Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 126 - (Bukan) Suami Takut Istri


__ADS_3

Satu-satunya hal yang tidak bisa Keyvan ubah hingga saat ini ialah kebiasaan merokoknya. Walau sudah Mikhayla larang dia belum bisa berhenti sungguhan, paling hanya dikurangi dan tidak dilakukan di hadapan sang istri.


"Bro, berhenti ... istri lagi hamil masih saja. Bahaya, Van."


Justin sudah lelah ikut campur masalah ini namun memang Keyvan belum bisa benar-benar berhenti. Walau sebenarnya tidak salah, dia merokok sesuai tempatnya dan kini mereka tengah berada di ruang terbuka. Semenjak istrinya hamil, Keyvan memang sedikit kekurangan waktu bersama kedua sahabatnya.


"Ck, kau sendiri belum berhenti," ujar Keyvan datar kemudian menghembuskan asapnya ke arah wajah Keny.


"Tidak punya etika, ke samping kirimu kan bisa!! Kenapa harus ke wajahku?" tanya Keny sepertinya tersulut emosi, dia yang tengah menyapa putrinya lewat panggilan video itu jelas saja tidak terima ketika asap mengepul tepat di wajahnya.


"Aku masih sendiri, jadi bebas. Kau lihat Keny, sekarang dia benar-benar tobat dan berhenti," puji Justin menunjuk Keny dengan dagunya, tapi tetap saja dia juga melakukan hal yang sama seperti Keyvan hingga Keny memilih pindah ke meja lain.


"Memang dasar sinting kalian berdua," maki Keny sebal luar biasa, jika terus di sana mungkin paru-parunya akan berasap akibat dua pria gila itu.


Hari ini Keyvan memenuhi keinginan Justin dan Keny yang mengajaknya menghabiskan waktu bersama. Sudah lama tidak, Justin ingin saja sebuah pernikahan kedua sahabatnya tidak mengubah dunia mereka. "Van, kau sudah izin, Khayla?" tanya Justin was-was karena sedikit khawatir Keyvan akan terkena masala setelah ini.


"Sudah, dia izin keluar juga hari ini."


"Kau izinkan? Kalau sampai dia keluar sendiri bagaimana?" tanya Justin sedikit takut istri sahabatnya itu sebenarnya marah.


"Tidak, dia pergi bersama Mbak Rani ... Khayla tidak pernah kuizinkan pergi sendiri, tapi karena dia tidak punya teman jadi temannya paling Rani atau Bastian," ungkap Keyvan kemudian kembali menyesap nikotinnya dalam-dalam.


Beberapa waktu berlalu, mata Justin tertuju pada wanita cantik yang kini duduk di meja tidak jauh darinya. Dia ingin melihat seperti apa Keyvan jika sudah dihadapkan dengan wanita itu.


"Van, kau tidak takut Mikhayla marah jika ketahuan masih merokok seperti ini?" tanya Justin memulai pembicaraan sebelum dia melakukan pembuktikan.


"Hahah mohon maaf sekali, tapi aku bukan Keny," ejek Keyvan yang menganggap Keny sebagai pria takut istri.


"Oh iya?"


"Iya, tentu saja ... aku tidak merokok di hadapan Mikhayla semenjak dia hamil, itupun karena aku khawatir kesehatan dia dan bayi kami, bukan karena takut istri," ungkap Keyvan sesakan paling bijaksana, mendengar jawaban Keyvan pria itu semakin tertarik untuk mengetahui bagaimana respon dia selanjutnya.

__ADS_1


"Van, lihat ke arah jam sembilan."


Keyvan yang sejak tadi hanya fokus dengan urusannya kini menatap ke arah yang Justin tunjukkan, melihat siapa yang kini berada di sana Keyvan sontak melemparkan rokoknya ke tubuh Justin padahal jelas-jelas masih menyala.


"Arrrgghhh!! Panas boddoh!" umpat Justin yang disambut gelak tawa oleh Keny di meja sebelah, pria itu panik dan turun dari kursi segera karena khawatir kemeja barunya itu terbakar.


"Siallan, kenapa tidak bilang terus terang?"


.


.


.


