Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 82


__ADS_3

Setelah Alex mengatakan apa yang ingin dia katakan kepada Raisha, Alex pun meninggalkan ruangan tersebut, karena tak mampu membendung air matanya.


Pikirannya kacau, dia bingung harus apa saat ini belajar mencitai Raishakah tapi bagaimana dengan Mikayla yang terlebih dahulu dihatinya.


Alex membasuh wajahnya di wastafell yang ada di kamar mandi rumah sakit tersebut.


" Apa yang harus kulakukan, maafkan aku Kayla harus menyakiti dan mengambil kesempatan ketika kamu tak ada di negri ini. Maafkan juga Raisha jika aku akan berpura-pura untuk mencintaimu demi anakku " Alexpun merogoh ponselnya di saku.


" Astaga batrainya hampir habis, ini pasti ulah Nathan yang suka main game di hp ku " Alex menggeruntu sambil lalu mencari kontak dokter obgyn kemaren yang menangani Raisha.


" Dokter obgyn ini dia " Alex pun mendialnya.


" Hallo dengan dokter Erina "


" Hallo dok ini aku suaminya Raisha kemaren "


" Oh iya pak, ada yang bisa saya bantu "


" Dok aku ada hal yang ingin kutanya apa dokter ada waktu? "


" Oh iya pak, silahkan bapak langsung ke ruangan saya, saya tunggu bapak dimari "


" Baiklah aku kesana sekarang " Alex mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Klung hp Alex pun mati seketika.


" Astaga kenapa pake lawbat segala nih hp " dan Alex menaruh kembali hpnya disaku lalu menghampiri dokter Erina.


****


Mikayla mulai kesal menghubungi Alex


" Sudah dari semalam ya kamu gini terus, sibuk gak aktif sibuk gak aktif gak di angkat Ah males dah telpon kamu Lex, awas ntar kamu telfon aku riject, gak peduli lagi aku sama kamu huh " Mikayla melempar ponselnya ke segala arah.


Tiba-tiba bell rumah berbunyi, dan Mikayla pun membukanya.


" Kayla, sudah makan belum? " tanya Hana di ambang pintu.


" Dih yaudah aku gak jadi ajak makan kamu " Hana pun berbalik hendak meninggalkan Mikayla.


" Eits tunggu dulu, aku lapar hehehe "


" Kenapa gak makan "


" Ah udahlah, yuk ketempat mu aku udah gak tahan mencium aroma masakan mu " Mikayla menggandeng tangan Hana menuju tempat Hana yang hanya dua langkah sudah sampai.


" Wah Han, ini kamu yang masak semua? "

__ADS_1


Mikayla terperangah dengan makanan di meja yang terlihat banyak dan tertata rapi sekaligus menggugah selera bagi siapa yang melihatnya.


" Ngak aku pesan online tadi, gak mungkin lah aku masak banyak dengan secepat ini, sekalian ini syukuran ku atas semua rejeki yang besar telah tuhan berikan kepadaku "


" Yasudah ayo cepat makan Han aku sudah keburu nih " Mikayla langsung menyambar piring dan mengambil makanan yang ingin dia makan.


" Hey Kay baca doa dulu ntar makan mu gak berkah "


" Hehehe... Iya " Mikayla membaca doa di hatinya dengan menundukkan wajahnya dengan tangan terkatup kedepan dan dia mengkomat kamitkan mulutnya membaca doa mau makan, dan begitupun dengam Hana sekarang.


Usai baca doa merekapun menyatap lezat makanannya dengan sangat lahap.


Usai makan Mikayla mengobrol merekapun tertidur karena kelelahan.


*****


Ditempat Alex.


" bagaimana pak, apa bapak bisa mengerti "


" Baiklah aku paham "


" Saya akan bantu bapak sebisa saya, karena pasien seperti ibu Raisha hanya 10 diantara 100 orang yang berhasil melawan penyakit seperti itu dan saya harap ibu Raisha adalah salah satu dari mereka yang berhasil apalagi sedang hamil semoga kandungannya tetap diberi keselamatan iya itu kata saya tadi kalau tidak keguguran harus oprasi bahkan prematur lahirnya. "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2