
" Dan mulai sekarang tahap yang harus dilakukan adalah tahap penyembuhan pada luka oprasi, kami akan memberikan resepnya dan nona Raisha bisa di rawat dirumah namun untuk bayi kami serahkan kepada kalian keputusannya, mau dirawat dirumah atau tetap dirawat di sini "
" Baiklah dok terimakasih, kami akan mendiskusikannya secara kekeluargaan nanti kami akan temui dokter ke ruangannya "
Hari telah sore keluarga Alex dan Raisha kini berkumpul di rumah keluarga Alex, sesuai dengan keputusan bayi Alex tetap ada di rumah sakit dan Raisha dirawat dirumah yaitu dirumah keluarga Alex.
Dikamar sebuah kamar Raisha yang minta izin istirahat terlebih dahulu kini dia sedang berbaring di ranjang besar yang mana dulu disitulah tempat Alex tidur. Raisha melihat sekeliling interior kamar yang simple dan elegan serta barang yang tertata rapi terlihat indah dan enak di pandang, namun tiba-tiba mata Raisha terhenti.
Raisha berdiri melangkah mendekat ke arah benda yang dia pandang lalu dia mengambil sebuah frame berukuran kecil disana terlihat begitu jelas senyum bahagia Alex yang selama ini tak pernah dia lihat semenjak dirinya hadir di hidupnya.
Yang lebih sakitnya lagi dia tersenyum dengan seorang wanita yang sangat dia kenal yaitu Mikayla sahabatnya yang dia khianati.
Dengan tangan yang merangkul di pinggang Mikayla dan fando dari bunga yang Mikayla pakai mereka bak pasangan pangeran dan putri yang amat serasi.
Buliran bening membasahi pipi Raisha, ia tak bisa bicara apa-apa lagi mengenai hubungan Alex dan Mikayla karena dia tau bahwa dirinya adalah orang ketiga di antara keduanya.
" Tidak kenapa aku harus sedih cerita mereka sudah berakhir dan sekarang aku akan buat Alex melupakan Mikayla selamanya dan mencintaiku seutuhnya " Dengan cepat Raisha mengambil foto itu dalam frame lalu di sobek nya dan di buang ke dalam sampah sekaligus bingkai nya.
Ceklek.. Bunyi gagang pintu yang terbuka, Raisha menoleh ke arah dimana kini Alex telah masuk kedalam dan menoleh ke arah Raisha yang sedang berdiri didekat lemari kecil yang tingginya hanya setengah badan saja.
__ADS_1
" Sedang apa kau disitu? "
" Sayang gak ada cuma lihat lihat saja, kamarmu rapi ya "
Alex tak menjawab dia hanya melangkah menuju kamar mandi.
" Huh sukurlah gak ketahuan " Raisha pun duduk kembali di tempat tidur.
*****
Ditempat Mikayla.
Kini dia sedang duduk menikmati makanan yang sudah di sajikan oleh seorang pramusaji.
" Kay "
" Dih iya deh iya "
Suasana pun hening, hingga makan selesai Hana baru mengajak Mikayla bicara lagi.
__ADS_1
" Kay "
" Apa? "
" Judes amat jawabnya "
" Emang mau jawab gimana aku Han? "
" Dih iyadeh terserah kamu, oia Kay "
" Apa? "
" Apa lagi apa lagi, gak ada yang lain apa Kay jawabnya "
" Ah udah lah Han gak usah ngomong kamu, males ngomong sama kamu "
" Ish Kayla resek deh, huh " Hana memonyongkan bibirnya dan menoleh ke lain arah menunjukkan bahwa dirinya kesal terhadap Mikayla.
Mikayla yang menyaksikan hal tersebut lansung mengambil ponselnya dan, Ceklik bunyi kamera berhasil membidik wajah Hana. Hana yang mendengar suara kamera beserta blit yang menyinari wajahnya langsung menoleh ke arah Mikayla.
__ADS_1
" Hahahaha wajah Hana jelek kalo lagi marah " Mikayla menertawai hasil kameranya, dan Hana pun segera merampas ponsel Mikayla dan akhirnya merekapun tertawa bersama saat itu.
Bersambung...