Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 41 - Keluarga BESAR


__ADS_3

Tebakan Mikhayla tidak meleset, baru saja beberapa menit istrinya masuk kamar mandi. Rani mengetuk pintu kamar Mikhayla dan meminta Keyvan untuk turun sarapan. Pia itu tampak ragu dan dia menoleh ke belakang, berharap Mikhayla akan segera selesai dan bisa turun berdua bersama istri kecilnya.


"Tuan besar sudah menunggu, Tuan ... beliau berpesan agar Anda segera turun untuk sarapan bersama."


Rani berucap sopan sekali, jujur saja dia sebenarnya sedikit takut bicara di hadapan Keyvan yang dia ketahui sebagai pria yang nekat menculik nona muda di rumah ini pasca kecelakaan tragis itu. Rani menunduk dan tidak memiliki keberanian untuk menatap mata Keyvan.


"Tapi istriku ...."


"Nona Mikhayla memang tidak terbiasa sarapan sepagi ini, saat ini Tuan muda yang diutamakan."


Sepertinya memang sengaja hanya dia yang diminta turun. Keyvan merasa tidak punya pilihan hanya ikut turun dan mengikuti perkataan Rani, walau sebenaenya dia merasa sedikit keberatan jika turun tanpa Mikhayla.


Dengan langkah pelan namun berusaha tetap terlihat tegas, Keyvan menatap fokus ke depannya. Sejak kecil dia tidak pernah diajarkan untuk menunduk dan terlihat lemah di mata siapapun, tidak peduli sekuat apapun musuh yang dihadapi, Wilantara selalu membuat anaknya menang seolah penguasa.


Dari jarak beberapa meter, tatapan beberapa pasang mata sudah tertuju padanya. Hanya Mikhail yang kini terlihat santai padanya, sementara yang lain tampak tegang dan melayangkan tatapan permusuhan.


Mereka semua keluarga Papa? Kenapa banyak sekali? Bukankah Papa bilang hanya dua bersaudara.


Keyvan bingung, sempat dia duga yang datang hanya dua orang. Nyatanya di meja ada tujuh orang selain Mikhail di sana. Dia sama sekali tidak takut, sekalipun mereka akan melontarkan serangan ataupun lainnya.


"Pa."


"Duduklah," titah Mikhail santai dan terlihat biasa saja seolah sudah akrab bertahun-tahun, padahal dia dan Keyvan baru sedikit lebih dekat sejak tadi malam.


"Evan ... Ini om Syakil, Opa Ibra, Om Zico, Om Zidan, Om Bryan, Opa Gavin dan terakhir Opa Haikal ... Soal siapa mereka nanti tanyakan saja pada Mikhayla, Papa sedikit malas pagi ini."

__ADS_1


Mikhail sebenarnya tidak menduga jika mereka juga ikut serta. Tanpa sepengetahuan Mikhail, mereka ikut-ikutan dengan alasan penasaran wajah Keyvan.


"Pa ... Om, dan semuanya dia Keyvan, menantuku."


Syakil melemparkan senyum hangat padanya, pria itu yang pertama kali menyapa dan mengenalkan diri sebagai saudara Mikhail. Sejenak Keyvan tertegun, pasalnya mereka sangat berbeda dan tidak ada tanda-tanda mereka sedarah.


"Syakil adalah adik papa satu-satunya, dia menetap di LA hingga sekarang ... dia kembali hanya karena Mikhayla yang kamu culik beberapa waktu lalu."


Keyvan tersedak ludah, sama sekali dia tidak menduga Mikhail akan bicara sefrontal itu tanpa disaring sama sekali. Semetara Syakil hanya menggeleng pelan dan terkekeh mendengarnya.


"Salut dengan caramu, tapi aku bersyukur ketika Khail mengatakan kau tidak seburuk yang kami kira," ucap Syakil terdengar bersahabat, sementara yang lain tampak terdiam dan menatap Keyvan dengan mata tajam mereka.


