taman indah disana dia mendapati seorang wanita yang tak asing lagi di matanya.
" Mama ...." panggil Mikayla kearah wanita yang sedang duduk dengan seorang anak laki-laki.
" Kayla, sini nak " wanita itu menoleh kearah Mikayla yang memanggil dirinya.
Mikayla menghampiri wanita yang di panggilnya mama.
" Mama, siapa bocah ini kenapa dia bersama mama " Mikayla mempertanyakan anak kecil yang sedang bersama mamanya.
" Nak lihat lah wajahnya dia sangat tampan tapi mama sungguh kasihan kepadanya "
Revi mengelus rambut bocah kecil itu dan Mikayla memandangnya.
" Kenapa dengannya mah? wajah nya memang sangat rupawan seperti seseorang tapi siapa Kayla lupa "
" Dia mengalami kebutaan nak, dan nanti kamu akan tau dengan sendirinya siapa anak ini "
" Apa maksud mama " namun sebelum Revi menjawab Mikayla sudah tersadar dari mimpinya.
Peluh bercucuran di dahinya dia bangun seakan habis melakukan pekerjaan berat kepalanya pusing mencerna apa yang sedang terjadi padanya, dan ketika dia menyadari bahwa dirinya bermimpi dia pun meraih segelas air yang terletak di nakas samping ranjang tidurnya.
" Astaga ternyata cuma mimpi, mama Kayla rindu mama... " Mikayla meraih ponselnya di laci nakasnya
" masih jam 12 malam, tidur lagi dah " Mikayla menutup matanya yang masih berat dan kembali ke alam bawah sadarnya.
Bersambung . ...
__ADS_1