Mereka terlalu berisik hingga Mikhayla yang tidak sengaja menatap ke arah mereka sontak berbinar dan meninggalkan Rani begitu saja. Pertemuan tak terduga yang berhasil membuat Keyvan berdegub tak karuan padahal biasanya dia akan senang jika istrinya datang.


"Hai, Khayla."


Justin menyapa dengan senyum manisnya, sementara Keyvan jelas tampak kaku di sana. Detak jantungnya sama sekali tidak aman bahkan dia tidak mengecup bibir sang istri seperti biasanya.


"Sangat-sangat boleh," jawab Justin sama sekali tidak keberatan tapi tatapan matanya sudah tertuju pada Keyvan yang kini tampak mati kutu di hadapan sang istri.


"Kamu tumben tidak cium aku?"


Itu pertanyaan, dia bingung kenapa Keyvan tidak menyambutnya manis seperti biasa. Bahkan mengecup kening saja tidak, jelas saja Mikhayla sebal.


"Di tempat umum, Sayang ... malu."


Malu kata dia, padahal Keyvan sangat-sangat terbiasa melakukan kecupan di kening sang istri walau di tempat ramai. Akan tetapi kali ini memang berbeda dan dia sedikit menjaga jarak dari Khayla, melihat Keyvan seperti ini jelas saja Justin terbahak dalam batinnya.


"Wih, merokok ... berapa banyak hari ini?" tanya Mikhayla meraih bungkus rokok yang ada di hadapan Keyvan, mustahil sekali itu adalah milik Justin, pikirnya.

__ADS_1


"Bukan milikku, tapi Justin, Sayang."


"Bohong, coba sini cium," pinta Mikhayla sengaja mendekat dan Keyvan tidak lagi bisa berbohong setelahnya.


"Cuma satu, Khay." Terlanjur basah dan ketahuan karena Khayla tidak mungkin sebodoh itu dan tidak dapat dibohongi lagi, Keyvan mengalah.


"Bohong, Khayla ... dia habis tiga di meja ini saja, satunya tinggal setengah tapi dia lemparkan padaku barusan," tutur Justin sama sekali tidak merasa berdosa dan tidak berpikir jika saat ini ucapannya bisa saja membuat sahabatnya bermasalah.


Memang dasar Justin settan!!


"Terserahlah, tapi nanti kalau sampai sakit-sakitan jangan harap aku peduli ya."


"Sa-sayang kenapa begitu bicaranya, Justin astaga pembohong sekali ... kau mau kemana, Hah?!!" tanya Keyvan panik kala Justin hendak berlalu usai membuatnya terjebak dalam posisi ini.


"Sakit perut, dah duluan."


Tidak hanya Justin, Keny juga ikutan berlalu dan meninggalkan Keyvan sendirian di hadapan Mikhayla. Habislah dia, tatapan Mikhayla bahkan lebih tajam dari tusuk gigi, jelas saja dia khawatir setelah ini.


"Terakhir kali ya, jangan menyakiti diri sendiri ... kalau nanti sakit bagaimana? Papa saja bisa berhenti ketika sudah punya Mama, kenapa kamu belum bisa?" tanya Mikhayla dan itu berhasil membuat Keyvan tertampar rasanya.


"Iya tapi_"


"Tapi apa? Tidak ada lagi yang hissap gitu? Kan banyak gantinya," ucap Mikhayla seolah memancing pikiran Keyvan untuk berlari terlalu jauh.


"Pe-permen maksudku, kenapa lihat ke sini." Mikhayla mengusap wajah sang suami lantaran mata Keyvan justru tertuju ke dadanya.


"Hahaha kan itu permen juga, Sayang." Keyvan tertawa sumbang hingga membuat Mikhayla menyesali ucapannya.


- To Be Continue -


Buat yang minta jodoh Justin sabar ya, aku tidak akan masukkan di sini tapi Buat Novel Khusus dia dan terbit 02 Desember. Kenapa harus tanggal itu, Thor? Ya kebiasaan saja up itu di tanggal muda. Dah Babay ... nantikan saja Bang Justin yaw😚

__ADS_1


Bonus Visual Bang Justin



__ADS_2