Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 135 - Our Baby Girl


__ADS_3

Menjelang malam mereka sudah kembali ke dalam kamar, beberapa anggota keluarga yang sempat datang juga sudah mulai pulang. Saat ini waktu bagi Keyvan untuk kedua bidadarinya memang masih terbatas lantaran pihak keluarga Mikhayla sama gilanya jika sudah berhubungan dengan bayi.


"Dia tidur terus ya, Sayang?"


Sudah hampir setengah jam mereka memandangi putrinya secara bersamaan. Baik Keyvan maupun Mikhayla sama-sama tidak melepaskan tatapannya dari sang putri.


"Kata Mama memang begitu, nanti tidak lagi." Mikhayla ingat jelas bagaimana bayi jika sudah aktif bahkan kedua orang tuanya tidak akan bisa tidur nyenyak lagi.


"Kapan dia begitu?"


Keyvan tidak punya adik, tidak juga memiliki keluarga besar seperti Mikhayla. Jadi, hal yang sangat wajar jika hidup Keyvan tampak sesepi itu, "Tunggu saja, jangan ngeluh ya kalau dia mulai jago begadang," ungkap Mikhayla paham betul watak bayi karena ketika Lengkara dan Ameera masih kecil dia kerap menemukan kedua adiknya belum sama sekali berniat tidur hingga larut malam.


"Tidaklah, lagipula aku suka begadang ... mana mungkin mengeluh," ucapnya terkekeh kemudian mengedipkan matanya hingga Mikhayla mengusap wajahnya sekilas.


"Begadangnya beda, karena tidak bisa tidur seenak kamu kalau lelah," sarkas Mikhayla dan itu dapat Keyvan pahami dengan jelas sekali, tampaknya radar otak Mikhayla dan Keyvan sudah terpancar sangat kuat hingga mampu menangkap pembicaraan tanpa perlu dijelaskan lebih lanjut.


"Kenapa jadi senyum-senyum begitu?"


"Siapa yang senyum, mata kamu saja salah," jawab Mikhayla menepis tangan Keyvan yang kini mendarat di bibirnya.


Berawal dari Mikhayla yang mengusik Keyvan, suara mereka membangunkan Zavia dan Mikhayla dengan segera menyingkap pakaiannya. ASI adalah obat paling mujarab untuk menenangkan bayi, "Dia marah?"


"Kamu berisik makanya, bangun, 'kan."


"Maaf, Sayang ... suaraku terlalu besar ya?"


Dia tidak lagi berdebat kini, Keyvan memilih mengalah dan dia lebih rela dianggap salah oleh sang istri agar wanita itu lebih tenang tentu saja.

__ADS_1


"Ssshh awww," desis Mikhayla kala sang putri begitu kuat menghissap asetnya itu, wanita itu belum terbiasa tapi harus dia berikan juga.


"Kenapa? Perih ya?"


"Eum, perih," keluh Mikhayla ingin sekali menangis tapi tidak mungkin karena dia sudah bukan anak-anak lagi.


"Jangan dipaksa, kita pompa saja ya." Keyvan menyayangi Zavia tapi dia juga tidak tega melihat istrinya.


"Jangan, aku baik-baik saja ... nanti tidak akan perih lagi," ungkap Mikhayla setenang itu walau wajahnya sudah memerah.


"Zavia, Sayang pelan-pelan. Apa perlu Papa ajarkan cara yang benar agar Mama tidak sakit?" bisik Keyvan tepat di telinga sang putri dan hal itu sontak membuat Mikhayla tertawa sumbang.


"Sembarangan, modus terus kerjaannya!!"


"Bukan modus tapi kenyataannya begitu ... Zavia jangan kasar-kasar hissapnya, Sayang, tapi pakai perasaan," tambah Keyvan seolah benar-benar meminta sang putri agar sedikit lebih pelan.


