Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 138 - Unboxing


__ADS_3

"Terus kalau bukan donat apa?"


Di antara banyak kemungkinan entah kenapa dia hanya memikirkan tentang donat belaka. Pria itu menghempaskan kotak yang terbungkus rapi itu tepat di hadapan Mikhayla, wanita itu berdecak dan seperti ingin marah lantaran Keyvan menghempaskan benda itu seakan tidak berharga.


"Ih jangan dibanting!! Kalau sampai rusak gimana?"


Matanya mendelik seakan jadi masalah sekali. Keyvan terkekeh kemudian mengambilkan gunting untuk sang istri. Betapa dia memahami sang istri hingga tanpa perlu dijelaskan Keyvan paham kebutuhan sang istri.


"Nih, butuh, 'kan?"


"Terima kasih, videoin dong."


Keyvan memejamkan mata, memang dia dan Mikhayla bertolak belakang akan tetapi terpaksa mengikuti wanita ini demi bisa membuatnya tersenyum senang. Mulai curiga jika dia akan diminta jadi cameramen dadakan sebentar lagi.


"Jauhan dong, masa mukanya doang yang dapat," protes Mikhayla kala Keyvan hanya menyorot wajahnya saja.


"Oh bentar ya." Keyvan bergerak mundur demi membuat istrinya puas dan tidak marah lagi karena kerjanya.


"Begini?" tanya Keyvan kemudian namun wajah Mikhayla di ponselnya terlihat cemberut menatapnya.


"Kejauhan, Evan. Sekalian dari pintu gerbang sana," kesal Mikhayla lantaran sang suami merekamnya dari sudut kamar hingga menampilkan seluruh keadaan di dalam dengan Mikhayla yang tengah berusaha membuka paket tersebut.


"Salah terus, iya ini maju."

__ADS_1


"Ah sudahlah, aku minta videoin Zean saja."


Dia mulai kesal, tampaknya Keyvan sengaja bercanda hingga Mikhayla benar-benar marah. Bagaimana tidak, setelah sempat diprotes terlalu dekat dengan wajahnya pria itu menjauh dan merekam dari sudut kamar, kini dia kembali mendekat namun hanya menampilkan paket yang hendak Mikhayla eksekusi itu.


"Hahaha iya-iya, kali ini serius ... ayo mulai," ungkap Keyvan membenarkan posisinya karena saat ini sang istri sudah mulai marah.


"three ... two ... one."


Pria pendiam dan anti media sosial mendapat istri seperti Khayla sebenarnya sedikit tertekan. Bagi Mikhayla media sosial adalah ruang tempat mengekspresikan diri, hal-hal sekecil apapun kerap dia bagikan di akunnya. Terkecuali Zavia yang memang dilarang keras sang suami, untuk hal lain memang bebas-bebas saja.


"Hai guys hari ini aku dapat kiriman tapi tidak ada namanya, aku berharapnya ini sertifikat tanah sih. Hayu ikut aku unboxing ...."


Keyvan menghela napas pelan seraya mendengar celotehan sang istri yang sudah persis selebgram itu. Perkara buka paket tanpa pengirimnya saja lama sekali, sampai-sampai pria itu geram dan ingin mengambil alih tugas Keyvan secepatnya.


"Kenapa? Isinya apa memang?"


Mikhayla memilih diam, jujur saja dia bahkan tidak bisa bernapas lega ketika melihat apa isi paket tersebut. "Kamu yang kirim?" tanya Mikhaya menatap Keyvan dengan harapan sang suami akan menjawab iya.


"Tidak, kalau memang aku mau kasih pasti langsung, Mikhayla."


Dia bukan pria yang pandai memberikan kejutan, jika memang dia ingin jelas saja secara langsung tanpa perlu perantara dengan cara yang begini. Keyvan membuka paksa kotak itu agar benar-benar tidak bersisa, hingga wajahnya mendadak datar kala melihat berbagai macam coklat disertai candy berbagai rasa di sana.


"Ck, pasti dari bocah itu ... kamu kasih kabar dia?"

__ADS_1


Mikhayla menggeleng, sama sekali dia tidak mengumumkan pada siapapun perihal kelahiran putrinya. Entah dari mana Alka bisa mengetahui kabar itu tepat beberapa minggu setelah dia melahirkan. "Ada suratnya, coba baca," pinta Mikhayla penasaran kala melihat secarik kertas di antara tumpukan candy tersebut.


"Aku yang baca?"


"Iya kamu, bacain nanti aku kiss."


Sebenarnya hati Keyvan dongkol luar biasa tentang Alka, entah apapun itu. Hatinya sakit padahal sang istri sama sekali tidak bermain api, bahkan tanpa diminta dia menjauhi Alka lantaran dia sudah bersuami.


Baiklah, untuk kali ini dia mengalah semoga saja tidak ada kalimat yang membuat jiwa Keyvan terbakar hingga kepalanya berasap. Sebelum membuka kertas itu dia memejamkan mata seraya menarik napas dalam-dalam, jika sana tidak Mikhayla ketahui demi apapun mungkin semua ini akan dia buang tanpa pikir panjang.


Hai ... Mikha, Apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja ya. Semoga perhitunganku sudah tepat, dari sejak awal kamu pucat di kelas seharusnya saat ini malaikat kecil kamu sudah hadir. Maaf ya, aku sedikit keras kepala ... aku tahu hal ini salah, tidak seharusnya aku melakukan hal untuk kamu yang bukan lagi jadi milikku. Tapi, untuk kali ini murni hanya ingin kasih ucapan selamat atas kelahiran buah hati kalian. Oh iya tadinya mau kasih kado untuk Baby-nya tapi aku bingung mau kasih apa, takut nanti malah salah jadi aku kirim yang Mommy-nya suka saja ya. *Minggu depan aku sama Mama akan pindah ke New York, Khay*la. Sehat selalu ... terima kasih sudah pernah menjadi sahabat dan cinta terbaikku, salam untuk suamimu. Maaf atas kesalahanku di masa lalu, sampai akhir Khayla akan jadi cinta pertamanya Alka ... Terima kasih, Mikhayla Qianzy - Alka


Secarik kertas dengan tulisan tangan Alka berhasil membuat Mikhayla terenyuh, tapi tidak dengan Keyvan. Meski di surat tersebut Alka bahkan tidak bermaksud buruk entah kenapa dia tetap sebal sekali.


"Cuih, cinta pertama? Ngayal!!" ungkap Keyvan meremuk secarik kertas itu hingga tidak lagi berbentuk, sungguh membuat Mikhayla bingung sendiri.


Bisa-bisanya dia masih berusaha seromantis itu, siialan!! Mana dia senyum-senyum lihat coklatnya, kenapa kau bisa lupa janjimu tentang coklat itu, Evan!!


Keyvan membantin karena memang dia melupakan janjinya pada Khayla untuk membelikan coklat beberapa bulan lalu. Dia yang sibuk dan Mikhayla tidak pernah bertanya hingga hal itu terjadi, hari ini sontak Keyvan merasa kalah romantis dari seorang bocah sejenis Alka.


- To Be Continue -


Hai-hai, maaf terlambat. Sementara lanjut boleh mampir ke novel satu ini ya.

__ADS_1



__ADS_2