Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 79 - Kejutan Sang Istri


__ADS_3

Masih menjadi misteri, apa penyebab istrinya tertawa tadi malam. Keyvan memikirkan hal tersebut bahkan sampai tidak fokus kala Wibowo membahas masalah Mike. Pengkhianat yang pada akhirnya berhasil Wibowo lumpuhkan di pelabuhan kemarin malam.


"Tuan?"


"Hah?"


Wibowo sedikit kesal, jika saja bukan atasan ingin sekali dia memaki Keyvan hingga pria itu sadar bahwa dirinya tengah bicara. Panjang lebar dia jelaskan dan sejak tadi Keyvan hanya diam seakan pikirannya benar-benar kosong.


"Bisa kau jelaskan sekali lagi, Wibowo? Bicaramu sedikit tidak jelas."


Bukan Wibowo yang tidak jelas, melainkan telinga Keyvan yang tidak berfungsi dengan baik hingga tidak mendengar dengan seksama apa yang terjadi sebenarnya..


"Sabar, Wibowo."


Pria itu kembali menjelaskan dengan runtut bagaimana Mike bisa dilumpuhkan. Dengan bantuan orang-orang Keyvan di masa lalu yang dipilih langsung oleh Justin tentu saja. Kali ini dia mendengarkan dengan hati-hati setiap ucapan Wibowo, pria itu mengeraskan rahang sembari mengepalkan tangannya.


"Mati?!" tanya Keyvan seraya menggebrak meja, telinganya sensitif begitu Wibowo menjelaskan sala satu dari mereka melayangkan peluru ke arah Mike.


"Tenang dulu, Tuan ... saya belum selesai, sabar sedikit."


Belum juga selesai, Keyvan memotong pembicaraannya hingga membuat pria itu salah paham. Sungguh, Wibowo merasa percuma mulutnya sudah berbusa sejak tadi jika saat Keyvan mendengarkan emosinya justru tidak stabil.


"Lalu bagaimana? Aku sudah katakan menghabisi nyawanya adalah tugasku, Wibowo."


Keyvan menghela napas kasar, pria itu kini menepis bayangan tentang Mikhayla tadi malam. Sejak tadi memang dia tidak begitu emosi karena pikiran dan tubuhnya tidak berada di tempat yang sama.


"Ketika penangkapan di pelabuhan, Mike mencoba melarikan diri dan loncat ke laut, butuh beberapa saat untuk kami mengejarnya. Ketika dia berhasil naik ke darat, Antoni menembak kakinya ... kalau tidak dengan cara itu kemungkinan dia berhasil kabur besar sekali, Tuan."


Sedikit takut sebenarnya, karena biasanya Keyvan selalu menginginkan tawanannya ditangkap dalam keadaan baik-baik saja. Sekalipun tidak sadar itu disebabkan obat bius atau lainnya, bukan dengan cara ditembak atau hampir mati begitu.

__ADS_1


"Syukurlah jika begitu," ucap Keyvan membuat pola lingkaran dengan jemarinya di atas meja, pria itu tersenyum tipis bahkan tidak terlihat jika dia mengeluarkan ekspresi itu.


"Tadi pagi dia sudah kami tahan di tempat biasa, Antoni dan teman-temannya tidak akan pergi sebelum Tuan datang."


"Berikan makan untuknya walau sedikit, aku tidak suka jika nanti datang sudah tidak bertenaga," tutur Keyvan kemudian diangguki Wibowo patuh, pria itu memang tidak bisa ditebak dan sedikit bingung mendefinisikan tujuan awal dia memutuskan sesuatu.


"Baik, Tuan."


"Satu lagi, berikan dia sesuatu yang manis ... aku ingin memperlakukan Mike sedikit berbeda dari yang lain," titah keyvan kemudian, perintah itu terdengar baik tapi percayalah tujuan dia melakukan hal semacam itu jelas saja tidak baik sama sekali.


Wibowo yang mendengar perintah terakhir kali ini mendadak terdiam. Dia menelan salivanya pahit dan pikirannya sudah terbayang dengan salah satu cara paling tidak manusiawi dalam mengeksekusi seseorang.


BRAK


"Van!!"


Di saat Wibowo hendak beranjak, Justin datang dan mendorong pintu ruangan Keyvan dengan tenaga dalamnya. Pria itu terlihat dan cukup membingungkan bagi Keyvan maupun Wibowo.


"Ck, bisakah kau ketuk pintu lebih dulu?"


Justin hanya meggeleng, ini adalah perkara paling gawat sekaligus mengejutkan yang harus Keyvan jelaskan. Pria itu segera memberikan ponselnya pada Keyvan yang kini tampak bingung lantaran Justin persis cacing kepanasan.


