
Seperti yang sudah Mikhail katakan, Keyvan akan sangat-sangat repot. Butktinya nyata dan tidak bisa dibantah, belum apa-apa hari Keyvan sudah dimulai dengan drama mengantarkan Mikhayla ke kampus bersama Zavia yang tiba-tiba sakit perut di tengah perjalanan. Terpaksa, mereka berhenti lebih dulu karena tidak mungkin hanya cukup dengan popok saja.
"Ck, Zavia kenapa tidak dari tadi ... dijalan kebelet e'ee apasih maunya."
"Jangan marah, namanya masih kecil mana tau dia. Jangankan Zavia, kamu saja kebiasaan sakit perut padahal perjalanan masih di tengah-tengah," ujar Keyvan menoyor kepala istrinya pelan agar sedikit sadar diri jika putrinya begitu karena warisan dari Mikhayla sendiri.
Ya, saat ini memang Zavia pemenangnya. Sekalipun Mikhayla mencoba manja tetap saja yang dibela akan Zavia.
"Udah belum?"
"Dah Mama," jawabnya pelan bukan berarti takut melainkan itu adalah cara dia menjawab untuk membuat hati Keyvan melemah.
"Nanti kalau sama Papa jangan begini ya, sayangnya Mama," ucap Mikhayla sebenarnya gemas sendiri pada Zavia walau terkadang membuat tensinya naik seketika.
"Iyaaah, Khay."
"Mama, Khay-Khay ...." Mikhayla mencubit pipi Zavia lantaran kebiasaan memangilnya dengan sebutan Khay sejak pertama kali bisa bicara.
Keyvan hanya terkekeh dengan interaksi kedua bidadarinya ini. Beberapa tahun lagi mungkin mereka akan terlihat seperti teman dekat yang akan memperebutkan kasih sayang dan perhatian dari Keyvan.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di tujuan dan Mikhayla turun dengan langkah beratnya. Khawatir Keyvan tertekan, khawatir Zavia menangis dan masih banyak lagi namun tidak mungkin dia urungkan semua ini.
__ADS_1
"Aku masuk ya," pamit Mikhayla pada sang suami.
"Hm, pulangnya nanti aku jemput," ucapnya mengecup kedua pipi Mikhayla yang membuat Zavia merengek dan minta dipeluk padahal memang akan bersama Keyvan nantinya.
"Mama canaaaa, danan tium-tium Papa_" Dia merengek dan hal ini sangat biasa sekali, perebutan tahta sebagai ratu di hati Keyvan mungkin akan berlangsung lama.
Bukannya ditenangkan, Mikhayla justru kerap membuat emosi Zavia kian menjadi hingga putrinya menarik rambut Mikhayla lantaran masih berani mencuri kecupan di wajah Keyvan sekali lagi.
"Mama tium lagi weeek," ujarnya kemudian menjulurkan lidah meski rambutnya belum Zavia lepaskan sama sekali.
"Aaaaaaaaaa canaaaaa!!"
"Iyayaya ambil sana, malam nanti Papa milik Mama sepenuhnya ... Zavia bobok Mama ambil Papanya."
"Jaga yang bener, semuanya udah aku siapin ... biskuit itu buat Zavia, jangan kamu cemilin juga," ujar Mikhayla sebelum benar-benar berlalu, setelah mengajak Zavia bertengkar kini dia memastikan jika putrinya jangan sampai kenapa-kenapa bahkan jatah biskuitnya saja tidak boleh Keyvan usik.
"Iyaaaa cerewet, masuk sana ... baju kamu rapikan, Khayla. Kenapa kancingnya sengaja dibuka begitu, pamer bellahan atau apa?"
Mengatakan istrinya cerewet padahal dirinya sendiri juga cerewet. Mikhayla mencebik dan membenarkan kancing kemejanya, pria itu memang sangat tidak suka istrinya menciptakan celah agar pria lain bisa melihatnya sedikit saja. Demi apapun dia sama sekali tidak rela.
"Iyaaaah aku pamer dadaaah, puas?!!" ucapnya seakan mengejek Keyvan yang kini menatapnya datar, candaan Mikhayla kerap kali berhasil membuat Keyvan ingin sekali menerkamnya.
__ADS_1
"Ya Tuhan? Apa benar dia istriku?"
"Uang jajan."
"Gunakan kartumu, kamu bukan anak kecil lagi," ungkap Keyvan bingung sendiri karena kini Mikhayla kembali mengulang kebiasaannya dulu, minta uang tunai dari Keyvan.
"Ribet, ayolah dua ratus saja cukup, Sayang ... buat makan siang," pintanya benar-benar tidak berubah bahkan ketika sudah memiliki putri secantik itu.
"Manja," gumam Keyvan menggeleng pelan namun tetap megeluarkan dompetnya. Di saat para rekannya kerap mengeluh lantaran istri mereka sembarangan menggunakan kartu dan membuat kening berkerut kala melihat tagihan bulanan, Keyvan justru memiliki istri yang anti dengan kartu-kartu semacam itu sekalipun Keyvan memberikannya kebebasan.
.
.
.
Our Family
- To Be Continue -
__ADS_1
Hallu, stor votenya jan lupa, Bestie❤🤭 Minggu terakhir Keyvan Khayla nih kayaknya😌