Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 53 - Puas!!


__ADS_3

Sama sekali tidak dia duga jika siang ini akan menjadi pengasuh dadakan lantaran istri kecinya yang mendadak panas. Keyvan beberapa kali turun untuk sekadar mengompres Mikhayla, dengan bantuan Keny dia melakukan hal semacam itu agar istrinya baik-baik saja.


"Kenapa tidak dititipkan kepada pembantu atau pengasuhnya saja?" tanya Kenny yang siang ini juga dibuat bingung dan khawatir lantaran ke Keyvan menghubungi dengan alasan jika keponakannya panas tinggi.


"Tidak penting masalah itu, Ken saat ini yang terpenting bagaimana agar panasnya lekas turun?" desak Keyvan yang tiba-tiba sebal dengan respon Keny yang justru melibatkan pembantu atau pengasuhnya.


"Masih panas?"


"Masih, dia pucat ... jika sampai orang tuanya mengetahui hal ini, aku yang kena, Ken."


Keyvan menyentuh pelan wajah Mikhayla, sang istri yang begitu lelap siang ini sama sekali tidak baik baginya. Sementara di seberang sana Keny tengah berpikir keras keponakan mana yang Keyvan maksud. Seingatnya, Keyvan adalah putra tunggal dari keluarga Wilantara jadi tidak memiliki keponakan dari saudaranya. Sekalipun ada mungkin cucu dari pamannya, akan tetapi sudah besar, pikir Keny.


"Hubungi saja, Van ... mungkin dia butuh mamanya," saran Keny masih berusaha untuk berpikir positif dan tanpa menuduh Keyvan macam-macam.


"Nanti saja, untuk saat ini dia masih tanggung jawabku, Ken ... ayolah, keringatnya juga banyak sekali." Keyvan seakan-akan hilang kendali rasanya. Padahal, pria ini adalah sosok yang tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menghadapi masalah, kini dia benar-benar berbeda.


"Buka bajunya, Van, lepaskan semua yang membuat dia tidak nyaman ... Jaket, kaos kaki atau yang lainnya."


Keny yang masih percaya dengan ucapan Keyvan jika keponakannya masih balita tersebut jelas saja memberikan saran semacam itu. Sebagaimana pengalamannya yang juga punya bayi, Keny hanya memberikan saran sesuai yang dia bisa.


Mendengar saran Keny, dia tanpa pikir panjang membuka kancing baju Mikhayla dan melepasnya dengan perlahan.Tujuannya membuka baju kali ini berbeda, dan tidak ada niat untuk ke arah yang iya-iya. Sambungan telepon bersama Keny belum dia putuskan, hanya saja dia letakkan di sisi Mikhayla yang kini terbaring lemah.


"Euungh ... mau apa?"


Mikhayla yang tengah terlelap merasa terganggu. Meski tertidur dia bisa merasakan seseorang berusaha melepaskan pakaiannya. Apalagi dia menyadari sang suami tengah berusaha jelas saja membuat Mikhayla berpikir macam-macam.

__ADS_1


"Sshuut buka bajunya sebentar."


"Jangan, biarkan saja begini ... nanti kedinginan."


Keyvan menyerah, dia tidak ingin memaksa. Hanya saja, Mikhayla yang kini memegang jemarinya membuat Keyvan yakin jika sang istri memang ketakutan.


"Van!! Suara siapa? Kau dengar aku?!"


Keyvan baru sadar jika sambungan telepon dari Keny belum dia akhiri. Cepat-cepat dia meriah ponselnya dan memberikan penjelasan sebelum pria itu menerka seenak jidatnya.


"Hallo, Ken ... maaf, tadi aku lupa kalau masih terhubung," tutur Keyvan mengalihkan pembicaraan.


"Hm, aku dengar suaranya ... yakin keponakan? Kenapa seperti wanita dewasa?"


Kecurigaan Keny semakin nyata kala dia mendengar dengan jelas suara lenguhan seorang wanita yang menolak aksi temannya. Dia sejak tadi sabar menunggu kejujuran Keyvan akhirnya mendapat titik temu apa yang sebenarnya terjadi.


Cara Keyvan membela diri keterlaluan, jelas-jelas Keny sendirian dan suara wanita yang terdengar itu dari pihaknya. Keny yang tidak lagi percaya pada Keyvan mengalihkan panggilan suara ke panggilan video.


Dia yang panik hendak mengakhiri panggilan bersama Keny. Akan tetapi, jemari Keyvan yang bergetar justru membuatnya menerima panggilan video Keny tanpa sengaja.


"Damn it, kau di kamarmu ... Bohong sekali kamar keponakan."


Matilah dia, Keyvan hanya bisa tergagap kala Keny seakan menangkapnya sebagai pencuri. Dia itu jelas-jelas berbohong, sempat mengatakan jika tengah berada di kamar keponakannya, dan kini semua terlihat jelas bahwa itu adalah kamarnya sendiri.


"Ck, bisakah reaksimu biasa saja?"

__ADS_1


"Hahaha coba perlihatkan, mana keponakanmu yang sakit? Aku penasaran ... Bukankah Dzaki sekarang sudah hampir 12 tahun?"


Keny tertawa puas sekali, bahkan kini perutnya terasa sakit akibat wajah datar Keyvan yang tertangkap basah tengah berbohong.


"Okay, tiga detik ... One, Two, Three ... Time's up, Keny!!"


Keyvan yang memang nyata kalah dalam hal ini terpaksa mengalah dan memperlihatkan Mikhayla demi membuat pria itu puas dan berhenti mengejeknya seakan pembohong paling gila.


"What? Van!! Kau bercanda?"


Keny menganga, matanya membulat sempurna dan jelas saja dibuat tidak percaya sesaat dengan apa yang dia lihat. Ya, meski hanya tiga detik akan tetapi dia mampu melihat dengan jelas jika yang tengah terbaring di ranjang sahabatnya adalah seorang wanita, bukan balita lagi.


"Puas?"


"OH MY GOSH!! Van?? Katakan dulu dia siapa?"


Heboh sekali, Keny bahkan lebih menggila dari Justin ketika mengetahui dia memiliki seorang wanita. Ya, tentu saja mereka terkejut bahkan merasa tidak percaya begitu saja dengan apa yang mereka lihat.


"Berisik, bisa jauhan sedikit tidak?" Suara lemah Mikhayla lagi-lagi terdengar, sontak Keyvan memilih mengakhiri panggilan Keny lantaran istrinya merasa terganggu.


"Van!! Jawab dulu ... Heii!!"


Tuuut


Tanpa dosa dia mengakhiri panggilan tersebut secara sepihak. Pria itu lebih memilih ikut tidur di seraya memeluk Mikhayla. Baru saja hendak terpejam, Keyvan sudah mendapat penolakan. Sontak pria itu bertanya-tanya kenapa istrinya melakukan hal ini.

__ADS_1


"Kenapa? Biasanya suka dipeluk?" tanya Keyvan mengerutkan dahi merasa benar-benar bingung dengan reaksi Mikhayla saat ini.


- To Be Continue -


__ADS_2