Keyvan seolah terjebak di kandang macam, dia salah sasaran dan tidak mengira jika keluarga tawanannya seharmonis ini. Di antara tatapan mereka tampak jelas kekecewaaan dan penolakan pada Keyvan, beruntung saja Mikhail tidak demikian.


"Ehem, bagaimanapun tujuanmu ... caramu yang tiba-tiba menculik cucuku tetap salah. Kau tidak berpikir bagaimana kekhawatiran keluarganya? Cucuku masih begitu muda tapi kau renggut masa depannya dengan dalih pernikahan. Untuk apa? Agar bebas menikmatinya?"


Sebelum dia marah pada Keyvan, terlebih dulu Ibra marah pada Mikhail karena diam saja dan membiarkan Mikhayla terjebak dalam pernikahan itu. Sayangnya, Ibra terlambat dan hal itu dia ketahui ketika semua sudah terjadi.


"Papa."


Mikhail segera bersuara demi membuat Ibra tidak meneruskan kemarahannya. Bukan karena tidak sopan, tapi kembali lagi yang Mikhail pikirkan di sini adalah perasaan Keyvan yang dia pahami sebagai pendendam. Dia hanya khawatir, jika Keyvan sakit hati Mikhayla yang jadi sasaran.


"Papa hanya bicara, Khail ... Papa hanya ingin dia membuka mata untuk bertanggung jawab sepenuhnya karena sudah berani mengusik keluarga kita, Papa hanya tidak bisa terima pria asing merusak cucu Papa seenaknya," lanjut Ibra sedikit melemah, sejak Mikhayla beranjak remaja dia memang takut cucunya akan mendapat balasan dari apa yang Mikhail lakukan pada Zia di masa muda.


"Papa tenang, Keyvan sama sekali tidak merusak Mikhayla ... setidaknya dia sedikit waras dari Mikhail dengan menikahi Mikhayla lebih dulu," tutur Syakil menyela pembicaraan dan membuat Mikhail mendelik tak terima.

__ADS_1


"Syakil ...." Mikhail mengeratkan jemarinya kala memegang sendok itu, ingin sekali dia lemparkan ke wajah Syakil saat ini juga.


"Oh iya? Apa bisa dipercaya kau tidak merusak cucuku sebelum menikah?" tanya Ibra pada Keyvan tanpa peduli Mikhail yang kini tengah memerah akibat ucapan Syakil.


"Bisa, Opa ... aku tidak sebiaddab itu walau aku bisa saja melakukannya," jawab Keyvan tanpa ragu dan apa adanya, karena memang fakta sesungguhnya demikian.


Mikhail yang mendengar ucapan menantunya merasa tengah dianggap biaddab karena dahulu dia menyentuh Zia berkali-kali baru sadar jika wanita itu seharusnya dia nikahi.


"Baguslah jika begitu, aku percaya kau jujur ... jaga cucuku sebaik-baiknya, tapi ingat cucuku bukan dinikahi untuk jadi pabrik bayi," ucap Ibra sarkas sengaja menyinggung pria di hadadapannya.


"Papa menyindirku?"


"Tidak, hanya bicara faktanya saja ... dua anak cukup, lihat kami yang di sini anaknya hanya dua. Mertuamu saja yang punya anak lima, dan di usianya hampir setengah abad ini berniat punya anak lagi."


Habis sudah harga diri Mikhail akibat mulut papanya. Setelah sebelumnya dibuat malu oleh Syakil, kini Ibra ikut-ikutan.


"Ya sudah, lanjutkan sarapan kalian ... Istriku sudah menyiapkan ini dari jam tiga pagi," tutur Mikhail mengarang indah seperti biasa, bubur ayam kesukaan Mikhayla itu dibuat oleh Rani karena putri sulung Mikhail itu meminta sarapan legendarisnya sejak tadi malam.


- To Be Continue -


Like dulu, kita tembus like 1500 bisa ga nih?!


Btw, yang paling melekat dalam jiwa kalian siapa di antara empat tokoh utama ini?


Ibra ... Mikhail ... Syakil atau Keyvan?

__ADS_1


Paket jago ninu-ninu semua ini🤣


__ADS_2