
" Oh hy ganteng, mau berdansa dengan ku? "
" Boleh saja " wanita itupun menarik Alex ke lantai dansa yang penuh dengan sesak orang dan gemerlap lampu kelap kelip khas Club.
Alfin yang melihat kejadian itu langsung terperanjat kaget.
" Astaga Alex Li, cepat kamu susul kesana aku gak mau wanita itu memanfaatkan kebodohan Alex yang sedang mabuk itu "
" Huh dasar Alex bodoh " Liam membuang nafas kasar lalu menyusul Alex ke lantai dansa.
Sesampai di lantai dansa, sungguh membuat Liam kaget disana Alex sedang di pukul seorang lelaki. Nathan Alfin dan Devan pun beranjak dari duduknya menyusul Liam yang sudah ada di lantai dansa membantu Alex yang tak mampu membalas serangan lelaki yang tadi datang langsung menghajar Alex.
" Rafael sudah, apa-apaan sih kamu hah " Suara teriakan wanita yang tadi menarik Alex ke lantai dansa.
Rafael dia adalah suami dari wanita yang tadi Alex anggap Mikayla yang tak lain adalah Farah.
" Apa kamu membela lelaki kurang ajar itu hah "
Bemmmm.... Bogeman datang dari arah Devan
__ADS_1
" Berani-beraninya kamu hah " Lelaki bertubuh kekar dan berwajah sangar itu murka dengan perlakuan Devan.
" Li bawa Alex ke belakang biarkan dia kami yang atasi " ucap Alfin
Kini Devan berkelahi dengan Rafael suasana club menjadi Ramai. Nathan pun datang membantu Devan yaang mulai kewalahan meladeni Rafael yang memang dianggap preman.
Alfin tak tinggal diam dia menelpon pihak menejemen dari club tersebut, karena memang dia sangat dekat dengan pemilik club tersebut.
Wiuwiuwiu.... Suara mobil polisi membuat keadaan menjadi genting, banyak orang disana yang berlari kesana kemari untuk melindungi dirinya dari tangkapan polisi.
Hanya ada tiga orang yang masih sibuk dengan aktivitasnya yaitu berkelahi.
Dorrr... suara pistol yang ditembakkan ke udara membuat Rafael, Nathan dan Devan berhenti dan menyadari akan kehadiran petugas keamanan.
Rafael sungguh terkejut karena sebenarnya, dirinya adalah buronan saat ini. Dia pun mencari celah untuk lari, tapi untung saja ada polisi yang menyadari keberadaannya langsung berlari mengejar Rafael.
Pemeriksaan di Club itu pun berlangsung ada beberapa pula petugas yang mengejar Rafael karena hendak melarikan diri.
Yang tidak bermasalah bisa dipulangkan tapi yang memiliki masalah seperti memegang Narkoba akan dibawa petugas untuk di introgasi lebih lanjut.
__ADS_1
" Enak kamu Fin gak pake sakit segala, ini semua karena teman kesayangan mu itu " geruntu Devan sambil memegangi luka lembam di wajahnya.
" Jangan gitu Dev dia kan sahabat kita "
" Hahah Fin Lihat wajah Devan jelek banget, ntar dia dapet omel dari si Stela " Nathan mengubah suasana panas tadi menjadi bahan gurau
" Dih gak sadar lo ya Nath wajamu juga benyok kayak sambal goreng iyakan Fin, aku yakin nanti Shena akan berpaling ke lelaki lain " Alfin pun terkekeh dengan ucapan Devan.
" Ih mana ada, dia itu tergila-gila loh padaku "
" Sudah kalian gak usah susah-susah nanti pacar kalian gak mau sama kalian hatiku masih siap nampung kok biar ku jadikan harem nya Rosa ntar " goda Alfin
" Mau mati lo ya " Serampak Devan dan Nathan meneriaki Alfin.
" Hahahahha "
*****
Mobil yang dikendarai Alex dan Liam kini berhenti disebuah rumah sederhana dimana tempat tersebut adalah bescame tempat mereka berkumpul selama ini.
__ADS_1
Liam memapah Alex menuju kedalam rumah tersebut lalu masuk kedalam nya dan menghempaskan Alex ke sofa yang sudah tersedia di sana.
Bersambung.....