"Sayang, bagaimana rasanya ASI?" tanya Keyvan tiba-tiba dengan wajah serius, dia memang penasaran dan sejak dulu bahasan mereka bertiga ialah memperdebatkan rasa ASI.


"Mana aku tahu, lagian buat apa tanya masalah itu?"


"Penasaran, kata Mama aku tidak pernah merasakan ASI sejak bayi ... dan lihat Zavia minum senikmat itu, aku penasaran, Sayang. Boleh rasaian? Sedikit saja," pinta Keyvan benar-benar tanpa terduga dan ini adalah permintaan paling tidak masuk akal yang dia terima.


"Gilla, minum punya kamu sendiri. Ada, 'kan puttingnya?" Mikhayla sontak bergeser sedikit dan berpikir jika Keyvan benar-benar serius ingin meminta air susunya.


"Datar begini mana ada isinya," ucap Keyvan dan ikut berpindah posisi agar berada tepat di depan Mikhayla lagi. Wajahnya kian menunduk dan mengecup wajah Zavia begitu dalam, dan tidak lupa setelah mengecup putrinya dia mengecup dada Mikhayla dengan santainya.


"Terima kasih, istriku ... aku merasa hidupku semakin sempurna semenjak kamu hadir."

__ADS_1


Mikhayla terdiam sesaat, wajah Keyvan tampak begitu teduh dan dia tidak sedang bercanda. Pria itu meraih jemari Mikhayla dan mengecupnya berkali-kali sebagai ungkapan terima kasihnya.


"Terima kasih untuk?"


"Semuanya, terutama sudah menghadirkan Zavia ... bayi kita," ungkap Keyvan tulus seraya menatap lekat manik indah Mikhayla, sejuta kata tidak sebanding dengan kebahagiaan yang dia dapatkan selama menjadi suami seorang Mikhayla.


"Sama-sama, kita saling menyempurnakan. Bukan hanya kamu, tapi aku juga ... terima kasih ya, andai dulu tidak cepat-cepat diculik mungkin hidupku hanya akan berakhir sia-sia. Thanks my love."


Ungkapannya manis sekali, akan tetapi kenapa harus dibahas bagian culik menculiknya, pikir Keyvan lagi-lagi merasa bersalah dan dia sedikit menyesali perbuatannya kala itu. "Kamu kenapa ingat bagian itunya, Khayla. Terima kasihnya untuk hal lain saja, terima kasih sudah menikahimu atau yang lainnya, 'kan bisa, Sayang."


"Tapi memang itu paling utama, andai dulu kamu tidak mengambil langkah semacam itu kita belum tentu berjodoh, 'kan?"


"Benar juga, anggap saja jalan Tuhan ya ... aku mencintai tawananku sendiri, lucu sekali."


"Dan aku mencintai penculikku hingga akhir hayat nanti," balas Mikhayla tidak mau kalah.


Keyvan tertawa sumbang kemudian sedikit berpindah demi bisa mengecup kening sang istri. Detik ini dia benar-benar menyadari bahwa sesuatu yang terasa buruk diawal belum tentu akan berakhir sama dan lika-liku perjalanan mereka sebagai jodoh memang sedikit berbeda.


Tanpa terduga, dan beginilah cara Tuhan menyatukan mereka. Ikatan cinta yang luar biasa tulus meski berawal dari hal gila itu nyata adanya, rintik hujan di luar sana menjadi saksi kehangatan mereka berdua.


"Sayang," bisik Khayla begitu lembut kala Keyvan belum juga menyudahi kecupannya.


"Hm? Apa?"


"Pintu balkon belum ditutup, sana ... nanti kamar kita basah," ucapnya dan berhasil membuat khayalan Keyvan bahwa sang istri akan mengecup bibirnya hilang begitu saja.


- To Be Continue -

__ADS_1


Sebenarnya aku mau jadiin ini episode terakhir, tapi berhubung ini sudah tanggal 24 jadi aku genapkan end awal Desember ❤ Semoga kehadiran Mikhayla masih dinanti ya.


__ADS_2