Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 139 - Sangat Dewasa


__ADS_3

Meski sudah dewasa faktanya Keyvan tetap seperti anak kecil jika perihal Alka. Pria itu tetap tidak terima jika sampai sang istri menerima coklat yang Alka berikan, dia rela meminta Wibowo untuk mendapatkan coklat-coklat yang lebih mahal dari pemberian Alka. Mikhayla yang sejatinya penurut dan tidak banyak ulah jelas saja mengalah karena khawatir akan berujung masalah.


"Bas, dapat coklat dari mana? Sepertinya enak," ungkap Mikhail kini mendekati Bastian yang tengah duduk santai di tepi kolam.


Terkadang bingung yang majikan siapa di rumah ini karena Mikhail memang sebaik itu pada orang-orangnya. Dia yang baru saja mengembalikan Zavia kepada orang tuanya jelas saja penasaran dan kini duduk di sebelah Bastian.


"Dari Evan, Bos ... mau? Ambil saja, masih banyak."


Tanpa diizinkan juga akan Mikhail hantam. Pria itu memang sedikit bebal dan benar kata Zia jika semua makanan masuk ke perutnya kecuali pecahan kaca. Tidak hanya satu melainkan beberapa, dia lupa umur dan memang sejak dahulu giginya baik-baik saja.


"Enak, biasanya dari Paris ya?"


"Iya, kapan-kapan kita ke Paris ya, Bos."


"Gampang, rayu saja bos mudamu ... dia jauh lebih kaya dariku," ungkap Mikhail kini lupa jika tujuannya mencari Bastian adalah untuk mengantarkannya ke kantor hari ini.


"Waduh, saya masih takut, Bos. Aura Evan tu mengerikan."


Walau terpaut usia yang cukup jauh berbeda, akan tetapi ketakutan pada Bastian memang Bastian lebih besar dibandingkan dengan Mikhail. Ya, mungkin karena memang sudah lama mengabdi hingga Bastian bisa sedekat itu dengan Mikhail, sementara bersama Keyvan baru beberapa bulan saja.

__ADS_1


"Belum saja, Evan tu baik sebenarnya."


"Tapi dia juga kejam, Bos ... lihat saja matanya tajam-tajam begitu," balas Bastian yang juga seakan lupa tugasnya untuk mengantarkan tuan besar ini ke kantor segera.


"Ah perasaanmu saja, coba sana rayu liburan ke Paris ... kalau dia mau, nanti sekalian kami ikut," usulnya sudah membayangkan aroma-aroma liburan bersama putri dan menantu tajirnya itu.


"Wih nanti saya coba deh, saya bilang Bos besar yang ajak ya?" Dia meminta persetujuan dan berharap sekali Mikhail akan menjawab iya.


"Jangan jual namaku, Bas ... katakan saja yang sejujurnya," tolak Mikhail benar-benar khawatir jika sampai terjadi hal semacam itu, andai saja sampai ke telinga Keyvan dia yang ajak jelas saja citra Mikhail rusak seketika.


"Yaah si Bos mah begit_"


"Mas!! Katanya mau kerja!!"


Coklat yang tadi dia keluarkan kembali dia masukkan ke mulut tentu saja, sementara yang belum dia nikmati tetap dia masukkan ke saku jasnya. Hendak membawa kotaknya jelas saja Zia marah, maka dia melakukan hal konyol itu untuk memenuhi keinginannya.


"Sebentar, Bos ... susunya mubaz_"


"Mas ini sudah jam 10:42!! Kapan lagi kamu perginya!!" bentak Zia dan hal itu sontak membuat Mikhail bergerak cepat.

__ADS_1


"I-iyaaaaaa ini pergi, Bastian yang lelet!!"


"Iya Nya, kami makan cok_"


"Bastian!! Kau mau kupotong lehermu sekalian?"


Keduanya kembali saling mebuat diri terjatuh dalam lubang masalah, Mikhail mendelik sementara Bastian tertawa menunjukkan gigi-gigi rapihnya. Tidak lupa susu yang dia katakan mubazir tersebut dia sruput hingga tandas lebih dulu.


"Aaaaaaahhh, sudah siap, Tuan."


Mereka berlalu, tanpa sadar jika kelakukan mereka terpantau jelas oleh Keyvan dari lantai dua. Meski tidak jelas apa yang mereka bicarakan lantaran terhalang pintu kaca, tapi dengan jelas dia bisa menduga jika keduanya sama seperti anak-anak.


"Sayang lihat apa?" tanya Mikhayla kemudian mendekati sang suami.


"Mereka, Papa lucu sekali ... wajar awet muda," ungkap Keyvan terkekeh antaran mengingat dengan jelas bagaimana Mikhail memasukkan coklat itu ke dalam sakunya.


.


.

__ADS_1


.


- To Be Continue-


__ADS_2