
" Gak bisa, masih kurang Fin terasa indah hidupku saat ini ayo kita bersenang-senang Fin " Alex beranjak dari tempat duduk nya entah dia mau kemana
" Tidak bisa, ayo kita pulang " Alfin memapah Alex
" Ahhh Alfin aku belum selesai "
" Sudah selesai, cukup "
" Iyakah hahaha, tau ngak Fin Kayla sudah gak disini, dia sudah pergi dari negara ini pergi jauh meninggalkan aku " Alex terus meracau dia seakan-akan mengeluarkan semua keluh kesah nya saat itu juga.
******
Mobil Alex sudah sampai di halaman rumahnya, tapi bukan Alex yang mengemudi melainka Alfin.
" Dari mana kalian " Tanya papa Alex.
" Malam Om " sapa Alfin yang memapah Alex yang kini tak sadarkan diri
" Kenapa dengan Alex Fin? " tanya mama Alex yang terlihat khawatir dengan kondisi anaknya.
" Alex terlalu banyak minum tan "
__ADS_1
" Dasar anak nakal, sudah cepat bawa kekamarnya. Gak biasanya dia seperti itu, Alfin sehabis dari kamar Alex temui om di ruang kerja "
" Baik om "
Alfin yang sudah di anggap keluarga oleh keluarga Alex diapun merasa terbiasa dengan sikap kedua orangtua Alex dengan ketegasan sikap papa Alex dia pun tau maksudnya tersebut.
" Mah mamah Alex kangen sama mamah " Alex berteriak memanggil mamanya, dia kini benar-benar kehilangan kesadaran nya.
Mama Alex yang datang mengikuti langkah Alfin langsung menuju anaknya yang sedang terbaring di tempat tidur nya.
" Ada apa sayang, mama disini "
" Mah Alex pengen tidur di peluk mama, Alex kangen mama " Alex meracau seakan dirinya masih berumur anak SD.
" Tante sepertinya dia sudah tertidur, kalo begitu Alfin pamit buat ketemu om dulu "
" Iya sudah makasih ya Fin "
" Sama-sama tan, permisi tan "
Alfin pun meninggalkan kamar Alex dan menuju ruang kerja dimana papa Alex tadi menyuruhnya.
__ADS_1
" Permisi om " membuka pintu ruanggan yang di tujunya.
" Masuk Fin duduklah " papa Alex tengah duduk di sofa yang sudah berada disana.
Dan Alfin pun duduk di sofa yang di tunjukkan papa Alex tadi.
" Alfin om sangat paham dengan Alex dan om sangat tau kalau kamu sahabat paling terdekat dengan mu sekarang to the point saja aku gak suka panjang lebar " Papa Alex menarik napas panjang nya.
" Apa Alex ada masalah, ada apa dengannya? dia tidak pernah bertindak begitu sebelumnya dan tak pernah seperti itu "
" Saya mau kamu sekarang jujur Fin sama om, gak papa om akan berbuat sebaik mungkin untuk masalah Alex "
Alfin diam tak menjawab dia hanya menunduk, tak tau hendak menjawab apa. Bibirnya kelu dia dilema bingung antara mau menjawab atau nggak karena disisi lain dia tak mau menghianati Alex dengan membongkar semua masalah yang Alex hadapi sekarang. Namun disisi lain pula dia tak mau di bilang tak menghormati orang tua yang bertanya padanya.
" Maaf om, Alfin bingung antara menjawab atau tidak karena Alfin tak mau di benci Alex karena sudah memberitahu nya kepada om "
" Tidak papa Fin om paham posisimu, tapi mohon bantu om kamu tau kan sifat Alex yang keras kepala om gak bisa bertanya padanya "
" Tapi om.. "
" Udah gak papa om janji gak akan membuat persahabatan kalian menjadi hancur cuma gara-gara kamu bicara dengan om " Papa Alex terus memaksa kepada Alfin untuk buka mulutnya.
__ADS_1
Bersambung...