Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 122 - Pembuktian.


__ADS_3

Warning!! Ini konten mature dan pastikan usia sudah cukup!! .... Happy Reading muach😚


"Berani ya, mau aku buat tidak bisa berjalan besok pagi?" tanya Keyvan dengan nada ancaman namun tidak membuat Mikhayla takut sedikitpun, dengan santainya dia menutup wajah Keyvan dengan piyamanya. "Tidur sana, jangan marah-marah terus nanti cepat tua ... nanti pas anak kita sekolah kamu dikira kakeknya kan malu," ujarnya seraya terkekeh tiada hentinya.


"Kamu meledekku? Kesalahan kamu malam ini berkali lipat, Khayla ... jangan pikir bisa tidur nyenyak," ungkapnya menarik paksa sang istri hingga terjerambab di atas tubuhnya.


"Pemaksaan, apaan begini?"


"Iya pemaksaan, kamu jangan lupa jika jodoh cerminan diri, Khay ... coba ingat-ingat lagi siapa pemaksa? Aku atau kamu? Hm?" tanya Keyvan menatapnya lekat-lekat, perpaduan antara kekesalan dan naffsu yang kian bergejolak tampaknya akan semakin membuat percintaan mereka kian menggila.


"Memangnya aku memaksa apa?"


Dia bertanya demikian sembari tertawa renyah sekali. Keyvan yang masih nekat memaksanya membuat Mikhayla tidak bisa menahan diri. Apalagi ketika sang suami menelusupkan tangannya ke bagian inti Mikhayla, memberikan suatu hal yang paling Mikhayla sukai sejak awal pernikahan.


"Memaksa dihamili," ungkap Keyvan kemudian mengecup bibir Khayla yang kini sudah bergetar padahal baru Keyvan mulai, padahal baru saja kemarin mereka melakukan hal itu dan kini keduanya kembali terbuai candunya masing-masing.


"T-tapi kamu juga memaksa sewaktu menik _ aakkhh," lenguh Khayla bahkan tidak bisa meneruskan ucapannya, Keyvan yang menatap wajah sang istri yang tidak bisa dikondisikan lagi jelas saja mengambil kesempatannya.


Perut istrinya belum terlalu besar sebenarnya, akan tetapi Keyvan memang sudah berhati-hati walau naffsunya menggebu untuk melakukan hubungan suami istri. Mikhayla yang tadinya berniat sekali membuat Keyvan sakit kepala kini dibuat menggila kala tubuh Keyvan mengentak bagian intinya dalam-dalam.

__ADS_1


Mikhayla mendongak dan napasnya terengah-engah seraya mencengkram lengan Keyvan. Pria itu tersenyum kala merasakan tubuh sang istri bergetar, kemarahan yang sempat menerpa kini benar-benar terhapuskan setiap kali berhasil membuat Khayla merinttih dan meracau mengucapkan namanya.


Beberapa saat dia diamkan, hingga kala Mikhayla perlahan lebih tenang pria itu kembali membuat bawah perut Khayla sesak. Pria itu mengecupi dada dan wajah Khayla tanpa berhenti menggerakkan pinggulnya, tatapan sendu Mikhayla membuat Keyvan khawatir jika dia menyakiti sang istri.


"Sakit?" tanya Keyvan memelankan gerakan pinggulnya, sejenak dia pahami istrinya mau apa.


Tidak berani lagi menjawab Mikhayla hanya menggeleng pelan seraya membelai wajah tampan sang suami. "Kupercepat boleh?" tanya Keyvan memastikan, khawatir sekali hal itu justru membuat Khayla tidak nyaman.


"Hm, hati-hati tapi ya," pinta Mikhayla mengangguk dan jelas saja membuat Keyvan merasa ini adalah lampu hijau hingga dia sedikit mempercepat hentakannya dan jerittan sang istri kian merdu saja menembus telinga.


Ternyata benar, penyatuan yang dibumbui sedikit pertengkaran diawalnya lebih berkesan. Keyvan mengatur napasnya kemudian, Keyvan turun dari ranjang ketika selesai merasakan pelepasan.


Beberapa waktu berlalu, Mikhayla yang mengira semua sudah selesai jelas saja memilih untuk tidur. Akan tetapi baru saja hendak memejamkan matanya, Mikhayla menyadari pria itu menarik paksa selimut yang membalut tubuhnya.


"Hah? Mau apalagi?"


Lebih panik lagi kala Keyvan naik ke tempat tidur kemudian membuka kaki sang istri lebar-lebar, tanpa aba-aba dia kembali membuat Mikhayla menganga namun menolak juga tidak bisa.


"Belum selesai?" tanya Mikhayla heran kenapa Keyvan kini sudah begitu nyaman dengan posisinya. Tubuh pria itu memang masih diam tapi jemarinya kini kembali mulai memainkan milik sang istri dengan ibu jarinya.

__ADS_1


"Kamu pikir selesai? Aku hanya istirahat sebentar, Sayang."


Mikhayla ketar-ketir, tampaknya tekat Keyvan untuk membuat dia tidak bisa berjalan besok pagi terlaksana. Tubuh Keyvan juga tidak menunjukkan jika dia ingin berhenti, wajahnya juga mencurigakan dan tebakan Khayla sama sekali tidak salah.


"Kamu gilla ya? Tidak ada puas-puasnya sama sekali."


"Oh tentu, aku memang gila, Sayang ... dan juga tidak akan pernah puas," ucapnya lembut dan mulai menggerakkan tubuhnya hingga dessahan wanita yang seolah menolaknya kembali terdengar juga.


"Kita sama-sama gilla, Khayla."


"Kamu yang aaakh_" Lagi-lagi Mikhayla dibuat lemah bahkan tidak bisa menyembunyikan jika dia menginginkan Keyvan setiap detiknya. 'Siallan!! Kenapa mendessah juga." Mikhayla membatin dan hal itu jelas membuat Keyvan tertawa sumbang.


"Yang apa, Sayang? Hm? Nikmati saja, kita tidak sedang melakukan perbuatan dosa."


- To Be Continue -


🧐 : Ini novel kenapa banyak banget begitunya ya?


Konten hanya hiburan, buat para Bunda-Bunda melepaskan beban, semoga syuka dan tidak seluruh eps isinya ini😚 Ini episode penawar rindu, sapa tau makin anu sama pasangannya ewkwk!!

__ADS_1


Noted : Adegan ini hanya boleh dilakukan profesional dengan didampingi pasangan SAH!! "SUAMI BUKAN PACAR, APALAGI SUAMI ORANG YA"


__ADS_2