Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 57 - Ada Yang Salah


__ADS_3

"Tumben tidak diangkat, apa tidur lagi ya?"


Mikhayla adalah seseorang yang paling cepat tanggap terhadap panggilannya. Kini, pria itu justru dibuat menunggu lantaran sudah dua kali dia coba hubungi tetap gagal juga.


Dia yang kini resah semakin gelisah kala mencoba menghubungi Ratni juga hasilnya sama. Pria itu gusar, hingga dia benar-benar memutuskan pulang meski paham jadwalnya hari ini cukup padat batinnya tidak nyaman jika terus bertahan.


"Van mau kemana?"


Baru saja Justin hendak masuk untuk meminta tanda tangannya, Keyvan yang sedang tidak baik-baik saja melewati Justin begitu saja hingga pria berkumis tipis itu berusaha mengikuti langkah Keyvan.


"Evan!! Tunggu, kau mau kemana? Tanda tanganmu," ucap Justin kala berhasil menghentikan langkah Keyvan, ya dia butuh secepatnya karena sudah tertunda hampir empat hari.


"Aku ingin pulang sebentar, nanti siang kembali lagi."


"Pulang? Van ... akhir-akhir ini kau tidak seperti Keyvan yang biasa. Meskipun di sini kau bosnya, bukankah tidak seharusnya tempat kerja dianggap main-main seperti ini? Come on, sadar sedikit saja."


Memang nyata Keyvan berubah, biasanya dia akan mengutamakan pekerjaan. Sekalipun peduli terhadap pasangan, tapi tidak segila ini, pikir Justin. Tatapan tajam keduanya kini berpadu, Keyvan mengerutkan dahi kala mendengar ucapan Justin yang memang menjadi bawahannya di kantor.


"Apa yang salah denganmu, Justin?"

__ADS_1


Keyvan masih sopan, meski dia atasan tapi dia memandang Justin sebagai sahabatnya. Lagipula dari jarak yang tidak begitu jauh terdapat beberapa karyawan lain dan akan tidak lucu jika mereka berseteru dan saling menjatuhkan.


"Pertanyaan semacam itu seharusnya untukmu, Van ... mana disiplin yang kau maksud? Bukankah seorang Keyvan begitu menghargai waktu? Aneh sekali hanya karena wanita kau bahkan kehilangan jati diri," tutur Justin sembari bersedekap dada, Keyvan yang tersinggung memilih berlalu dan tidak memedulikan apapun ucapan Justin.


"Evan!!"


Justin sudah berteriak, bahkan berusaha mengejar langkah Keyvan. Hanya saja, tangan Justin seketika dicekal oleh seseorang dari belakangnya.


"Sudah-sudah, biarkan saja, Justin ... kau tidak berada di posisi dia saja."


"Kau juga kenapa jadi membela dia? Kemarin-kemarin kau juga muak dengan sikapnya yang semakin tidak jelas begitu." Justin yang bingung kenapa kini Keny juga seakan membela Keyvan. Padahal, sebelumnya dia juga sama resahnya lantaran Keyvan yang semakin kerap meninggalkan pekerjaan.


"Ya, kau memang sefrekuensi dengannya, hanya karena wanita jadi lalai dengan segalanya ... menyebalkan sekali."


"Kecilkan suaramu, kau tidak lupa apa yang Keyvan katakan bukan?" desis Keny seraya menutup mulut dengan jemarinya, setelah ditekan dengan beragam pertanyaan tadi pagi memang Keyvan mengaku jika dia telah menikah diam-diam. Akan tetapi, tentu saja mereka juga harus tutup mulut.


"Terserah!!"


Awalnya hanya marah pada Keyvan, pria itu kini marah juga pada Keny. Dia yang kesal kembali ke ruangannya dengan langlah panjang. Sementara Keny yang menjadi penengah di antara mereka bertiga hanya bisa mengelus dada. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada Keyvan, apa mungkin berhubungan dengan istri baru, atau dengan keluarga mantan istrinya, Keny juga tidak mengerti. Yang jelas, saat ini dia merasa Keyvan memang tengah dilanda masalah hingga membuat dirinya seolah kehilangan dirinya.

__ADS_1


"Rumit sekali hidupmu, Van."


Sementara di sisi lain, Keyvan yang nekat pulang sendirian tanpa meminta didampingi Wibowo kini tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Sesekali dia berusaha untuk terus menghubungi Mikhayla, sayangnya hasilnya masih sama dan batin Keyvan mendadak panas.


"Ck, kemana dia sebenarnya!!"


Pikiran Keyvan melayang, kembali dia mengingat bagaimana Mikhayla bercerita tentang kebohongannya pada Mikhail beberapa waktu lalu. Perasaannya kali ini lebih pada kecurigaan dan kekhawatiran sang istri berbuat macam-macam di belakangnya.


Beruntung, jalanan tidak begitu macet hingga dia bisa tiba dalam waktu singkat. Keyvan buru-buru turun dari mobil, setibanya di rumah tidak ada hal yang aneh memang. Semua tampak baik-baik saja, memang sepi karena penjaga juga ada di depan.


Keyvan menghela napas perlahan, mungkin marena masih cukup pagi Mikhayla tidak akan menyambut kedatangannya, lagipula ini belum waktu pulang. Mungkin saja Mikhayla tidak sama sekali menyadari dia sudah berada di rumah, pikir Keyvan.


"Biasanya dia tidak pernah tidur jam segini," gumam Keyvan tampak berpikir dan mendorong pintu kamarnya pelan-pelan.


"Sayang, aku pul_ What The Fuckk !! Apa yang terjadi, Mikhayla?"


Keyvan yang tadinya hendak memanggil sang istri dengan penuh kelembutan, mendadak berubah dengan kemarahan kala pintu kamar terbuka lebar.


Panik, kecewa dan khawatir menyatu kala dia menatap keadaan kamarnya yang kini terlihat kacau. Dada Keyvan seakan sesak bak dihujam ribuan anak panah kala melihat istrinya yang kini duduk di di lantai sembari memeluk kakinya dengan keadaan polos dan wajah yang terlihat sama kacaunya.

__ADS_1


- To Be Continue -


__ADS_2