"Kenapa?"


"Buka matamu, dan lihat postingan istrimu."


Keyvan masih bingung awalnya, hanya sebuah foto kebersamaan mereka kemarin di sofa. Tampak manis dan beberapa saat dia belum menyadari jika Mikhayla melakukan hal itu sama halnya dengan membuka rahasia tentang pernikahannya.


"Astaga? Om My Gosh, Mikhayla! Kalau teman-temannya semakin menggila bagaimana," ucap Keyvan tampak panik dan bingung dengan keputusan sang istri.

__ADS_1


"Masalahnya bukan hanya di sana, Van. Kau lihat ... This caption."


Sempat terkejut, kini Mikhayla lebih terkejut lagi. Matanya membulat sempurna bersamaan dengan mulutnya yang kini menganga, demi apapun Keyvan tidak menduga sang istri akan segila ini.


Mikha_26


Hai semua? Apa kabar, aku harap semoga semua baik-baik saja. Aku ingin menyampaikan sesuatu yang menjadi alasan kehidupanku tidak seperti dahulu. Beberapa waktu lalu, Tuhan menghadiahkan seseorang melalui takdir yang tidak pernah disangka oleh siapapun. Bahkan, jika aku bercerita mungkin tidak akan ada yang bisa mempercayainya.


Dia adalah pria yang dahulu hanya aku temukan dalam drama kesukaanku. Dia yang dewasa, membuatku merasa dunia itu tidak sesederhana kelihatannya. Keyvan Wilantara ... Namanya lucu ya? But, tidak seperti orangnya. Dia serius dan mungkin aku menyebutnya sedikit gila.


Waktu berlalu begitu cepat, beberapa orang di luar sana mulai bertanya tentang sosok pria dalam kehidupanku akhir-akhir ini. Kali ini akan aku jelaskan sejelas-jelasnya, He's my husband, bukan om-om tajir seperti yang kalian duga ... kami sudah menikah secara Agama dan tepat 05 November nanti kami akan melangsungkan pesta pernikahan di Wil's Hotel yang bertempat di Jl. Merdeka. Aku harap kalian bisa hadir di hari bahagia kami. - Mikhayla Qianzy.


"Kau memang berencana melakukan resepsi di tanggal itu? Kau lupa itu hari apa?" tanya Justin tegas.


Keyvan memejamkan matanya, wajar saja istrinya terbahak tiada henti tadi malam. Beberapa kali Keyvan memijat pangkal hidungnya, dia menatap Justin seraya menghela napas perlahan.


"Justin, astaga ... aku lupa jika bulan depan jadwalku terbang ke London, maaf."


Meski Keyvan terkejut, tapi dia tidak memperlihatkan pada Justin jika dia sama sekali tidak mengetahui apa yang Mikhayla lakukan. Dia tidak ingin istrinya dinilai macam-macam oleh kerabatnya hingga dia lebih baik memilih terlihat salah di mata Justin.


"Oh my gosh, Evan!! Ada apa denganmu? Pertemuan dengan Mr.Mark sudah kau tunda karena kau menikah waktu itu, mungkin dia bisa memaklumi karena sepengetahuan mereka kau terpukul dengan kepergian Liora. Tapi ini kali kedua, dan di dalam satu bulan itu kenapa harus tanggal lima, Van?" tanya Justin tidak habis pikir, wajah Keyvan tampak panik namun Justin tidak ingin membuat Keyvan semakin pusing.


"Justin, aku harus bagaimana? Sudah berapa banyak yang melihat?" tanya Keyvan kemudian meraih kembali ponsel Justin yang tadinya sempat dia kembalikan.


"Pengikut Mikhaya lebih dari 150 ribu orang, dan kau lihat saja sudah berapa banyak orang yang mengucapkan selamat atas pernikahan kalian."


Napas Keyvan benar-benar tidak normal, udara di ruangan ini seakan tidak cukup untuknya. Diposting empat belas jam lalu, tepat beberapa jam sebelum dia tidur tadi malam. Keyvan dibuat menggeleng tak percaya kala melihat postingan Mikhayla sudah dipenuhi huru-hara dan ucapan selamat atas pernikahannya.


"Ya Tuhan istriku, benar-benar membuat gila," gumam Keyvan kemudian mengusap wajah kasarnya, melihat Keyvan gelisah pria itu mendadak ragu jika tanggal pernikahan itu adalah keputusan Keyvan.

__ADS_1


"Van?"


- To Be Continue -


__ADS_2