Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 106 - Salah Menduga


__ADS_3

Hampir jam delapan, Keyvan masih terlelap di bawah selimut tebal itu. Lelah, dan Mikhayla membuatnya benar-benar lelap hingga pria itu tidak sadar matahari mulai meninggi. Sementara Mikhayla jelas saja harus pergi ke kampus seperti biasa, selesai bersiap dia duduk di tepian ranjang dengan maksud pamit pada sang suami.


"Aku pergi ya," ucapnya mengecup Keyvan beberapa kali, melihat suaminya yang begini dia sedikit menyesal sebenarnya.


"Hm, diantar om Babas ya?" tanya Keyvan dengan mata sendunya, demi apapun dia luar biasa lelah meski upahnya sudah dibayar lunas.


"Iya, uang jajanku hampir habis ... gimana dong?"


Itu adalah kalimat permintaan yang dibungkus dengan pertanyaan. Mikhayla menengadahkan tangan dan Keyvan terkekeh mendengar ucapannya.


"Ambil sendiri di dompetku, kenapa tidak ambil kartunya saja?" Sampai saat ini Keyvan masih bingung kenapa Mikhayla lebih suka meminta uang tunai.


"Tidak perlu, nanti aku boros."


Padahal sama saja, sekalipun dia minta uang tunai jumlahnya tidak sedikit dan biasanya dompet Keyvan terkuras untuk jajan dia sehari saja. Akan tetapi, hal itu tidak membuat Keyvan berprasangka buruk apalagi marah pada sang istri. "Nih, aku ambil segini ... masih ada sisanya, dua lembar."


Sudah Keyvan duga akan begitu, pria itu terkekeh dan mengangguk pelan. Anggap saja hadiah karena telah membuatnya terbang beberapa jam lalu, Mikhayla mengembalikan dompet Keyvan di atas nakas, dekat ponsel sang suami.


"Pulang jam berapa?"


"Ehm, mungkin jam dua ... tidak perlu dijemput, hari ini istirahat saja ya," tutur Mikhayla layaknya memperlakukan orang sakit, Keyvan yang kini begitu lemah sebenarnya mengkhawatirkan. Akan tetapi, dia tidak mungkin tidak masuk juga seperti Keyvan.


"Tentu saja, aku benar-benar kurang tidur, Mikhayla."


Lucu sekali, sudah dibayar Keyvan masih saja mengomel. Pria itu kembali terpejam karena memang matanya amat berat untuk terbuka. Sebelum mengizinkan Mikhayla kembali mengembang pendidikannya, dia sudah pernah wanti-wanti tugasnya pasti sangat mengganggu sekali. Kini, nyata terjadi dan hal itu tidak dapat dihindari.


"Jangan lupa sarapan, aku udah siapin ... tepatnya Mba Rani sih, aku cuma tata di meja." Mikhayla tidak akan berbohong soal ini, khawatir jika Keyvan berharap lebih dirinya sudah bisa di dapur.


"Hm, terima kasih ya, istriku ... sudah sana, nanti terlambat."

__ADS_1


Mikhayla berlalu meninggalkan kamarnya, Keyvan yang masih mengantuk luar biasa jelas saja berencana tidur lagi. Sayangnya, belum sempat terlelap teleponnya sudah berdering beberapa kali. Sungguh rasanya kesal luar biasa, dia menerima panggilan itu separuh emosi yang luar biasa menjadi.


"Ada apa?"


Berbanding terbalik dengan cara dia bicara pada sang istri, Keyvan menjawab culas dan ini bukan hal asing sebenarnya. Suasana hati Keyvan memang tidak dapat ditebak sejak lama, dan kini hal itu terjadi di hari ini.


"Kau tidak datang juga? Oh my god, Evan!! Yang benar saja, Keny tidak datang lalu aku makan siang bersama siapa?"


Ya, teleponnya penting sekali. Sampai pria itu bingung sendiri bagaimana hendak menjawab keluhan pria itu. Justin hanya memastikan dia ke kantor atau tidak hanya karena khawatir makan siang sendirian.


"Sepenting itukah dirimu wahai yang mulia Justin Anderson? Banyak ulah kau lebih baik pulang ke negaramu sana!!" kesal Keyvan menghela napas kasar, tadi malam sang istri yang membuat dia ingin mengubur diri, kini Justin ikut merepotkan.


"Dasar gilaa kau, aku sebatang kara di sana!!"


"Terserah, jangan ganggu aku, Justin ... aku benar-benar lelah, semalaman aku tidak tidur dan kepalaku rasanya sakit sekali," ungkap Keyvan meminta Justin mengerti keadaannya, hendak dipaksakan juga percuma karena berdiri saja rasanya selelah itu.


"Hm," jawab Evan singkat, memang benar semalaman dia menggarap tugas Mikhayla, pikir pria itu.


"What? Astaga, dia masih sekecil itu ... jangan paksa mengikuti naffsumu."


Istri siapa, yang marah siapa. Keyvan tidak ingin berdebat, andai saja Justin mengetahui bahwa tadi lagi justru dia yang digarap, bukan sebaliknya. Merasa bicara dengan Justin percuma, pria itu memilih diam meski Justin berteriak memanggil namanya. Biarkan dia lelah sendiri, pada akhirnya benar-benar mati sendiri.


.


.


.


Sementara di kediaman Mikhail, suasana kian sibuk saja. Yang akan melangsungkan pesta pernikahan adalah putrinya, tapi yang benar-benar sibuk adalah orang tuanya.

__ADS_1


"Mas, telepon Evan ... hari ini mereka sudah harus di sini, ck lagian kenapa pakai acara pulang segala," omel Zia yang pada akhirnya tidak bisa meredam jiwa seorang ibu seperti yang lainnya.


"Maklumi saja, namanya pengantin baru, Zia ... dulu kamu juga sama kan? Tidak suka diganggu," sahut Kanaya terkekeh sembari menata hidangan makan siang di meja makan.


"Ehm, Mama. Mas Mikhail yang begitu, aku tidak ya."


Mikhail hampir tersedak saat ini, sang mama tiba-tiba membicarakannya dan menjadi bahan tertawaan seketika.


"Tante Naya benar, Zia. Maklumi saja lah, seperti tidak pernah muda saja," goda Zidny kemudian, sama-sama memiliki suami yang sejenis jelas saja saling memahami.


"Evan istirahat, semalam suntuk tidak tidur karena mengerjakan tugas Mikhayla."


Mikhail yang memang segera menghubungi Keyvan setelah diperintahkan Zia kini memberitahukan kondisi menantunya. Sudah Mikhail duga dan sama sekali dia tidak memaksa Keyvan untuk pulang segera.


"Astaga? Serius, Mas?"


"Ya serius," jawab Mikhail santai, di sisi lain dia memang bersyukur karena beban yang suka membuatnya tidak bisa tidur cepat itu kini pindah ke pelukan pria lain.


"Ya Tuhan kasihan, terus Mikhayla tidur gitu aja?"


"Seperti biasa, dia yang kuliah kita yang ikut mikir ... siapa yang memintanya jadi dokter begitu," ucap Mikhail tidak sadar diri jika dirinya juga menginginkan Mikhayla menjadi seorang dokter sejak lama.


"Kamu sendiri yang buat dia terobsesi jadi dokter, padahal rajinnya luar biasa ya salah sendiri." Ucapan Zia tidak sesungguhnya, Mikhayla jauh dari kata rajin walau memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Semua tugas tuntas dalam waktu singkat jelas karena Mikhail ikut berperan di dalamnya.


- To Be Continue -


Rekomendasi Novel siang ini❣️


__ADS_1


__ADS_2