
" Nak apakah kau sibuk sekarang, sudah lama kau tak mengunjungi Istrimu Raisha seburuk apapun dia kunjungilah nak sepertinya dia membutuhkan mu sekarang " terdengar suara lemah perempuan sambil terisak memohon kepada Alex.
" Ada apa mah, kenapa mama menangis? " tanya Alex yang saat itu sedang duduk santai di kantornya bersama dengan Ansel dan Erina yang bermain disana.
" Alex cepatlah kemari " Ros menjelaskan keadaan Raisha yang sekarat dan kini sedang mencari keberadaan Alex dan Ansel.
Dengan sigap pun Alex membawa serta Ansel dan Erina untuk menemui Raisha.
Sesampai dirumah sakit kini tubuh lemah Raisha berbaring diatas brankar dengan selang di hidungnya.
" Alex kau datang sayang " ucap Raisha dengan wajah pucat dan suara lirihnya.
Alex mendekat dia tersenyum prihatin dengan kondisi istrinya yang selama ini tidak dia perduli namun masih setia bertutur kata lembut mengharap cinta kasih dan maaf dari Alex.
" Iya Raisha aku datang bersama Ansel kau merindukan kami? " ucap Alex lembut berharap agar Raisha tetap dalam kondisi tenang.
__ADS_1
" Iya aku sangat merindukan kalian, dimana Ansel " tanya Raisha dan masuklah Erina bersama Ansel
" Selamat siang nona " Sapa Erina dengan sopan.
Raisha tersenyum getir melihat sesosok wanita yang kini sedang menggendong Ansel.
" Ternyata benar dugaan ku kau sudah memiliki wanita lain dibelakangku Lex " ucap Raisha lirih sambio menatap lemah kearah Erina.
Mata semua tertuju ke arah Erina dan membuat Erin malu dan menunduk ia bingung hendak bilang apa karena semua pikiran orang yang ada disana sama berprasangka buruk terhadapnya walau sebenarnya dia hanya pengasuh pribadi yang sudah di angkat oleh Alex telah lama namun dirahasiakan dari semua orang
Dan dari hari itu pula Erina mengasuh Ansel secara terbuka hingga pada hari dimana Erina di titipi Ansel oleh Raisha untuk selamanya.
" Dr. Erina saya tau anda menyukai suami saya sejak saya masih hamil Ansel tapi anda menyimpannya demi perasaan saya sebagai istrinya " ucap Raisha yang sedang duduk di kursi rodanya sambil melihat anaknya sedang tertidur di kamarnya.
" Maaf nona saya tak bermaksud menyakiti nona, benar adanya saya memang mengangumi suami nona, tapi sungguh tak ada niatan di hati saya untuk merebutnya dari kehidupan nona, saya tak serendah dan sejahat itu nona tapi kali ini saya hadir disini atas bujuk rayu dari tuan Alex yang mengatakan tak mau membuat orang tuanya lelah akan anaknya tapi tak bisa pula dia menjaga Ansel seorang diri dengan sangat percaya dia menyerahkan tugas itu kepada saya lantaran dia percaya bahwa saya yang tau semua tentang kebutuhan Ansel selain nona yang menjadi ibu kandungnya, entah saya awalnya bingung tapi akhirnya saya memilih untuk membantunya menjaga Ansel putra anda, karena saya merasa dia anak saya yang dulu meninggal bersama ayahnya saat hendak menemui saya di Paris mereka meninggal karena pesawatnya jatuh dan itu adalah hal paling menyakitkan dalam hidup saya " Erinapun tertunduk sedih mengingat kejadian yang menimpa anak dan suaminya hingga meninggal.
__ADS_1
" Maaf ku tak bermaksud membuat mu bersedih, aku pula tak tau jika kau mengalami hal pahit itu, aku turut berduka cita dok "
" Tidak papa nona saya sudah mengikhlaskannya " ucap Erina sambil tersenyum kepada Raisha.
" Kau masih muda, cantik dan berbakat, apa kau tak berniat untuk berkeluarga lagi? atau kau sudah memiliki hubungan dengan seseorang sejauh ini kudengar kau belum berkeluarga? bagaimana rencana mu apa kau sudah ada niatan untuk berkeluarga dokter? "
" Jangan memanggil saya dokter nona panggil saja Erina rasanya tak nyaman di dengar "
" Baiklah Erina bagaimana apa kau memiliki pasangan? "
" Maaf nona untuk sekarang saya tak punya pikiran kesana masih mau fokus sama karir saja? "
" Bagaimana jika kau menikah dengan suamiku sekarang dan kau merawat anak ku karna kurasa kau lah orang yang tepat untuk menggantikan ku selain Mikayla " ucap Raisha sambil memandang sendu ke arah Ansel.
Bersambung...
__ADS_1