Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 117 - Di Luar Dugaan


__ADS_3

Pertemuan paling konyol menurut Justin, Keyvan yang mendadak menjadi seperti orang bisu sementara pria yang dia temui persis seperti pria kurang darah. Pucat, tatapan sendu dan kelopak matanya tampak sembab. Ya Tuhan, berat sekali ujian jadi pria nampaknya, pikir Justin turut prihatin dengan keadaan mereka berdua.


Setelah membahas berbagai hal terkait rencana mereka ke depan, kini keduanya sama-sama diam bahkan kopi yang berada di atas meja sudah dingin tanpa diminum sedikitpun. Justin bingung hendak bicara apalagi sebagai basa-basinya, sejak membahas hal penting terkait bisnis mereka memang Zayyan tidak seburuk yang Justin duga. Hanya saja wajah sendu Zayyan tampak lebih suram dari cuaca hari ini.


"Ehm, maaf jika tidak nyaman ... apa aku boleh bertanya sesuatu? Tapi ini sedikit pribadi." Justin membuka pembicaraan, dia menatap Keyvan sejenak dan pria itu menganggukkan kepala.


"Boleh, tanyakan saja," jawab Zayyan terdengar biasa dengan wajah yang sama datarnya. Justin semakin tidak habis pikir kenapa bisa Keyvan menginginkan kerja sama bersama pria semacam ini.


"Matamu terlihat sembab, apa ada masalah?"


Astaga, kenapa kalimatnya jadi begini? Justin mengutuk dirinya yang seakan peduli pada Zayyan. Padahal, sejak tadi yang terngiang di kepalanya bukan itu, dia hanya ingin bertanya apa tidurnya tidak nyaman di kota ini hingga dia kurang tidur seperti itu.


"Kau tahu bagaimana kehilangan istri tepat satu minggu pernikahanmu?" Zayyan tersenyum getir, selama ini tidak ada yang pernah peduli dia kenapa. Baru kali ini ada orang yang baru dia kenal pertama kali dan peduli dengan matanya yang sembab.


"Kehilangan? Maksudmu? Meninggal atau bagaimana?" tanya Justin bukan bermaksud membuat pria itu semakin sedih, akan tetapi memang dia penasaran apa sebabnya.

__ADS_1


"Dia pergi, tanpa pamit tepat dihari aku ingin mengajaknya bulan madu ke kota ini ... aku hanya menangisi janji dia untuk menungguku di depan kampus waku itu," jelas Zayyan menghela napasnya perlahan, rasanya sedikit lega meski dia tidak mengenal dekat Justin dan Keyvan.


"Oh gagal bulan madu cerit_ aaw, Evan why? Kau mencubitku, andai ada yang melihat bagaimana? Jangan membuat suasana semakin rumit dan pandangan orang terhadapku dibenarkan dengan tingkahmu yang begini." Justin meggosok pinggangnya yang dicubit Keyvan tiba-tiba, sungguh dia benar-benar tidak menyangka pria itu akan begitu mudah mencubitnya.


"Jaga bicaramu, Justin!! Kau ingin dikremasi hidup-hidup atau bagaimana?" Dengan tatapan mata yang luar biasa tajam, Keyvan berharap pria di hadapannya bisa mendengar bahasa kalbunya. Akan tetapi, otak Justin yang sedikit kurang hari ini hanya membuat Keyvan kesal saja.


"Maafkan dia jika membuatmu tidak nyaman," pinta Keyvan dalam hati seraya mengatupkan tangannya berharap sekali Zayyan tidak tersinggung.


"Tidak masalah, ucapannya benar ... gagal bulan madu, lucu ya? Hal yang aku bayangkan indah pupus begitu saja, istriku pergi dan aku tidak mengetahui keberadaannya hingga sekarang," ungkap Zayyan tampak selepas itu, dari sorot matanya pria itu memang butuh tempat untuk meluapkan kegundahan dalam hatinya.


Justin terhenyak, lagi-lagi dia perkara wanita. Pria segagah Zayyan dibuat sembab bahkan tampak lemah hanya karena kaum hawa, sepertinya memang tidak akan pernah habis perkara wanita di dunia ini, pikir Justin.


"Dia berbeda."


"Mikhayla berbeda!!"

__ADS_1


Dalam waktu bersamaan kedua pria itu membela istrinya masing-masing. Meski tidak bisa Justin dengar, jelas sekali gerakan mulut Keyvan tampak kesal padanya. Andai saja suaranya sudah pulih, mungkin suara Keyvan akan keluar paling besar.


"Ah iya, benar ada wanita yang berbeda ... maaf."


Demi memperkecil masalah, Justin mengalah dan membenarkan ungkapan kedua pria yang tampaknya sudah dibuat takluk oleh seorang wanita. Dia menghela napas kasar dan mengangguk mengerti bahwa hanya dia yang percaya wanita itu sama saja.


"Semoga istrimu segera ditemukan dalam keadaan utuh, fisik maupun perasaannya ... karena jika sampai perasaan istrimu tidak utuh lagi, berat sekali."


"Jangan membuatku semakin takut," ungkap Zayyan dengan tatapan tajamnya, lagi dan lagi Justin salah dan merasa jika pria yang tengah ada masalah bersama wanita akan sedikit gila.


"Minum kopimu, kasihan kau abaikan begitu." Keyvan yang kini jadi pemantau hanya mengangguk pelan, dia merasa Justin sudah bersikap sebagaimana mestinya.


"Shiitt ... pahit."


"Itu Americano," jelas Justin kemudian dan bingung sendiri tampaknya memang sejak awal Zayyan sama sekali tidak fokus.

__ADS_1


Keyvan yang berada di sisi Justin kini susah payah menahan tawa, Zayyan yang sempat digambarkan akan semengerikan itu tampaknya tidak sama sekali. Sayang sekali suaranya belum baik-baik saja, andai saja bisa berbicara normal sudah dipastikan Zayyan mampu diajak berbincang ringan di luar pekerjaan.


- To Be Continue -


__ADS_2