Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 56 - Pria Asing


__ADS_3

Sepeninggal Keyvan pergi kerja, Mikhayla melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Mandi dan menghias diri seperti biasa, merapikan tempat tidur semata. Untuk saat ini memang dia hanya bisa melakukan hal semacam itu, jika sampai nekat terjun ke dapur Keyvan khawatir rumahnya hangus terbakar.


Dia yang tengah fokus merapikan kamarnya, tiba-tiba mendengar jika pintunya diketuk dari luar. Merasa jika salah dengar, Mikhayla tidak begitu peduli dan meneruskan pekerjaannya, akan tetapi setelah beberapa ketukan pintu tersebut masih terdengar juga.


Tok tok tok


"Hah? Kok sudah pulang? Belum juga satu jam," gumam Mikhayla heran, padahal sebelum pergi dengan jelas Keyvan mengatakan dia akan pulang terlambat hari ini.


Tok tok tok


"Ck, sebentar!!"


Mau tidak mau Mikhayla membuka pintu kamarnya dengan segera. Sedikit aneh juga kenapa Keyvan tidak masuk seperti biasa, pikirnya. Mungkin hendak memberikan kejutan manis, di beberapa drama hal semacam ini kerap terjadi dan Mikhayla masih mampu berpikir positif tentang Keyvan.


Ceklek


"Kok pulangnya cep_"


Ucapannya terhenti kala Mikhayla menyadari yang kini berdiri di hadapannya bukan Keyvan, melainkan sosok pria asing yang sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya.


Terlihat lebih muda dari Keyvan, tampan akan tetapi tidak ada kemiripan sama sekali dengan suaminya. Jika memang saudara rasanya tidak mungkin, pikir Mikhayla.


"Si-siapa?"

__ADS_1


"Harusnya aku yang bertanya, kau siapa?"


Bukannya menjawab, pria itu justru balik bertanya dengan mata tajam yang begitu menakutkan saat ini. Seakan ada kemarahan dibalik bola matanya, Mikhayla yang merasa pria ini aneh hendak menutup pintu kamarnya dengan segera.


"Eits ... tidak sopan, kita bahkan belum berkenalan."


Mikhayla hendak berteriak meminta bantuan Ratni, akan tetapi secepat itu pria itu masuk dan mengunci pintu kamarnya. Lebih liciknya lagi, kunci kamar dia genggam hingga Mikhayla perlahan mundur demi menghindari tamu tak diundang ini.


"Kamu siapa? Kenapa sembarangan masuk kamar orang lain?" tanya Mikhayla sedikit bergetar, entah kenapa dia setakut ini.


Pria itu tertawa sumbang, dari jarak yang cukup jauh sorot matanya tertuju pada Mikhayl. Pria itu melangkah perlahan dengan senyum tipis di bibirnya, wajah Mikhayla mendadak pucat pasi.


"Santai saja, kenapa setakut itu ... tidak kusangka wanita secantik ini akan ada di kamar kakakku."


"Adik?" tanya Mikhayla memastikan, dia berusaha untuk tenang dan mencoba bersikap biasa saja.


"Hm, adiknya."


Mikhayla sudah berusaha bersikap baik karena mengira pria itu memang adik Keyvan. Akan tetapi sebaliknya berbeda, pria itu semakin mendekat hingga tubuh Mikhayla membentur meja rias.


"Cantik sekali, berapa bayaranmu?" tanya pria itu dengan jarak yang begitu dekat, bahkan dengan santainya dia menelusuri wajah mulus Mikhayla dengan jemarinya.


"Apa maumu?! Pergi sekarang sebelum aku berteriak dan mereka datang untuk menghajarmu!!"

__ADS_1


Tidak peduli sekalipun memang adik dari suaminya, jika sudah berani berbuat kurang ajar maka Mikhayla akan melindungi diri sebisanya. Sayang sekali tenaga Mikhayla memang selemah itu hingga sekuat apapun dia mendorong tubuhnya sama sekali tidak berpengaruh.


"Woah, sudah bersikap sebagai Nyonya di rumah ini kah? Coba saja, mereka bahkan lebih mengenalku daripada bocah ingusan sepertimu."


Bukannya takut, pria itu justru menyeret tubuh Mikhayla ke tempat tidur dengan kasarnya. Dengan statusnya sebagai adik Liora yang memang dihormati di rumah ini membuat Leon merasa bebas dan berkuasa, terbukti dengan jelas bagaimana para penjaga yang masih tampak patuh padanya ketika memasuki rumah Keyvan.


"Jangan mendekat, aku tidak mengenalmu!!" Dalam keadaan panik, Mikhayla berusaha meraih ponsel untuk menghubungi Keyvan secepatnya.


"Mau apa? Aku hanya ingin mengenalmu, tidak ada salahnya kita buat berkesan bukan?" Wajahnya tersenyum licik, begitu cepat dia bergerak hingga kini sudah berhasil mengunci tubuh Mikhayla dengan mudahnya. Ya, bagi seorang pemain seperti Leon jelas saja wanita dengan tubuh mungil seperti Mikhayla dengan mudah dia taklukan.


"Dasar bejjat! Kau akan menanggung kemarahan suamiku!!" bentak Mikhayla menatapnya tajam dan berusaha melawan meski tangan dan kakinya sudah terkunci.


"Suami? Hahaha suami katamu? Keyvan tidak pernah mengatakan dia sudah menikah lagi, jallang sepertimu seharusnya jangan mengkhayal sejauh ini."


Tidak peduli meski kalimat itu menyakitkan, Mikhayla tetap berusaha mempertahankan dirinya. Dia paham apa keinginan pria ini, hingga dia mampu melepaskan diri usai tangannya berhasil bebas dan mendaratkan pukulan tepat di mata pria itu.


"Aaaarrrggggghh!! Siallan, kau ingin cara kasar rupanya?"


Secepat itu Leon bangkit dan mengikuti langkah Mikhayla, kamar mandi dia jadikan tujuan untuk bersembunyi. Leon tersenyum tipis dan mengikuti langkah Mikhayla.


Langkah Mikhayla terlalu kecil jika dibandingkan pria itu, dengan mudah dia berhasil meringkus Mikhayla seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan, teriakan Mikhayla sejak tadi memekakan telinga sebenarnya.


"Sebentar saja, lagipula Keyvan tidak akan marah jika kita diam ... kau masih terlalu muda, apa tidak ingin merasakan fantasy bersama pria yang lebih pantas jadi pasanganmu?" Suara itu terdengar dengan napas menggebu, ya pria itu sudah tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

__ADS_1


..... Lanjut


__ADS_2